-4.4 C
New York
Jumat, Januari 16, 2026

Kemenpar Apresiasi Inovasi Bintan, Pesta Gonggong Dinilai Unik dan Bernilai Jual Tinggi

CENTRALNEWS.ID, BINTAN – Upaya Pemerintah Kabupaten Bintan dalam mengembangkan sektor pariwisata mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara untuk kawasan Asia Tenggara, Dedi Ahmad Kurnia, menilai Bintan memiliki pendekatan yang unik dan konsisten dalam menarik minat wisatawan.

Apresiasi tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri kegiatan penyambutan wisatawan di kawasan Lagoi Bay, Kamis (1/1/2026).

Ia menilai, keterlibatan langsung Bupati Bintan Roby Kurniawan beserta jajaran dalam menyambut wisatawan menjadi bukti kuat komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pelancong.

“Tidak semua daerah melakukan penyambutan wisatawan secara langsung seperti ini. Bintan punya keunggulan karena pemerintahnya hadir dan memberi kesan hangat kepada para tamu,” ujar Dedi.

Baca Juga :  TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra, Jaringan dan Layanan Digital Kembali Normal

Selain keramahan, Dedi juga menyoroti cara Bintan mempromosikan pariwisata melalui pendekatan budaya lokal, salah satunya lewat Pesta Gonggong.

Menurutnya, gonggong merupakan kekayaan kuliner khas yang hanya dimiliki Bintan dan berpotensi besar menjadi daya tarik wisata.

“Gonggong ini sangat unik karena hanya ada di Bintan. Ini kekuatan yang tidak dimiliki daerah lain. Tinggal bagaimana dikemas dan dipromosikan agar semakin dikenal luas,” katanya.

Tak hanya itu, Dedi juga mengapresiasi langkah Pemkab Bintan yang secara aktif meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui pelatihan bahasa asing bagi masyarakat pelaku wisata.

“Pelatihan bahasa Inggris sangat penting. Ini akan membantu wisatawan merasa lebih nyaman dan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pariwisata,” tambahnya.

Baca Juga :  BP Batam Terus Kembangkan Pariwisata Batam Sebagai Motor Penggerak Perekonomian

Lebih lanjut, Dedi mendorong agar promosi gonggong tidak hanya berhenti pada event, tetapi juga diperkuat melalui narasi digital.

Menurutnya, cerita tentang asal-usul gonggong, cara pengolahan, hingga budaya mengonsumsinya perlu ditulis secara menarik dan konsisten.

“Kalau sering diangkat dalam tulisan, apalagi dalam bahasa Inggris, ini bisa menjadi tren di mesin pencari,” katanya.

“Anak-anak muda yang sudah dilatih bahasa Inggris bisa ikut menulis tentang gonggong atau potensi wisata Bintan yang belum banyak dikenal,” jelasnya.

Dengan strategi promosi yang tepat dan dukungan sumber daya manusia yang mumpuni, Dedi optimistis pariwisata Bintan akan semakin dikenal di tingkat internasional.(ndn)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles