CENTRALNEWS.ID, BENGKALIS – Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia lanjutkan misi penyuluhannya di wilayah Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Kecamatan Talang Muandau, Selasa (8/9).
Hari ini, rombongan Tim Penyuluh yang diketuai Staf Khusus KSAL sekaligus Ketua Tim Penyuluh, Brigjend. TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi didampingi Kolonel Tek. I Wayan Joni Nugraha dan Mayor Inf. Sugianto hadir dan menyambangi masyarakat di Desa Tasik Serai Barat (TSB) demi sampaikan edukasi pencegahan Karhutla di pelosok desa di wilayah Kodim 0303 Bengkalis.
Didampingi Danposramil Talang Muandau, Pelda Suprapto, serta disambut Kades TSB, serta sejumlah masyarakat, tim penyuluh menjangkau masyarakat dan menyampaikan pesan penting terkait pencegahan serta penanggulangan Karhutla.

Dalam sambutannya, Brigjend. TNI (Mar) Freddy Jhon Halomoan Pardosi menekankan pentingnya skema penanggulangan Karhutla dari ‘Hulu ke Hilir’ dengan semangat gotong royong, demi percepatan pemadaman titik api. Langkah ini dianggap krusial, untuk memastikan paparan asap hasil kebakaran tidak semakin parah dampaknya di tengah masyarakat.
Mulai dari kesiapan masyarakat dan personel pemadam dari berbagai elemen dan lintas sektoral, ketersediaan sarana dan prasarana, ketersediaan sumber air, pengenalan medan di lapangan sampai dengan sistem pemadaman cepat-selamat dan bergotong-royong penting diserukan agar Karhutla yang terjadi dapat segera dipadamkan.
“Kita harus bekerja sama, agar Karhutla ini dapat segera dientaskan. Seluruh saran, masukan dan kendala yang dihadapi di lapangan dalam serangkaian pemadaman, akan kami catat dan sampaikan langsung kepada Bapak Presiden dan Panglima TNI di tingkat pusat,” tegas Brigjend. Freddy di Desa Tasik Serai Barat.

Sesi diskusi konstruktif dan edukatif juga dibuka tim panelis penyuluhan, untuk menyerap polemik atau permasalahan yang kerap dihadapi sepanjang proses pemadaman Karhutla pada wilayah yang berjuluk ‘Negeri Junjungan’ tersebut.
Hasil akhir dari penyuluhan tersebut, seluruh aparat kewilayahan di Kabupaten Bengkalis, Riau diharap lebih mampu, lebih sigap dan cekatan menanggulangi kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi.
Selain itu, beragam masukan, saran dan polemik yang terserap sepanjang penyuluhan, kemudian dihimpun untuk sepanjutnya dikemas rapi sebagai usulan yang akan dipaparkan di tingkat pusat. (Bres)

