-0.5 C
New York
Rabu, Februari 21, 2024

Vaksinasi Massal Digelar, Bupati Bengkalis dan Ratusan Warga Duri Ikut Serta

 

 
CENTRALNEWS.ID, DURI – Sejak beberapa waktu lalu tindakan vaksinasi massal telah dilaksanakan. Merespon hal itu, ratusan warga Duri – Kecamatan Mandau tampak ikut serta.
 
 
Sampai siang ini, tak terhitung lagi banyaknya warga yang datang ke komplek kantor Kecamatan Mandau untuk mendaftar dan menerima dosis vaksin Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).
 
 
Pantauan di lapangan, puluhan petugas dari dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis turut mensukseskan jalannya giat vaksinasi massal. Bahkan, Bupati Bengkalis, Kasmarni ikut ambil bagian.
 
 
Benar, sang pimpinan di Negeri Junjungan ini ikut mendaftar dan telah menerima dosis vaksin yang disuntikkan oleh petugas kesehatan. “Alhamdulillah, saya sudah divaksin. Tak ada yang perlu dicemaskan, mari datang dan segera ikuti vaksinasi massal yang diselenggarakan ini,” ungkap Kasmarni, Bupati Bengkalis.
 
 
Selain Kasmarni, ratusan warga lainnya juga menerima dosis vaksin massal tahap pertama. “Saya juga sudah divaksin, tak ada efek sampingnya. Badan terasa ringan kok,” ucap Fanya, penerima dosis vaksin lainnya.
 
 
Diketahui, giat tersebut ditaja oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui dinas kesehatan untuk sesegera mungkin membentuk kekebalan tubuh dan imunitas masyarakat.
 
 
Bila herd immunity (kekebalan) yang dimaksud telah terbentuk di dalam tubuh, secara otomatis risiko penularan dan parahnya dampak infeksi COVID-19 mampu diminimalisir dengan baik.
 
 
“Tujuan kita memang itu, untuk secepatnya membentuk kekebalan tubuh masyarakat. Lebih cepat lebih baik, agar pemulihan kesehatan massal bisa segera kita wujudkan,” ucap dr. Ersan, TH, Kadinkes Bengkalis.
 

 

Sepanjang pelaksanaannya, giat tersebut telah diikuti ratusan warga dengan penuh antusias. Meski demikian, beberapa orang mengaku gagal lantaran memiliki riwayat penyakit bawaan (Komorbid) yang tak bisa diberikan dosis vaksin.
 
 
“Bagi warga yang sehat dan tak ada komorbidnya, bisa menerima dosis vaksin. Tapi bila ada riwayat penyakit bawaan seperti penyakit jantung, asma, diabetes, tekanan darah tinggi dan beberapa riwayat Komorbid lainnya itu tidak bisa diberikan vaksin. Itu juga sudah ketentuannya,” terang Ersan.
 
 
Untuk memastikan hal itu, setiap penerima vaksin wajib menjalani tindakan screening atau pemeriksaan kesehatan tahap awal. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui kesehatan calon penerima vaksin.
 
 
Bila dinilai layak dan sehat, dosis vaksin bakal langsung disuntikkan oleh petugas medis. Sebagai buktinya, setiap peserta yang telah menerima vaksin bakal menerima sertifikat resmi yang dirilis langsung oleh Kementerian Kesehatan RI.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles