29.8 C
New York
Sabtu, Mei 25, 2024

Cegah Penyebaran COVID-19, Pemerintah Gelar Sosialisasi di Pematang Pudu

CENTRALNEWS.ID, DURI – Bertempat di lantai II balai pertemuan kantor Kelurahan Pematang Pudu, Pemerintah Kecamatan Mandau menggelar sosialisasi pencegahan penularan wabah pandemi COVID-19, Senin (16/8).

Dibuka oleh Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si diwakili Kasi Trantib M. Vicky, S.STP, sosialisasi itu dituju untuk lebih mendisiplinkan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Pencegahan penyebaran COVID-19 sangat penting kita lakukan. Baik dengan menjalankan protokol kesehatan, menerima vaksin dan berbagai cara lainnya,” kata Vicky dihadapan seluruh peserta sosialisasi.

Pemerintah Kecamatan Mandau menggelar sosialisasi pencegahan penularan wabah pandemi COVID-19 | Foto: Bres

Sampai saat ini, lanjut dia, pemerintah kecamatan Mandau masih konsisten dan gencarnya melancarkan operasi yustisi di tengah masyarakat. Mulai dari berbagi masker, memberi penyuluhan, membubarkan keramaian, sampai dengan operasi gabungan berujung sidang ditempat terus digalakkan.

Tujuannya, untuk semakin mendisiplinkan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes) dalam kesehariannya. “Dengan bergotong royong dan menerapkan protokol kesehatan, Inshaallah, pandemi ini mampu kita lalui dengan baik,” serunya.

Mengulik lebih lengkap, Lurah Pematang Pudu melalui Kepala UPT Puskesmas Pematang Pudu, drg. Silvia Febriani menjelaskan, dewasa ini seluruh masyarakat di Kecamatan Mandau – Duri sangat antusias mengikuti giat vaksinasi COVID-19 yang digelar oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis.

Vaksinasi, kata drg. Silvia, ditujukan agar herd immunity bisa terbentuk maksimal di tengah kehidupan masyarakat Kecamatan Mandau. Ia menilai, vaksin bisa mengurangi risiko atau dampak paparan COVID-19 dengan terbentuknya imunitas atau antibodi di dalam tubuh.

“Terlebih orang-orang tua (lansia), sangat penting divaksin. Tujuannya, agar mereka atau golongan itu bisa lebih terhindar dari dampak berat dari paparan virus corona. Contoh, orang yang belum divaksin sangat berisiko terpapar gejala berat,” papar drg. Silvia.

Pemerintah Kecamatan Mandau menggelar sosialisasi pencegahan penularan wabah pandemi COVID-19 | Foto: Bres

Belakangan, kata dia, banyak berhembus kabar bahwa orang-orang yang telah divaksin tidak akan terjangkit virus mendunia ini. Membantah isu itu, Silvi menegaskan bahwa paparan virus masih berpotensi menulari siapa saja, bahkan warga yang telah divaksin sampai dua kali sekalipun masih bisa terpapar alias positif.

Akan tetapi, ia menyebut setiap warga yang telah divaksin dan akhirnya positif COVID-19, maka dampak atau gejalanya tak akan terlalu berat terasa. “Dalam artian, vaksin bisa membentuk imunitas tubuh dan meringankan gejala atau dampak buruknya bagi tubuh,” jelasnya.

Dengan vaksinasi COVID-19, katanya, herd immunity bisa lebih cepat tercapai guna mewujudkan pemulihan kehidupan masyarakat dan ekonomi secara menyeluruh.

PBB Minta Pesta Rakyat Ditertibkan

Dalam kesempatan itu, Plt. Ketua PAC PBB Kecamatan Mandau, Saut Nadapdap menyebut, kebanyakan klaster COVID-19 di Duri ialah hasil akhir dari pesta atau hajatan warga yang marak digelar dan memicu kerumunan akhir-akhir ini.

Pemerintah Kecamatan Mandau menggelar sosialisasi pencegahan penularan wabah pandemi COVID-19 | Foto: Bres

Hasilnya, cukup banyak warga terpapar virus pasca pesta. Mulai dari paparan tanpa gejala, bergejala ringan, berat bahkan sampai dengan meninggal dunia pun kian marak terjadi.

