22.1 C
New York
Senin, Mei 20, 2024

Kasmarni, dan Komitmen Pengentasan Stunting di Negeri Junjungan

CENTRALNEWS.ID, BENGKALIS – Sejak awal, Bupati Bengkalis Kasmarni, S.Sos., M.MP kian ulet menyuarakan pencegahan dan pengentasan stunting di tengah masyarakat.

Sejak masih menjabat sebagai Camat Pinggir, menjadi motor penggerak PKK Kabupaten Bengkalis, hingga menjadi Nakhoda di Negeri Junjungan ia seolah tak henti mengulik polemik stunting.

Saat ini, ia berkomitmen untuk menurunkan, bahkan segera mengentaskan angka stunting di Kabupaten Bengkalis. Bupati Kasmarni terus bergelora dalam melaksanakan sejumlah program di tengah masyarakat, dengan tujuan pengentasan stunting.

Beberapa waktu lalu, ia bersama pemerintah desa (Pemdes) Balai Pungut, Kecamatan Pinggir tampak menyerahkan sejumlah bantuan untuk masyarakat Desa.

Bantuan dengan tujuan pengentasan stunting itu langsung diserahkan oleh Kasmarni, didampingi ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis Hj. Siti Aisyah dan Sekda H. Bustami HY.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada Ibu Hamil, Anak Stunting dan Remaja Putri. Usai penyerahan, pemimpin di Negeri Junjungan ini juga meninjau bazar olahan pangan bernilai gizi tinggi yang ditaja oleh PKK Desa Balai Pungut.

Mengapresiasi hal itu, Kasmarni mengaku bangga. Ia pun mengatakan, ada beberapa gerakan konkrit yang dapat diterapkan dalam mencegah stunting. “Pertama, yakni setiap desa harus mengidentifikasi latar belakang keluarga dalam taraf ekonomi menengah kebawah,” kata Kasmarni, sebagaimana dilansir, Sabtu (26/6).

“Kedua, Penggalakan fasilitas Posyandu harus maksimal untuk melayani balita seperti imunisasi dan timbang berat badan,” tambahnya.

Sedangkan yang ketiga, aparat desa harus memberikan pengetahuan atau edukasi yang lebih cakap terhadap lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Sejak dini, tanamkan edukasi untuk mencegah stunting. Jadi akan tumbuh kesadaran sedari kecil,” sarannya.

Kasmarni juga menjelaskan, Pemkab Bengkalis sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tentang penetapan desa lokasi fokus (Lokus) pencegahan dan penanggulangan stunting.

“Pada tahun 2021, ada sebanyak 15 Desa lokus stunting di 4 Kecamatan, yakni Rupat Utara, Mandau, Pinggir dan Bantan,” ujarnya.

Kemudian pada tahun 2022, lokus stunting ditetapkan sebanyak 23 desa terdiri dari 6 Kecamatan, yakni Bandar Laksamana, Bathin Solapan, Talang Muandau, Bengkalis, Rupat dan Siak Kecil.

Kasmarni berharap, pemetaan lokasi fokus tersebut mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten Bengkalis. Tak lupa, pada kesempatan itu juga Bupati Kasmarni meninjau pelaksanaan penyuluhan stunting dan IVA Test dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28.

“Intinya, stunting harus kita cegah dan entaskan bersama,” pungkasnya.*Bres

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles