CENTRALNEWS.ID, NATUNA – Suasana halaman Kantor Kecamatan Bunguran Utara di Kelarik tampak lebih ramai dari biasanya pada Sabtu (6/6/2026). Sejak pagi hari, ratusan warga memadati lokasi pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Natuna sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi harga pangan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari panjangnya antrean warga yang datang dari berbagai wilayah di Kecamatan Bunguran Utara. Mereka berharap dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Di tengah keramaian tersebut, perhatian warga tertuju kepada Bupati Natuna, Cen Sui Lan, dan Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, yang turun langsung melayani masyarakat. Keduanya tampak berdiri di balik meja penjualan sembako, menyerahkan secara langsung beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu hingga telur kepada warga yang mengantre.
Kehadiran kedua pimpinan daerah tersebut menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban. Warga tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan pemimpin daerah mereka. Senyum dan sapaan yang diberikan Bupati dan Wakil Bupati menambah semangat masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Hari ini saya datang bersama Pak Wakil mengadakan pasar murah untuk membantu masyarakat,” ujar Cen Sui Lan di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, pasar murah merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.
Bagi masyarakat Kelarik, program pasar murah menjadi solusi nyata di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan akibat naik turunnya harga sejumlah bahan pokok. Melalui subsidi yang diberikan pemerintah daerah, warga dapat membeli berbagai komoditas penting dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut meliputi gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, telur ayam, serta beras SPHP yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Kehadiran pasar murah ini pun mendapat sambutan positif karena dinilai mampu membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna, Marwan Saputra, menjelaskan bahwa seluruh komoditas yang dijual telah mendapatkan subsidi dari Pemerintah Kabupaten Natuna.
Ia mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah agar tetap stabil.
“Seluruh komoditas yang dijual pada pasar murah ini telah disubsidi oleh pemerintah daerah sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, pemerintah menyediakan sebanyak 700 kilogram minyak goreng, 300 kilogram tepung terigu, 700 kilogram gula pasir, 200 papan telur ayam, serta 200 sak beras SPHP ukuran 5 kilogram.
Jumlah tersebut disiapkan guna memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang hadir dalam kegiatan pasar murah. Tingginya minat masyarakat membuat sejumlah komoditas laris diburu sejak pasar murah dibuka.
Pemerintah Kabupaten Natuna menegaskan bahwa pasar murah bukan hanya sekadar kegiatan jual beli, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi. Program ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat daerah.
Bupati Cen Sui Lan menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara bertahap di berbagai kecamatan lain yang belum mendapatkan giliran pasar murah. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Natuna.
Di bawah terik matahari Kelarik, pasar murah yang digelar hari itu bukan hanya menghadirkan sembako dengan harga terjangkau, tetapi juga memperlihatkan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Kehadiran langsung Bupati dan Wakil Bupati di tengah warga menjadi simbol pelayanan yang nyata, sekaligus memberikan harapan bahwa pemerintah terus hadir untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka.
(Herry)


