10.9 C
New York
Selasa, Oktober 27, 2026

Pemkab Natuna Perkuat Sinergi dengan BWS Sumatera IV, Irigasi dan Ketersediaan Air Baku Jadi Prioritas

CENTRALNEWS.ID, NATUNA – Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV guna mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam mendukung produktivitas sektor pertanian, meningkatkan ketersediaan air baku bagi masyarakat, serta mengoptimalkan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.

Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan serah terima hibah barang milik negara (BMN) berupa pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Natuna, yang dirangkaikan dengan pembahasan sinkronisasi program dan kegiatan BWS Sumatera IV untuk periode 2027–2029. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Natuna, Senin (26/10/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah bersama BWS Sumatera IV untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan infrastruktur sumber daya air dengan perencanaan program ke depan. Melalui koordinasi yang intensif, berbagai usulan pembangunan diharapkan dapat dipersiapkan secara matang, tepat sasaran, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Natuna.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Boy Wijanarko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Agus Supardi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Wan Syazali, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPAD) Suryanto, serta Kepala Bapperida Natuna yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Moestofa Al Baqry. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta perwakilannya.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi dan Keterbukaan Informasi, Bupati Cen Sui Lan Rangkul Insan Pers untuk Bangun Natuna

Sementara dari BWS Sumatera IV Batam, hadir Plh. Kepala BWS Sumatera IV Batam Nedy Hidayat, Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Junaiedy Malay, Kasi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air Wildan Patria Islami, Kasi Operasional dan Pemeliharaan Nul Hanif Sutama, serta Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Dadang Ridwan.

Dalam sambutannya, Bupati Natuna Cen Sui Lan menekankan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Menurutnya, koordinasi yang baik menjadi kunci agar setiap program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam mendukung sektor pertanian, penyediaan air baku, serta penanganan berbagai persoalan infrastruktur pengairan.

Ia menilai, keterlibatan BWS Sumatera IV  memiliki peran penting dalam memperkuat pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Natuna. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarlembaga perlu terus ditingkatkan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, hingga pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun.

“Dengan adanya koordinasi langsung bersama BWS Sumatera IV Batam, diharapkan komunikasi terkait pelaksanaan kegiatan, perkembangan pekerjaan, serta perencanaan program pembangunan di Kabupaten Natuna dapat berjalan lebih efektif dan selaras dengan kebutuhan daerah,” ujar Cen Sui Lan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga harus memastikan bahwa fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh sebab itu, setiap program perlu diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Pemkab Natuna Apresiasi BNI, Salurkan Bantuan Pendidikan dan Beasiswa bagi Siswa Sekolah Rakyat 32

Dalam kesempatan yang sama, serah terima hibah pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) menjadi salah satu agenda penting, terutama dalam memastikan keberlanjutan pengelolaan aset infrastruktur yang telah dibangun. Penyerahan tersebut diharapkan memperjelas pengelolaan dan pemeliharaan aset sesuai ketentuan serta kewenangan masing-masing pihak, sehingga infrastruktur dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.

Berdasarkan paparan BWS Sumatera IV , pembangunan JIAT di kawasan Gunung Putri, Kecamatan Bunguran Batubi, mencakup tiga lokasi dengan panjang jaringan saluran sekitar 3 kilometer. Infrastruktur tersebut memiliki cakupan lahan sawah potensial sekitar 30 hektare, dengan debit air sumur mencapai kurang lebih 3 liter per detik pada masing-masing lokasi.

Seluruh pekerjaan pembangunan JIAT tersebut dilaporkan telah selesai. Keberadaan jaringan irigasi ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian, menjaga ketersediaan air bagi petani, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Natuna.

Ketersediaan air yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian. Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang dikelola secara baik, petani diharapkan memiliki akses air yang lebih terjamin sehingga pengelolaan lahan dapat dilakukan secara lebih optimal sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Selain membahas serah terima aset, pertemuan tersebut juga difokuskan pada sinkronisasi kebutuhan pembangunan daerah dengan rencana program BWS Sumatera IV untuk periode 2027–2029. Pembahasan ini mencakup kesiapan usulan daerah, aspek teknis, persyaratan lingkungan, serta dukungan anggaran yang diperlukan agar rencana pembangunan dapat dipersiapkan secara terarah dan realistis.

Baca Juga :  Bupati Cen Sui Lan Lepas Kontingen Natuna ke Porprov VI Kepri 2026, Targetkan Medali Emas Sebanyak-banyaknya

Dalam pemaparan programnya, BWS Sumatera IV  turut menyampaikan sejumlah rencana pengembangan infrastruktur strategis di Kabupaten Natuna. Di antaranya pembangunan Embung Kelanga yang direncanakan untuk mendukung kebutuhan air baku masyarakat serta pengairan di empat desa.

Rencana pembangunan embung tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan infrastruktur penyediaan air, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menunjang aktivitas di wilayah yang membutuhkan ketersediaan air secara berkelanjutan.

Selain itu, sejumlah rencana lainnya turut dibahas, meliputi pengamanan Pantai Piwang, pengamanan kawasan Bandara Raden Sadjad dan akses menuju Pelabuhan Penagi, serta perencanaan pengendalian banjir di Kota Ranai. Berbagai program tersebut dinilai penting dalam mendukung perlindungan kawasan pesisir, menjaga infrastruktur strategis, serta mengantisipasi potensi persoalan banjir di kawasan perkotaan.

Pemerintah Kabupaten Natuna berharap pembahasan dan sinkronisasi tersebut dapat menjadi landasan untuk memperkuat usulan pembangunan daerah agar selaras dengan program pemerintah pusat. Dengan perencanaan yang terintegrasi dan koordinasi lintas instansi yang berkesinambungan, berbagai kebutuhan infrastruktur di Natuna diharapkan dapat ditangani secara bertahap berdasarkan skala prioritas.

Melalui penguatan sinergi dengan BWS Sumatera IV , Pemkab Natuna optimistis pembangunan infrastruktur sumber daya air dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pelayanan dasar, penguatan ketahanan sektor pertanian, dan pemenuhan kebutuhan air baku masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan di Kabupaten Natuna tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada keberlanjutan fungsi, efektivitas pemanfaatan, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

(Herry)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles