CENTRALNEWS,.ID, NATUNA – Suasana haru menyelimuti kegiatan pengobatan massal di Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, Selasa (7/4/2026).
Di antara ratusan warga yang hadir, sosok Rosda Wati menjadi perhatian saat ia tak kuasa menahan air mata ketika harus digotong oleh personel TNI Angkatan Udara usai mendapatkan layanan kesehatan.
Perempuan berusia sekitar 60 tahun itu tampak tegar, namun menyimpan kisah hidup yang penuh ujian.
Dengan suara bergetar, Rosda mengungkapkan pengalaman pahit yang mengubah hidupnya secara drastis.
Tiga tahun silam, ia harus kehilangan satu kakinya akibat komplikasi diabetes yang tidak pernah ditangani secara rutin.
Kondisi tersebut berujung pada tindakan amputasi yang kini membatasi aktivitasnya sehari-hari.
“Kalau dulu saya rutin periksa, mungkin tidak sampai begini,” tuturnya pelan, menyiratkan penyesalan mendalam.
Sejak saat itu, kursi roda menjadi bagian dari kehidupannya.
Ruang gerak yang terbatas sekaligus menjadi pengingat keras tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, sesuatu yang baru ia sadari setelah semuanya terlambat.
Di tengah keterbatasan tersebut, kehadiran program pengobatan massal yang digelar Lanud Raden Sadjad menjadi harapan baru, bukan hanya bagi Rosda, tetapi juga warga lain, khususnya para lansia yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Momen ketika Rosda digotong oleh anggota TNI AU bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk kepedulian yang nyata.
Ia merasakan bahwa dirinya tidak sendiri menghadapi kondisi tersebut.
Kisah Rosda menjadi gambaran nyata bagaimana penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol kerap datang tanpa disadari.
Tanpa pemeriksaan rutin, penyakit-penyakit ini berkembang perlahan hingga akhirnya menimbulkan dampak serius.
Realitas ini masih banyak terjadi di wilayah pedesaan, di mana kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala masih tergolong rendah.
Meski menyimpan duka, Rosda tetap menyimpan harapan.
Ia berharap kegiatan pengobatan gratis seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan.
Ia juga menitipkan pesan sederhana namun bermakna bagi masyarakat.
“Jangan tunggu sakit parah baru berobat,” ujarnya lirih.
Air mata yang jatuh hari itu bukan hanya ungkapan kesedihan, tetapi juga menjadi pengingat kuat bagi banyak orang tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Dari Desa Air Lengit, kisah Rosda Wati menggema sebagai pelajaran berharga, bahwa kesehatan sering kali dianggap sepele, hingga akhirnya menjadi hal yang paling mahal dalam hidup.(herry)


