CENTRALNEWS.ID, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi Kota Batam sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan saat menerima jajaran pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Pertemuan strategis itu dihadiri Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemy Francis, serta Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur Mouris Limanto.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Batam harus menjadi contoh nyata implementasi berbagai agenda strategis pemerintah, mulai dari hilirisasi industri, percepatan industrialisasi, deregulasi, peningkatan investasi, hingga efisiensi sistem logistik nasional.
Menurut Presiden, keunggulan kompetitif Batam tidak hanya bergantung pada letak geografisnya yang strategis, tetapi juga harus didukung oleh kepastian hukum, pelayanan birokrasi yang cepat, serta infrastruktur yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah percepatan modernisasi sektor kepelabuhanan, termasuk rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Batam. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi simpul logistik nasional yang terintegrasi dengan kawasan industri, pusat manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), serta jaringan pelayaran internasional.
Pembangunan pelabuhan tersebut diharapkan mampu memangkas biaya logistik, meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok global.
Dalam kesempatan itu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad melaporkan bahwa berbagai reformasi regulasi yang dilakukan pemerintah, termasuk melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025, telah memberikan dampak positif terhadap iklim investasi di Batam.
Menurutnya, penyederhanaan regulasi dan penguatan kebijakan pengembangan kawasan membuat proses pelayanan investasi menjadi lebih cepat, efisien, dan memberikan kepastian hukum yang lebih baik bagi para investor.
“Melalui berbagai reformasi tersebut, BP Batam menargetkan Batam menjadi kawasan yang semakin produktif, tertata, dan memiliki daya saing tinggi, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat investasi, industri, dan perdagangan yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Amsakar.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat tata kelola organisasi melalui digitalisasi Land Management System (LMS).
Transformasi digital tersebut bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta memberikan kemudahan dalam pelayanan pengelolaan lahan kepada pelaku usaha dan investor.
“Penguatan tata kelola ini diyakini mampu memberikan kepastian hukum yang lebih baik, mempercepat proses investasi, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Batam sebagai destinasi investasi unggulan,” kata Li Claudia.
Di sisi lain, Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis memaparkan perkembangan realisasi investasi yang menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, nilai investasi yang masuk ke Batam mencapai Rp69,3 triliun.
Kinerja tersebut terus berlanjut pada Triwulan I Tahun 2026 dengan realisasi investasi sebesar Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menurut Fary, pertumbuhan investasi tersebut didominasi sektor-sektor bernilai tambah tinggi, seperti industri elektronik, permesinan, pusat data, energi, hingga pengembangan kawasan industri.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo mengarahkan Batam agar menjadi proyek percontohan (pilot project) reformasi investasi nasional melalui digitalisasi layanan, pengawasan berbasis risiko, serta penguatan integritas dalam pengelolaan kawasan.
“Presiden menginginkan Batam menjadi model reformasi investasi nasional yang mengedepankan pelayanan digital, tata kelola yang bersih, dan sistem pengawasan yang modern,” ujar Fary.
Mengakhiri pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan akan mengoordinasikan langkah-langkah strategis lintas kementerian dan lembaga guna mempercepat penyelesaian berbagai isu prioritas di Batam.
Upaya tersebut mencakup harmonisasi regulasi, percepatan pembangunan Pelabuhan Internasional Batam, hingga penguatan berbagai kebijakan yang mampu mendorong Batam berkembang sebagai pusat investasi, industri, dan logistik bertaraf internasional sekaligus menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.(ham)

