CENTRALNEWS.ID, DURI – Gaharnya suara auman Harimau Sumatera terdengar jelas saat tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sedang melakukan proses mitigasi di areal kerja PT PHR, di sekitar DSF 125 Tonggak 8, Duri Field, Kecamatan Bathin Solapan, Bengkalis, Provinsi Riau, Senin malam (6/4).
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, melalui Kepala Bidang Teknis Ujang Holisudin mengatakan, proses mitigasi telah dilakukan pasca menerima laporan terkait kemunculan seekor Harimau Sumatera, di wilayah tersebut, pada Minggu sore (5/4).
“Berdasarkan identifikasi dari sumber video yang beredar, benar bahwa satwa tersebut seekor Harimau Sumatera dengan estimasi usia dewasa,” kata Ujang Holisudin, Selasa (7/4).
Dalam proses mitigasi, tim BBKSDA Riau juga telah menjumpai HS, karyawan PT PHR yang mengaku melihat dan sempat mengambil foto harimau tersebut. Setelah itu, kemudian pada Senin (6/4) kemarin, tim gabungan terdiri dari personel BBKSDA Riau dan pihak keamanan (Security) PT PHR melakukan mitigasi dan identifikasi lapangan.
“Saat proses pengecekan di lapangan, tim mendengar suara auman HS di sekitar lokasi awal perjumpaan,” jelas Ujang.
Mendengar gaharnya auman si belang, tim gabungan langsung menjauh berkisar 500 meter dari sumber titik suara, sebagai upaya menghindar konflik dan demi alasan keselamatan.
Selain itu, tim juga memasang kamera pemantau (camera trap) di titik strategis untuk memantau aktifitas dan memastikan keberadaan HS secara visual.
Dalam proses mitigasi ini tim juga telah melakukan pengambilan dokumentasi pemantauan udara menggunakan drone serta titik koordinat sebagai dasar untuk tindakan mitigasi lebih lanjut
“Tim medis telah diturunkan sebagai langkah antisipasi emergency untuk standby bersama tim dilapangan dan akan terus berkoordinasi dengan PT PHR dan melakukan penilaian resiko konflik satwa liar sebagai upaya penetapan tindakan dan mitigasi lebih lanjut,” pungkas Ujang. (Bres)


