CENTRALNEWS.ID, DURI – Paparan kabut asap akibat maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan kembali meningkat kepekatannya. Pantauan dari darat dan udara, kepekatan kabut nampak menyelimuti ‘Kota Minyak’, Selasa (8/9).
Akibat memekatnya tingkat polusi asap tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis kembali menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh alias Dalam Jaringan terhadap seluruh tingkat pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP di wilayah Mandau hingga Bathin Solapan.
Kepala Disdik Bengkalis, Hadi Prasetyo membenarkan informasi tersebut. Dia mengatakan, kabar terkait kondisi kabut asap turut diterima dari Koorwilcam Pendidikan Mandau – Bathin Solapan.

“Benar, kami sudah menerima informasinya dari Koorwilcam. Nah, untuk PJJ, itu menjadi kebijakan Ketua Koorwilcam atau Kepala Sekolah masing-masing. Bila dinilai kualitas udara makin buruk, dapat dilakukan koordinasi lebih lanjut ke Disdik untuk selanjutnya dapat menerapkan PJJ atau belajar Daring,” kata Hadi.
Dengan kondisi asap di Duri, PJJ pun kembali diterapkan mulai hari Rabu sampai dengan Kamis (9-10/9/26) mendatang.
Hal ini dilakukan, demi menjaga kesehatan Peserta Didik, Pendidik, serta Tenaga Kependidikan sepanjang berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar.

“Benar, untuk PJJ kembali diterapkan (Mandau – Bathin Solapan) mulai hari Rabu sampai dengan Kamis,” tegasnya.
Lebih lanjut diharapkan Hadi, setiap orangtua murid wajib memantau proses pembelajaran jarak jauh yang diterapkan agar kualitas pendidikan tetap maksimal.
“Bapak-Ibu dan Wali Murid mohon bantuannya untuk tetap memantau anak-anaknya dalam proses pembelajaran Daring. Dan juga kami imbau, mari sama-sama kita jaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan pemakaian masker serta mengurangi aktifitas di luar ruangan. Semoga kondisi segera membaik,” harapnya. (Bres)

