CENTRALNEWS.ID, BINTAN – Makan Bergizi Gratis (MBG) seolah tiada henti menjadi bahan olok-olokan.
Dari dua menu MBG yang tersebar di berbagai grup whatsap menyoroti dua menu MBG yang berbeda. Pertama menu dengan penyajian biskuit yang katanya bisa dibeli di warung dengan harga Rp 1000.
Begitu juga menu kedua yang terdiri dari bubur, telur rebus dan sebuah roti serta kacang tanah dan kurma. Warga yang mengetahui lantas mempertanyakan niat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyajikan makanan bergizi.
“Roti dan kacang itu bisa di beli di warung dengan harga kisaran Rp 2.000. Terus tukang masak yang dibayar dari Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu per hari itu hanya buat masak telur rebus dan bubur?, “kesal salah satu orang tua siswa di Kecamatan Gunungkijang, Senin (23/2).
Untuk itu, ia berharap agar pemerintah daerah terus memantau kondisi MBG yang di sajikan ke anak sekolah.
Sebab, menurut Rony, kalau sebagian camilan hanya dibeli ke warung lalu di sajikan dalam kotak MBG, untuk apa tukang masak.
“Dan untuk apa juga gedung SPPG di bangun mahal-mahal kalau yang disajikan ke siswa berupa makanan yang bisa dibeli warung. Mending kasih uang, biar orang tua di rumah yang masak,”ungkapnya. (Sob)


