22.7 C
New York
Minggu, September 13, 2026

Terminal Peti Kemas Batu Ampar Berbenah, Ongkos Ekspor Batam-Shanghai Turun Hingga 50 Persen

CENTRALNEWS.ID, BATAM – Transformasi besar yang dilakukan di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar mulai memberikan dampak nyata bagi dunia usaha.

Berbagai pembaruan infrastruktur dan sistem operasional tidak hanya meningkatkan produktivitas pelabuhan, tetapi juga membuat biaya pengiriman barang dari Batam menuju Shanghai jauh lebih kompetitif.

Modernisasi terminal dilakukan melalui kolaborasi BP Batam bersama PT Batam Terminal Petikemas (BTP) dan PT Batu Ampar Container Terminal (BACT).

Pengembangan tersebut didukung investasi senilai sekitar USD85 juta yang diarahkan untuk memperkuat fasilitas bongkar muat, memperluas area penumpukan peti kemas, menghadirkan peralatan modern, serta mengintegrasikan layanan berbasis digital.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan pembenahan TPK Batu Ampar merupakan bagian dari langkah strategis BP Batam dalam menciptakan sistem logistik yang lebih efisien, modern, dan mampu bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan utama di kawasan Asia.

Baca Juga :  BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang

Menurutnya, peningkatan layanan kepelabuhanan menjadi salah satu prioritas yang diarahkan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra untuk mendukung pertumbuhan investasi, industri manufaktur, serta aktivitas ekspor-impor di Batam.

Hasil dari transformasi tersebut mulai terlihat pada peningkatan performa operasional.

Produktivitas bongkar muat peti kemas mengalami kenaikan signifikan, begitu pula kemampuan terminal dalam melayani kapal yang bersandar.

Selain itu, waktu pelayanan kapal berhasil dipersingkat secara drastis. Jika sebelumnya proses penyelesaian pelayanan kapal membutuhkan waktu sekitar 20 jam, kini hanya berkisar tujuh jam.

Pengurangan waktu tunggu tersebut berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional perusahaan pelayaran maupun pelaku usaha.

Baca Juga :  Grand Mercure Batam Centre Hadirkan Mooncake Eksklusif Sambut Mid-Autumn Festival 2026

Tak hanya meningkatkan kecepatan pelayanan, modernisasi juga mendorong pertumbuhan arus peti kemas.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, aktivitas bongkar muat di TPK Batu Ampar mencapai lebih dari 221 ribu TEUs.

Sebagian besar berasal dari aktivitas perdagangan internasional yang terus menunjukkan tren positif.

Di sisi konektivitas, layanan pelayaran langsung (direct call) ke berbagai pelabuhan internasional juga semakin berkembang.

Frekuensi kapal tujuan luar negeri meningkat sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi eksportir untuk mengirimkan produknya tanpa harus melalui pelabuhan transit.

Salah satu manfaat yang paling dirasakan pelaku usaha adalah turunnya biaya logistik untuk rute Batam–Shanghai.

Tarif pengiriman kontainer 20 kaki kini berada pada kisaran USD650 hingga USD800, atau sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga :  Gran Max dan LCGC Dongkrak Penjualan Daihatsu Hingga 12.100 Unit Pada Agustus 2026

Efisiensi tersebut diyakini akan memperkuat daya saing produk ekspor Batam di pasar global.

Dengan biaya logistik yang lebih rendah, industri di Batam memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar sekaligus menarik minat investor yang membutuhkan akses distribusi internasional yang cepat, efisien, dan berdaya saing.

BP Batam optimistis modernisasi TPK Batu Ampar akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Batam sebagai pusat logistik dan perdagangan internasional yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global.(ham)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles