CENTRALNEWS.ID, BATAM – Kasus meninggalnya Bripda Natanael Simanungkalit masih menyisakan tanda tanya. Peristiwa itu terjadi di lingkungan mess Polda Kepulauan Riau pada Senin (13/4/2026) malam, dan hingga kini penyebab pasti kematian korban belum terungkap.
Pihak kepolisian bergerak cepat dengan membuka penyelidikan menyeluruh.
Dugaan adanya unsur kekerasan di lingkungan internal turut menjadi fokus utama dalam proses pengusutan.
Korban diketahui merupakan anggota Bintara Samapta angkatan 2025. Ia diduga mengalami tindak kekerasan saat berada di mess Bintara Remaja.
Namun, penyidik masih mendalami bentuk kejadian tersebut, termasuk kemungkinan pengeroyokan atau tindakan lainnya.
Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei, menegaskan bahwa pimpinan telah memerintahkan agar kasus ini ditangani secara serius dan transparan.
“Kapolda Kepri menyampaikan duka cita dan telah menginstruksikan Kabid Propam serta Dirreskrimum untuk mengusut kasus ini hingga tuntas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa institusi tidak akan mentoleransi pelanggaran, terutama jika ditemukan adanya unsur kekerasan dalam kasus tersebut.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah korban saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani autopsi.
Hasil pemeriksaan medis tersebut akan menjadi dasar penting dalam menentukan penyebab kematian.
Dalam proses penyelidikan, sejumlah personel telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam dan penyidik Ditreskrimum.
Namun, hingga kini kronologi lengkap kejadian masih dalam pendalaman.
“Beberapa personel sudah diamankan dan saat ini dalam proses pemeriksaan,” kata Nona.
Sementara itu, pihak keluarga korban belum menyampaikan pernyataan resmi.
Publik pun menaruh perhatian besar terhadap penanganan kasus ini dan berharap proses hukum berjalan terbuka serta objektif.
Kasus ini menjadi ujian bagi institusi kepolisian dalam menegakkan disiplin internal sekaligus memastikan keadilan ditegakkan tanpa pengecualian.(mzi)


