17 C
New York
Kamis, November 5, 2026

Satu Atlet, Satu Emas! Farid Feidiansyah Harumkan Nama Natuna di Porprov Kepri VI 2026

CENTRALNEWS.ID, NATUNA– Jumlah atlet yang terbatas bukan alasan untuk menyerah dalam persaingan. Hal itu dibuktikan karateka muda asal Kabupaten Natuna, Farid Feidiansyah, yang sukses mengharumkan nama daerah dengan mempersembahkan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) VI 2026.

Turun di kelas kumite -75 kilogram, atlet binaan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Natuna tersebut tampil gemilang dan berhasil melewati persaingan ketat melawan sejumlah karateka dari kabupaten/kota se-Kepri. Puncak perjuangannya berlangsung di Vihara Batu 14, Kota Tanjungpinang, Kamis (5/11/2026), ketika Farid memastikan dirinya berdiri di podium tertinggi.

Prestasi ini terasa semakin istimewa mengingat Forki Natuna hanya mengirimkan satu atlet untuk berlaga di kelas -75 kilogram. Berbeda dengan sejumlah kontingen daerah lain yang menurunkan dua atlet pada setiap kelas pertandingan, Natuna justru mengandalkan satu karateka untuk membawa harapan daerah.

Namun, keterbatasan tersebut tidak membuat Farid gentar. Dengan bekal disiplin latihan, keberanian, serta mental bertanding yang kuat, ia mampu menjawab kepercayaan yang diberikan kepadanya. Medali emas yang diraih menjadi bukti bahwa kualitas dan semangat juang seorang atlet tidak ditentukan oleh banyaknya jumlah kontingen.

Baca Juga :  Pemkab Natuna Gandeng Kejari Pulihkan Aset Daerah, Bupati Cen Sui Lan Tekankan Penertiban dan Kepastian Hukum

Momen kemenangan Farid juga diwarnai suasana haru. Setelah memastikan keberhasilannya meraih emas, ia melakukan sujud syukur di atas tatami sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan atas perjuangan yang telah dilalui.

Aksi tersebut sempat berujung pada sanksi denda sebesar Rp2 juta karena berdasarkan kesepakatan dalam technical meeting, tindakan sujud di atas arena pertandingan telah dilarang. Meski demikian, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan dengan pembayaran denda yang ditanggung langsung oleh orang tua Farid, yang sejak awal setia mendampingi dan menyaksikan perjuangan putranya.

Pelatih karate Natuna, Herman, ST, mengaku bersyukur dan bangga atas keberhasilan anak didiknya tersebut. Menurutnya, medali emas yang diraih Farid merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan latihan yang selama ini dijalani.

Ia menegaskan, meskipun Natuna berada jauh di wilayah utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kondisi geografis bukan alasan bagi atlet daerah untuk merasa tertinggal atau tidak mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain.

“Kita ingin membuktikan bahwa anak-anak Natuna juga mampu berprestasi. Walaupun berada jauh di ujung utara Indonesia, bukan berarti kita tidak bisa bersaing. Keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi,” ungkapnya.

Rasa syukur juga disampaikan Ketua Tim Ofisial sekaligus pelatih Forki Natuna, Roy. Ia menjelaskan, kontingen karate Natuna hanya membawa lima atlet untuk mengikuti Porprov Kepri VI 2026. Meski dengan jumlah yang relatif terbatas, pihaknya tetap optimistis dapat memberikan hasil terbaik bagi daerah.

Menurut Roy, sejak awal tim telah menetapkan target satu medali emas. Target tersebut akhirnya berhasil diwujudkan melalui perjuangan Farid.

“Target kita satu medali emas dan Alhamdulillah sudah tercapai melalui Farid. Namun, perjuangan belum selesai karena masih ada empat atlet lagi yang belum bertanding,” ujar Roy.

Ia berharap dukungan, doa, dan perhatian masyarakat Natuna terus mengalir kepada seluruh atlet yang masih berjuang. Menurutnya, dukungan orang tua juga memiliki peran penting dalam membangun semangat dan kepercayaan diri atlet selama mengikuti kompetisi.

Di sisi lain, Muhammad Faizan, orang tua Farid, mengaku selalu memberikan dukungan terhadap aktivitas olahraga yang dijalani putranya. Baginya, kegiatan olahraga merupakan salah satu aktivitas positif yang dapat membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan mental anak.

“Sebagai orang tua, saya selalu mendukung kegiatan anak, apalagi kegiatan yang sifatnya positif,” tuturnya.

Faizan juga menceritakan bahwa pertandingan final berlangsung cukup menegangkan. Meski sempat terjadi insiden yang berujung pada pengenaan denda, hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan mental Farid untuk menyelesaikan pertandingan hingga berhasil meraih kemenangan.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Natuna yang telah memberikan dukungan dan doa kepada putranya selama bertanding di Porprov Kepri VI.

Sementara itu, Farid Feidiansyah mengaku bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya. Ia menyadari bahwa medali emas tersebut bukan semata-mata hasil perjuangan pribadi, melainkan juga berkat doa dan dukungan banyak pihak.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu semua atas doa serta dukungannya. Berkat doa tersebut, saya bisa meraih medali emas ini. Terima kasih juga kepada seluruh masyarakat Natuna yang telah memberikan dukungan kepada saya,” ungkap Farid.

Keberhasilan Farid kini menjadi suntikan motivasi bagi empat atlet karate Natuna lainnya yang masih akan menjalani pertandingan. Raihan emas tersebut sekaligus membuka harapan bagi kontingen Forki Natuna untuk kembali

(Herry)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles