18.8 C
New York
Sabtu, November 7, 2026

Pertamina Sebar Call Centre, Hubungi Jika Ada Antrean SPBU saat Isi Bahan Bakar

CENTRALNEWS.ID, BATAM – PT Pertamina (Persero) memberi nomor layanan publik.

Nomor ini berfungsi jika konsumen menemukan antrean panjang di SPBU saat pengisian bahan bakar minyak.

Pertamina menegaskan, akan langsung menindaklanjuti laporan konsumen jika terjadi permasalahan di SPBU.

Potensi antrean panjang bisa terjadi, terlebih setelah Pertamina menaikkan harga Pertamax.

Untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), harga Pertamax dijual dengan harga Rp 13 ribu per liter.

Sementara Pertalite menjadi Rp 7.650. Kemudian harga Pertamax Turbo Rp 15.100, Dexlite Rp 13.550 dan Pertamina DEX Rp 14.300.

Naiknya harga Pertamax ini berpotensi bagi pengguna kendaraan bermotor beralih menggunakan Pertalite.

Pertamina pun sebelumnya juga melarang pembelian Pertalite melalui jeriken.

Alasannya, karena perubahan status dari BBM tersebut.

Sebelumnya, Pertalite berstatus Jenis BBM Umum (JBU).

Sekarang, sudah ditetapkan menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).

JBKP adalah bahan bakar yang berasal dan/atau diolah dari minyak bumi yang telah dicampurkan dengan bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar lain dengan jenis, standar, dan mutu tertentu yang didistribusikan di wilayah penugasan.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 03/Mandau Maksimalkan Patroli Pencegahan Karhutla di Jalan Rangau - Duri

Sementara untuk Pertalite sendiri, berarti pemerintah memberikan penugasan kepada Pertamina untuk mendistribusikan Pertalite di wilayah tertentu dan disertai penetapan kuota tahunan yang disubsidi.

Subsidi dari pemerintah ke Pertamina diambil dari dana APBN.

Definisi dari JBKP dijelaskan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) harus menjadi perhatian utama pelayanan di SPBU/Lembaga Penyalur BBM, mengingat Pertalite merupakan BBM jenis Gasoline yang termasuk kategori barang mudah terbakar.

Pertamina juga bakal memberi tindakan bila terjadi pelanggaran pelayanan Pertalite sesuai ketentuan yang berlaku.

″Pada saat pengisiaan BBM di SPBU apabila ditemukannya antrean panjang kami harapakan masyarakat dapat menghubungi Call Center 135,” sebut Sales Area Manager (SAM) Retail Kepri PT Pertamina (Persero), Mahfud Nadyo Hantoro di Polda Kepri, Sabtu (9/4/2022).

Baca Juga :  PLN Batam Jelaskan Perhitungan Tagihan Listrik dan Mekanisme Kompensasi Pasca-Gangguan

Dalam rapat bersama Kapolda Kepri di ruang video conference Polda Kepri, PT Pertamina menjamin ketersediaan stok BBM di Kepri selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Mahfud mengatakan, sampai saat ini stok ketersediaan BBM dalam keadaan baik dalam menghadapi lebaran Idul Fitri.

Bahkan pihaknya saat ini telah membentuk satgas, dengan harapan dapat mengawasi penyaluran BBM di wilayah Kepri.

Sehingga tidak ada masalah dan masyarakat dapat terlayani hingga tidak perlu khawatir dengan ketersediaan BBM.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat Kepri bagi yang mampu silahkan menggunakan BBM yang sesuai dengan peruntukannya.

″Ketersedian Pertalite, Bio Solar, maupun LPG untuk masyarakat sampai saat ini stok masih tersedia sangat baik,” katanya.

Baca Juga :  Siapa Saja yang Disadap Listyo Sigit, Sasar Presiden Prabowo Hingga Tokoh Politik, Media dan Pengusaha

“Bagi masyarakat apabila ada hal yang ingin disampaikan mengenai Pertamina silahkan hubungi Call Center 135,” tutyp SAM Retail Kepri PT Pertamina (Persero), Mahfud Nadyo Hantoro.

Di tempat yang sama, Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman mengatakan upaya yang telah dilakukan oleh Polda Kepri dan jajaran untuk mengantisipasi kelangkaan BBM salah satunya dengan berkoordinasi dengan Pertamina untuk realisasi pendistribusian dan penjualan BBM di Kepri.

Kemudian jika terjadi pelanggaran, Polda Kepri akan melakukan penegakkan hukum terhadap pelaku Tindak Pidana Migas.

″Selama Puasa dan menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah/2022 Masehi, belum terjadi kelangkaan BBM Bersubsidi baik Pertalite maupun Bio Solar dan tidak terdapat antrean panjang di SPBU-SPBU di Wilayah Provinsi Kepri,” ungkap Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman.(dkh)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles