CENTRALNEWS.ID, LINGGA – Prestasi gemilang kembali ditorehkan para pesilat muda Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Turun dalam Kejuaraan King of Champions di Mall Botania 2 (MB 2) Batam, kontingen Lingga sukses mengumpulkan 12 medali.
Dari total tersebut, lima medali merupakan emas, lima perak, dan dua lainnya perunggu. Kejuaraan yang berlangsung pada 2 hingga 4 Oktober 2026 itu menjadi ajang pembuktian kemampuan para pesilat muda Lingga di tengah persaingan yang cukup kompetitif.
Kompetisi tersebut diikuti berbagai perguruan pencak silat dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dari sejumlah daerah di Kepulauan Riau. Persaingan semakin berwarna karena turnamen juga diikuti atlet dari luar Indonesia, termasuk Malaysia dan Singapura.
Salah satu capaian yang mencuri perhatian datang dari Khayla Khayrunnisa Pradita. Pelajar SMAN 1 Singkep itu sukses meraih medali emas sekaligus dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Kategori Remaja.
Pelatih Pencak Silat Lingga, Tengku Amir Effendy, mengapresiasi kerja keras seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama daerah dalam kompetisi tersebut.
Menurutnya, keberhasilan meraih medali merupakan hasil yang patut disyukuri, tetapi bukan satu-satunya alasan kontingen Lingga mengikuti turnamen. Kompetisi tersebut juga menjadi sarana bagi atlet untuk memperbanyak pengalaman sekaligus meningkatkan kemampuan teknis dan strategi bertanding.
“Juara hanya bonus. Tujuan utama kami mengikuti kegiatan ini adalah untuk menambah perbendaharaan ilmu dan jam terbang. Selain itu, ini penting untuk membentuk mental tanding dan karakter atlet agar menjadi lebih baik lagi di kejuaraan-kejuaraan kedepannya,” ujar Tengku Amir, Rabu (7/10/2026).
Ia mengatakan, kesempatan menghadapi lawan dari berbagai daerah bahkan negara lain memberikan pengalaman berharga bagi para atlet. Menurutnya, situasi pertandingan dengan karakter lawan yang beragam dapat membantu membangun keberanian, mental kompetitif, dan kematangan atlet.
Tengku Amir juga memberikan apresiasi kepada para orang tua atlet yang terus memberikan dukungan. Terlebih, keikutsertaan kontingen Lingga dalam kejuaraan tersebut dilakukan secara mandiri, dengan biaya keberangkatan dan kebutuhan pertandingan ditanggung masing-masing peserta.
Keterbatasan pembiayaan tersebut tidak membuat para atlet kehilangan semangat. Mereka tetap tampil maksimal dan berusaha memberikan hasil terbaik selama pertandingan berlangsung.
“Terlepas dari kegiatan ini yang bersifat mandiri dengan segala keterbatasan, saya salut kepada para atlet yang tetap bertanding dengan semangat penuh. Terima kasih kepada para orang tua atas dukungan dan sumbangsih yang luar biasa,” katanya.
Ia berharap dukungan keluarga dan konsistensi para atlet dalam menjalani latihan dapat terus dipertahankan. Dengan demikian, pembinaan pencak silat di Kabupaten Lingga diharapkan semakin berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi.
Adapun lima medali emas yang diraih kontingen Lingga masing-masing dipersembahkan Tengku Fathin Nazifa Azzahira dari MTsN Lingga, Tengku Rafisqy Arfhadian Effendy dari SD Negeri 001 Singkep Pesisir, Azam Santriawan dari SMAN 1 Singkep, Alkhalifi Zikri Hady dari SD Negeri 001 Singkep, serta Khayla Khayrunnisa Pradita dari SMAN 1 Singkep.
Sementara lima medali perak diraih Denio Arengga dari SMAN 1 Singkep, Mega Putri Maharani dari MTsN Lingga, Khalila Dzakiya dari MTsN Lingga, Rafhasya Azka Ramadhan dari SMAN 1 Singkep, serta Apsu Prishelvia Tri Putri pada kategori umum.
Dua medali perunggu masing-masing dipersembahkan Aditya Zaki Ramadhan dari SMP Negeri 1 Singkep dan Afiqah Aqila dari MTsN Lingga.
Raihan 12 medali tersebut menjadi catatan positif bagi kontingen Lingga. Selain menambah koleksi prestasi, kejuaraan King of Champions juga menjadi pengalaman penting bagi para pesilat muda untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi selanjutnya.(men)

