13.3 C
New York
Selasa, Oktober 6, 2026

SKK Migas dan KKKS Kepulauan Riau Perkuat Sinergi dengan Jurnalis Natuna, Bangun Kepercayaan Publik terhadap Industri Hulu Migas

CENTRALNEWS.ID, NATUNA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Kepulauan Riau menggelar Media Gathering 2026 bersama sekitar 40 jurnalis di Kabupaten Natuna, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat sinergi antara industri hulu migas dan insan pers dalam mendukung keterbukaan informasi serta menjaga kepercayaan publik terhadap sektor energi nasional.

Mengusung semangat membangun komunikasi yang transparan, akurat, dan berkelanjutan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang diskusi mengenai tantangan, peluang, serta kontribusi industri hulu migas bagi pembangunan daerah dan ketahanan energi Indonesia.

Kepala Departemen Komunikasi dan Formalitas SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison, mengatakan di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, industri hulu migas tidak hanya dituntut mampu menjaga dan meningkatkan produksi, tetapi juga harus membangun kepercayaan masyarakat melalui komunikasi publik yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Bupati Cen Sui Lan Rotasi Lima Pejabat Eselon II, Tekankan Integritas dan Kinerja untuk Bangun Natuna

Menurutnya, media memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung keberlanjutan industri hulu minyak dan gas bumi, khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil migas nasional, terutama di kawasan Natuna dan Anambas.

“Media berfungsi sebagai sarana penyebarluasan informasi yang akurat mengenai kegiatan eksplorasi, pengembangan, hingga produksi migas. Peran tersebut sangat penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan utuh mengenai industri hulu migas,” ujar Yanin.

Ia menambahkan, media juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait besarnya kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, hingga mendukung ketahanan energi nasional.

Menurut Yanin, pemberitaan yang berimbang, profesional, dan berbasis fakta akan membantu masyarakat memahami manfaat sekaligus tantangan yang dihadapi industri migas, termasuk dalam aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Baca Juga :  Danlanud RSA Sambangi Bupati Anambas, Perkuat Sinergi dan Komunikasi Kelembagaan

“Media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pemahaman publik sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara industri, pemerintah, dan masyarakat,” katanya.

Selain sebagai penyampai informasi, media juga dinilai memiliki fungsi sebagai jembatan komunikasi antara perusahaan migas, SKK Migas, pemerintah daerah, dan masyarakat. Melalui media, berbagai aspirasi masyarakat dapat tersampaikan, sementara berbagai program tanggung jawab sosial dan pengembangan masyarakat yang dijalankan perusahaan dapat diketahui secara luas oleh publik.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sebagai narasumber Suhendra Atmaja, Media Relation SKK Migas Jakarta, yang memaparkan pentingnya strategi komunikasi publik di sektor energi. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada peran media dalam menyampaikan informasi secara objektif serta membangun narasi positif mengenai industri hulu migas.

Baca Juga :  Ahmad Muzani Soroti Persoalan Natuna: Gas Subsidi, Harga Pangan hingga Layanan Kesehatan

Media Gathering juga diisi dengan sesi diskusi interaktif antara SKK Migas, KKKS wilayah Sumbagut, dan para jurnalis. Berbagai isu terkait perkembangan industri migas, tantangan komunikasi publik, hingga harapan terhadap peningkatan kolaborasi menjadi topik yang dibahas. Diskusi berlangsung konstruktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Melalui kegiatan ini, SKK Migas dan KKKS berharap hubungan kemitraan dengan insan pers semakin erat sehingga penyampaian informasi mengenai sektor hulu migas dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan berimbang.

Dengan potensi migas yang dimiliki Kepulauan Riau, khususnya Natuna dan Anambas, sinergi antara media, pemerintah, dan pelaku industri diharapkan mampu menciptakan komunikasi publik yang efektif. Langkah tersebut diyakini akan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya industri hulu migas sebagai salah satu pilar pembangunan daerah sekaligus penopang ketahanan energi nasional. (*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles