13.6 C
New York
Jumat, Oktober 30, 2026

SKK Migas dan KKKS Kepri Bangun Sinergi dengan Media Anambas, Dorong Ketahanan Energi Nasional

CENTRALNEWS.ID, TAREMPA – Sinergi antara industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dengan insan media di Kepulauan Riau terus diperkuat. SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Kepri menggelar Media Edukasi 2026 di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 40 jurnalis tersebut menjadi ruang komunikasi dan pertukaran informasi mengenai perkembangan industri hulu migas, tantangan dalam menjaga ketahanan energi nasional, hingga perubahan praktik jurnalistik di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Media Edukasi 2026 mengangkat tema “Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Riau dan Insan Media Kepulauan Anambas dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional”.

Selain membahas sektor hulu migas, forum tersebut turut menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin memengaruhi dunia media dan proses kerja jurnalistik.

Kegiatan yang digelar secara hibrida itu dihadiri Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison. Hadir pula sejumlah perwakilan KKKS yang beroperasi di wilayah Kepulauan Riau, yakni Medco E&P Natuna Ltd., Prime Natuna EP, Star Energy (Kakap) Ltd., West Natuna Exploration Ltd., Pertamina East Natuna, Prima Energy North West Natuna Pte. Ltd., dan Kufpec Indonesia (Anambas) B.V.

Para wartawan yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Anambas juga mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pelaku industri, pemerintah, media, dan masyarakat.

Yanin Kholison menyampaikan bahwa perkembangan kebutuhan energi nasional membuat sektor hulu migas menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Menurutnya, keberlanjutan industri tidak hanya berkaitan dengan kegiatan eksplorasi dan produksi, tetapi juga membutuhkan komunikasi publik yang terbuka serta mampu memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi mengenai kegiatan industri hulu migas di Kepulauan Riau, khususnya di wilayah Anambas dan Natuna. Media menjadi salah satu jembatan komunikasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat, termasuk dalam memberikan informasi mengenai kegiatan eksplorasi, pengembangan, dan produksi migas secara akurat dan berimbang,” ujar Yanin.

Pandangan serupa disampaikan Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn. Ia menilai hubungan yang konstruktif antara perusahaan dan media dapat membantu masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai aktivitas serta kontribusi industri hulu migas.

“Kami sangat mengapresiasi hubungan baik yang telah terjalin dengan insan media di Kepulauan Riau, termasuk di Anambas. Kolaborasi yang konstruktif antara industri dan media dapat mendukung penyampaian informasi yang akurat sekaligus memperkuat pemahaman publik mengenai peran sektor hulu migas dalam mendukung ketahanan energi,” kata Leony.

Sementara itu, Government Affairs Senior Manager Prime Natuna EP, Medianestrian, menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara perusahaan dan para pemangku kepentingan. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan industri hulu migas.

“Industri hulu migas beroperasi di tengah masyarakat dan melibatkan banyak pemangku kepentingan. Karena itu, membangun pemahaman yang baik mengenai kegiatan, tantangan, dan kontribusi industri menjadi hal yang penting. Kami melihat media memiliki peran dalam memperluas perspektif tersebut, sekaligus menjadi ruang dialog yang membantu perusahaan memahami aspirasi dan dinamika di masyarakat,” ujar Medianestrian.

Tidak hanya membahas industri hulu migas, Media Edukasi 2026 juga memberikan perhatian terhadap tantangan baru yang dihadapi dunia jurnalistik akibat perkembangan teknologi AI.

Untuk membahas persoalan tersebut, kegiatan menghadirkan wartawan senior sekaligus Ahli Pers Dewan Pers, Nurcholis Basyari. Ia menyampaikan materi bertajuk “Media di Era AI: Menjaga Integritas Jurnalisme di Tengah Revolusi Teknologi”.

Nurcholis menjelaskan bahwa kehadiran AI telah membawa perubahan dalam berbagai tahapan kerja media, mulai dari pengolahan hingga penyajian informasi. Namun, kemudahan teknologi tersebut tetap harus diimbangi dengan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

Menurutnya, verifikasi, akurasi, independensi, serta tanggung jawab kepada publik tetap menjadi bagian penting yang harus dijaga oleh setiap jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

“Teknologi dapat membantu proses kerja jurnalistik, tetapi integritas, verifikasi fakta, dan kode etik tetap menjadi fondasi utama yang tidak dapat digantikan oleh mesin,” ujar Nurcholis.

Melalui kegiatan tersebut, SKK Migas, KKKS, dan insan media di Kepulauan Riau diharapkan dapat terus membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif. Sinergi tersebut dinilai penting, baik dalam menyampaikan perkembangan industri hulu migas kepada masyarakat maupun dalam memperkuat pemahaman publik mengenai kontribusi sektor energi terhadap ketahanan energi nasional.(rom)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles