CENTRALNEWS.ID, NATUNA – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Raden Sadjad (RSA) terus memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Natuna.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui patroli gabungan bersama unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang dilaksanakan pada Sabtu (31/10/2026) malam. Kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada pemantauan situasi keamanan lingkungan, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk mendeteksi sejak dini potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Natuna.
Patroli gabungan tersebut merupakan inisiatif Lanud RSA sebagai tindak lanjut arahan Panglima Komando Operasi Udara I serta perintah Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., dalam rangka memperkuat penanggulangan Karhutla sekaligus meningkatkan pembinaan teritorial.
Kegiatan patroli dipimpin Kepala Seksi Penyidikan Satuan Polisi Militer Angkatan Udara (Satpomau) Lanud RSA, Kapten Pom Akhmad Muktafa. Sebelum bergerak menuju sejumlah titik sasaran, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel pengarahan untuk menyamakan persepsi dan memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai prosedur.
Dalam arahannya, personel diingatkan agar senantiasa mengedepankan pendekatan humanis ketika berinteraksi dengan masyarakat, mengutamakan faktor keselamatan, menjaga komunikasi dan koordinasi antarpersonel, serta melaksanakan tugas sesuai arahan pimpinan.
Patroli melibatkan personel Satpomau dan Babinterau Lanud RSA, Babinsa Kodim, Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad), Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Natuna.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi wujud nyata sinergi lintas instansi dalam menciptakan situasi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif. Seluruh personel bergerak bersama menyusuri sejumlah ruas jalan, kawasan permukiman, serta titik-titik aktivitas masyarakat yang dinilai perlu mendapat perhatian.
Pelaksanaan patroli dilakukan secara berkala dengan pola pergerakan acak. Langkah ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengawasan, mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memantau kemungkinan munculnya titik api yang berisiko berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan.
Adapun rute patroli dimulai dari Pos Penjagaan Satpomau Lanud Raden Sadjad menuju Alun-alun Pantai Piwang, Jalan Soekarno-Hatta, Lampu Merah Ranai, Jalan Sudirman, Lampu Merah Puskesmas, Jalan Kolonel Pnb Sumihar Sihotang, hingga Jalan Soebrantas.
Di kawasan Alun-alun Pantai Piwang, personel melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat yang sedang berkunjung dan beraktivitas. Selain memastikan situasi tetap aman dan tertib, petugas juga berinteraksi langsung dengan warga untuk menyampaikan imbauan mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan.
Masyarakat turut diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, tidak melakukan pembakaran sembarangan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Dari kawasan Pantai Piwang, rombongan melanjutkan patroli menuju wilayah Bandarsyah, Bukit Arai atau kawasan Kantor Bupati Natuna, Jalan Adam Malik Batu Hitam, serta Jalan Yos Sudarso di sekitar Gedung Sri Serindit. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, personel kembali ke Pos Satpomau Lanud RSA.
Melalui kegiatan ini, Lanud Raden Sadjad berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan mencegah Karhutla semakin meningkat. Kehadiran aparat gabungan di tengah masyarakat juga diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap upaya pengamanan wilayah.
Patroli gabungan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di wilayah perbatasan. Dengan koordinasi yang solid, pengawasan wilayah dapat dilakukan secara lebih optimal, sehingga potensi gangguan keamanan maupun bencana kebakaran dapat diantisipasi sedini mungkin.
Sinergi lintas instansi ini diharapkan terus terpelihara dan dilaksanakan secara berkelanjutan demi mewujudkan Kabupaten Natuna yang aman, tertib, serta tangguh dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
(Herry)

