21.1 C
New York
Rabu, April 15, 2026

Kematian Bripda Natanael Diselimuti Misteri, Keluarga Ungkap Adanya Luka Memar

CENTRALNEWS.ID, BATAM – Suasana duka menyelimuti Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, Selasa (14/4/2026).

Pihak keluarga masih menanti kepastian penyebab meninggalnya Bripda Natanael Simanungkalit yang ditemukan tewas di rusun asrama polisi di lingkungan Polda Kepulauan Riau.

Korban diketahui merupakan putra dari pasangan Royamser Simanungkalit dan Rosdewi Br Napitupulu, serta anak kedua dari empat bersaudara. Kabar duka pertama kali diterima keluarga pada dini hari.

“Kami dapat telepon dari seniornya sekitar pukul 03.00, dibilang hanya kecelakaan. Kami langsung ke sana, tapi jenazah sudah ditutupi kain. Saat saya pegang, tubuhnya penuh memar, termasuk di bagian belakang kepala,” ujar Jefri Simanungkalit, paman dari Natanael.

Keterangan tersebut memunculkan dugaan adanya tindak kekerasan. Terlebih, beberapa jam sebelum kejadian, korban masih sempat berkomunikasi dengan keluarga.

Baca Juga :  Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 337 Ponsel di Dalam Truk Senilai Rp3,7 Miliar

“Sekitar pukul 20.00 malam masih video call dengan orangtuanya, tidak ada tanda apa-apa. Tapi beberapa jam kemudian sudah seperti ini. Saya yakin ini bukan kejadian biasa,” lanjut Jefri.

Ia menyebut, keponakannya dikenal pendiam dan tidak pernah terlibat masalah. Bahkan, menurutnya, korban memiliki kemampuan bela diri.

“Kalau satu lawan satu, saya yakin dia bisa melawan. Ini yang membuat kami curiga,” ujarnya.

Kuasa hukum keluarga, Sudirman Situmeang, mengatakan pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Kepri pada Selasa pagi.

“Kami menerima kabar sekitar pukul 02.00 dan langsung membuat laporan sekitar pukul 05.00,” jelasnya.

Menurutnya, dugaan penganiayaan diperkuat dengan temuan luka memar pada tubuh korban. Namun, pihak keluarga masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara pasti.

Baca Juga :  Halal Bihalal KERABAT–BARKAD, Satukan Pengurus Dalam Temu Bulanan

Di sisi lain, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman. Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei, menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan kronologi maupun penyebab kematian.

“Belum dapat dipastikan apakah terjadi pengeroyokan atau tidak. Namun, beberapa personel sudah diamankan dan sedang dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa proses autopsi melibatkan tim gabungan, termasuk dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, guna memastikan hasil yang objektif dan akurat.

Sementara itu, Kapolda Kepri, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus ini secara tuntas.

Baca Juga :  Wakil Kepala BP Batam Turun Tangan Tindak Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi

“Kapolda telah memerintahkan Kabid Propam dan Dirreskrimum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional dan transparan. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran,” kata Nona.

Hingga kini, keluarga masih menunggu hasil autopsi sambil berharap kasus ini diungkap secara terang. Peristiwa ini pun menjadi perhatian luas, sekaligus ujian bagi institusi kepolisian dalam menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.(mzi)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles