CENTRALNEWS.ID, BATAM – Hari pertama puasa Ramadhan 1447 Hijriah di Kota Batam diwarnai dengan musibah banjir yang merendam hampir seluruh penjuru kota, Kamis (19/2/2026).
Hujan deras yang turun tanpa henti sejak pagi hingga malam membuat sejumlah ruas jalan utama dan kawasan permukiman tergenang air.
Genangan air terjadi di berbagai titik, mulai dari kawasan Melcem Tanjung Sengkuang, Batuampar, Jalan Duyung Batu Ampar, Simpang Tiban Center hingga jalan di bawah Fly Over Madani.
Sejumlah jalan di kawasan Batam Center, termasuk di sekitar perumahan warga, juga ikut terendam.
Banjir bahkan merambah jalan-jalan besar yang menjadi akses utama masyarakat.
Jalan depan Panbil Mall yang tidak jauh dari Simpang Batamindo, jalan depan SPBU Simpang Base Camp Batu Aji, hingga ruas jalan dekat Simpang Makam Pahlawan sampai depan SMK Putra Batam terendam air.
Tak hanya itu, Perumahan Permata Putri Sagulung, Gang Mawar Tiban Kampung, serta kawasan Marina Batam di Kecamatan Sekupang turut dilanda banjir.
Air juga merendam Jalan Diponegoro (dari Simpang Sei Harapan menuju Batu Aji), menyebabkan kendaraan terpaksa melawan arus demi menghindari genangan yang cukup dalam.
Di kawasan Windsor, Lubuk Baja, aparat kepolisian turun langsung mengatur lalu lintas.
Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, terlihat berjibaku membantu mengurai kemacetan akibat jalan yang terendam. Jalan utama Nagoya–Jodoh pun tak luput dari genangan air.
Warga Keluhkan Banjir yang berulang.
Zulkayani, warga Tanjungriau, mengaku banjir sudah menjadi langganan setiap hujan deras mengguyur Batam.
“Hari pertama puasa sejumlah warga malah sibuk angkat-angkat barang karena air masuk ke rumah. Setiap hujan deras pasti begini. Kami berharap ada solusi nyata, jangan hanya janji,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Rizka, warga Tiban Ayu.
Ia mengatakan genangan air membuat aktivitas warga terganggu, terlebih di hari pertama Ramadhan.
“Biasanya hari pertama puasa kita fokus ibadah dan persiapan buka puasa. Tapi ini malah waswas karena air terus naik. Jalan juga macet parah,” kata Rizka.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat langkah konkret dari Pemerintah Kota Batam maupun BP Batam terkait penanganan banjir yang meluas tersebut.
Warga berharap ada upaya serius untuk mengatasi persoalan drainase dan tata kelola air yang dinilai menjadi penyebab utama banjir di kota industri tersebut.(bur)