Atas keadaan itu, Saut meminta Satgas COVID-19 Kecamatan Mandau untuk lebih tegas dalam menindak kerumunan atau hajatan yang banyak memicu keramaian dan pelanggaran besar-besaran protokol kesehatan.

“Satgas COVID-19 bisa turun ke acara-acara pesta, hajatan dan setiap hal yang memicu kerumunan. Sebab, pelanggaran prokes rawan terjadi. Dampaknya, penularan virus akan lebih cepat terjadi,” kata Saut.

Menanggapi masukan itu, Komandan Rayon Militer (Danramil) 04/Mandau Kapt. Arh. H. Sitorus menyebut bahwa pihaknya bersama Kapolsek dan Camat Mandau telah berulang kali memberi imbauan, teguran bahkan tak segan membubarkan keramaian bila terjadinya (dugaan) pelanggaran protokol kesehatan.

Di wilayah binaannya, kata Danramil, penertiban hajatan sarat pelanggaran prokes gencar dilakukan. “Bahkan, beberapa waktu lalu, Satgas Mandau sudah memanggil seluruh pemilik Aula atau Balai Pertemuan (Adat Batak) untuk berkoordinasi terkait pelaksanaan pesta atau resepsi pernikahan,” jawab Danramil Mandau.

Dalam pertemua tersebut, dijelaskan bahwa setiap balai adat yang berkapasitas maksimal 500 orang bisa diisi maksimal 200 tamu undangan saja.

Pemerintah Kecamatan Mandau menggelar sosialisasi pencegahan penularan wabah pandemi COVID-19 | Foto: Bres

 

Bila imbauan itu tak diindahkan, maka petugas gabungan akan melakukan penertiban berujung penghentian pesta atau hajatan. Selain itu, bila imbauan itu lagi-lagi tak diindahkan, maka balai pertemuan atau Aula tersebut bakal dikenakan sanksi penutupan sementara waktu.

“Contoh, bila suatu aula kapasitas maksimalnya bisa menampung 500 orang, saat ini tak boleh lebih dari 200 orang. Begitu seterusnya, kalau ada yang melanggar, akan kita bubarkan. Aulanya juga terpaksa (akan) kita tutup sementara,” ungkap Kapt. Arh. H. Sitorus dihadapan seluruh peserta sosialisasi.

Namun demikian, pihaknya tak sama sekali melarang masyarakat yang hendak melangsungkan acara atau hajatan. Namun ketentuannya, wajib dikomunikasikan dahulu kepada Satgas COVID-19 Mandau agar tata laksananya bisa disesuaikan dengan protokol kesehatan dan meminimalisir pelanggaran.

“Sampai saat ini belum ada acuan aturan pelarangan pesta. Makanya, kita masih sebatas mengimbau. Tapi kalau jelas-jelas ada pelanggaran, tak segan kita tertibkan. Ini demi kepentingan seluruh warga Duri, maka kita harus sama-sama makhlum,” cetusnya.

Pemerintah Kecamatan Mandau menggelar sosialisasi pencegahan penularan wabah pandemi COVID-19 | Foto: Bres

Mendengar padatnya proses penyampaian materi dan sesi tanya jawab, Kasi Trantib Mandau, M. Vicky kembali mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan dan diharap mampu menjadi motor penyampai pesan yang baik terkait sosialisasi pencegahan penyebaran COVID-19 ini kepada masyarakat luas.

“Semoga semua yang hadir saat ini bisa menjadi motor penyampai yang baik kepada masyarakat terkait sosialisasi ini. Tujuannya, agar pandemi COVID-19 lebih mampu kita tanggulangi bersama,” harap Vicky.

Pelaksanaan sosialisasi itu diikuti berbagai elemen masyarakat, tetua adat dan tokoh agama, organisasi masyarakat sepeti Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kecamatan Mandau dibawah komando (Plt) Saut Nadapdap, Ranting Air Jamban yang diketuai Manatar Situmorang, Karang Taruna (KT) Mandau yang diketuai Robby Ardi, segenap insan pers dan masing-masing Babinsa, serta Bhabinkamtibmas setempat.

Pelaksanaan sosialisasi ini berjalan lancar dan berlandaskan protokol kesehatan ketat, serta diawasi dengan sangat baik oleh satgas COVID-19 Mandau dan Kelurahan Pematang Pudu.(*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles