22.1 C
New York
Senin, Mei 20, 2024

Wisatawan Singapura Tunda ke Batam, VTL Laut Mengubah Bisnis Batam

CENTRALNEWS.ID, BATAM – Wisatawan Singapura yang rencananya akan masuk perdana pada Jumat (18/2/2022) sore ini, menunda perjalanannya untuk pelesiran di Nongsa Sensation, Batam, Provinsi Kepulauan Riau sepekan ke depan.

Hal ini dipicu oleh pengumuman vaccinated travel line (VTL) oleh otoritas pelabuhan Singapura, Rabu (16/2/2022) lalu.

VTL Laut Singapura dari Batam dan Bintan baru dimulai pada 25 Februari atau seminggu ke depan. Jika warga Singapura tetap datang ke Batam pada Jumat ini, tentu mereka masih mengikuti aturan lama, harus karantina mandiri di rumah selama seminggu.

General Manager Nongsa Sensations, Anddy Fong melalui rilisnya mengungkapkan, penundaan pelayaran feri perdana disesuaikan dengan jadwal VTL pekan depan.

Sehingga, feri Batam Fast dari Terminal Feri Tanah Merah Singapura ke Terminal Nongsapura, Batam ditunda hingga 23 Februari 2018. Penundaan juga untuk feri ke Terminal Feri Bintan Telani, Lagoi, Bintan.

“Ditunda menjadi tanggal 23 Februari 2022 pukul 15:00 waktu Singapura dan tiba di Nongsapura Ferry Terminal Batam pukul 14.40 WIB,” ujar Andy.

Baca Juga :  Telkomsat dan Starlink Tandatangani Kerja Sama Layanan Segmen Enterprise di Indonesia

Nantinya, kapal Batam Fast akan dijadwalkan berlayar dari Nongsapura ke Tanah Merah pada pukul 13:00 WIB, dan dari Tanah Merah ke Nongsapura pukul 15.00 waktu Singapura, setiap harinya.

“Apabila permintaan pasar di kawasan travel bubble Nongsa Sensation meningkat, maka layanan ferry akan disesuaikan,” tambah Andy yang juga GM Batam View Resort ini.

Seperti diketahui, jalur VTL yang mulai diterapkan bertahap oleh Singapura sejak September 2021 itu merupakan jalur non-karantina.

Fasilitas ini bisa dinikmati oleh negara atau wilayah kategori (level I) menurut Kementerian Kesehatan Singapura. Kategori itu diukur dari kemampuan sebuah negara dalam mengelola pandemi.

Indonesia sudah mendapatkan fasilitas VTL itu sejak akhir Desember 2021 melalui jalur udara melalui Bandara Soekarno Hatta.

Setelah pemerintah meluncurkan travel bubble untuk dua kawasan wisata di Batam dan Bintan, Otoritas Pelabuhan (MPA) Singapura kemudian meresponnya dengan VTL bagi Batam dan Bintan.

Bangkitkan Ekonomi

Terlepas dari penundaan jadwal tersebut, Ketua Kadin Kota Batam Jadi Rajagukguk sangat mendukung VTL tersebut. Menurut Jadi, dampak dari VTL Laut Singapura itu bagi ekonomi Batam dan Kepri akan sangat besar.

Baca Juga :  Percepat Konektivitas di Wilayah Indonesia dan Australia, Telin dan BW Digital Jalin Kolaborasi

“Ini bukan hanya pariwisata, tetapi juga sektor lainnya,” kata Jadi kepada Tribun, Kamis (18/2/2022).

Menurut Jadi, VTL itu akan meningkatkan komunikasi bisnis pengusaha Batam dengan mitranya di Singapura.

Selama dua tahun, kata Jadi, pembicaraan-pembicaraan hanya dilakukan lewat virtual dan itu tidak efektif.

Jadi menyebutkan, jumlah kunjungan Wisman ke Batam tahun 2019 sekitar 2 juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 30 persennya adalah travel bisnis.

“Warga Singapura ke Batam tidak melulu pergi berlibur atau menikmati kuliner di Batam, tetapi sebagian kunjungan bisnis atau keduanya. Ini yang akan hidup lagi dengan VTL,” kata Jadi.

Jadi sangat yakin VTL ini akan besar pengaruhnya pada perekonomian Batam. Sebab, banyak pengusaha di Batam yang sedang menjadwalkan akan berangkat ke Singapura.

Termasuk dirinya, kata Jadi, sudah mengancang-ancang akan ke Singapura, Maret atau April nanti.

“Kita saat ini sedang menunggu perkembangannya. Saat ini jumlahnya kan dibatasi 350 orang per minggu. Kalau peminatnya banyak, mungkin wisatawan yang diutamakan dulu. Kita lihat nanti,” katanya.

Baca Juga :  Telkomsat dan Starlink Tandatangani Kerja Sama Layanan Segmen Enterprise di Indonesia

Hal lain yang saat ini perlu dipikirkan terkait aturan main di kawasan travel bubble. Sebab, wisatawan tidak boleh kontak dengan masyarakat lokal dan hanya berada di dalam bubble tersebut.

Ke depan, kata dia, mungkin bisa disiapkan mekanisme pertemuan bisnis di dalam travel bubble.

“Kan banyak juga orang Singapura ke Batam untuk tujuan bisnis atau pekerjaan. Misalnya menggelar rapat dengan manajemen pabrik atau mitranya di Batam. Ini juga harus dipikirkan. Mungkin seperti pertemuan Presiden Joko Widodo dengan PM Lee Hsien Loong, dikasih kaca pembatas,” katanya.

Andy Fong sendiri tidak menampik permintaan seperti itu ada. Selain pengusaha, ada juga warga yang ingin bertemu keluarganya dari Singapura atau sebaliknya. Mereka meminta agar bisa diberi akses di kawasan travel bubble.

“Untuk sekarang kita belum bisa memenuhi permintaan itu. Kita fokus dengan pembatasan di kawasan bubble dulu. Ke depan, protokolnya tentu kita sesuaikan lagi,” katanya.(mzi)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles