CENTRALNEWS.ID, BATAM – Pelaksanaan masa reses yang digelar Anggota DPRD Kota Batam, Surya Makmur Nasution, belakangan menjadi perhatian masyarakat. Bukan karena materi aspirasi yang disampaikan, melainkan karena tidak terlihatnya identitas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada berbagai atribut kegiatan yang beredar di ruang publik.
Dalam sejumlah dokumentasi kegiatan, spanduk yang digunakan hanya menampilkan nama dan jabatan Surya Makmur sebagai anggota DPRD Kota Batam tanpa disertai lambang ataupun identitas PKB.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan berbagai komentar dari masyarakat maupun kalangan simpatisan partai.
Sebagian pihak menilai keberadaan identitas partai dalam kegiatan reses memiliki makna penting sebagai bentuk pertanggungjawaban politik kepada masyarakat.
Sebab, seorang anggota legislatif memperoleh mandat melalui partai politik yang mengusungnya dalam kontestasi pemilihan umum.
Sejumlah kader dan simpatisan PKB mengaku mempertanyakan alasan tidak ditampilkannya simbol partai dalam kegiatan tersebut.
Menurut salah satu simpatisan PKB yang enggan disebutkan namanya, selama ini atribut partai hampir selalu menjadi bagian dari agenda resmi anggota legislatif, khususnya saat melaksanakan reses di daerah pemilihan.
Dia berharap tidak muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat dan meminta agar persoalan tersebut dapat dijelaskan secara terbuka apabila memang terdapat alasan tertentu di balik penggunaan atribut kegiatan.
Sementara itu, pengamat politik lokal menilai, dalam dunia politik, penggunaan identitas partai bukan sekadar persoalan visual, tetapi juga menyangkut komunikasi politik antara wakil rakyat, partai pengusung, dan konstituen.
Meski tidak ada aturan yang secara eksplisit mewajibkan pemasangan logo partai dalam setiap kegiatan reses, keberadaannya dinilai menjadi simbol keterikatan politik seorang legislator dengan partai yang mengantarkannya ke kursi parlemen.
Di sisi lain, sebagian masyarakat berpendapat bahwa substansi kegiatan reses tetap harus menjadi fokus utama, yakni menyerap aspirasi warga dan memperjuangkannya melalui lembaga legislatif.
Namun demikian, mereka menganggap klarifikasi dari pihak terkait tetap diperlukan agar tidak berkembang berbagai asumsi yang dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah publik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Surya Makmur Nasution mengenai alasan tidak dicantumkannya atribut maupun logo PKB dalam kegiatan reses tersebut.
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan maupun jajaran pengurus PKB untuk memperoleh penjelasan sehingga pemberitaan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan.
Catatan redaksi berita ini sebelumnya dihapus dan telah dikembalikan dengan judul serta url yang sama.
Alasan dihapusnya berita ini, karena menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan melanggar kode etik jurnalistik serta Pedoman Pemberitaan Media Siber, sesuai dengan penilaian Dewan Pers.
(ihs)

