21.1 C
New York
Rabu, April 15, 2026

Karhutla Natuna Meningkat, 537 Hektare Lahan Hangus dalam Empat Bulan

CENTRALNEWS.ID, NATUNA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Meski status penanganan saat ini berada pada level siaga darurat, potensi kebakaran dinilai tetap tinggi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna, sejak Januari hingga pertengahan April 2026 tercatat sebanyak 77 kejadian karhutla dengan total luas lahan terdampak mencapai 537,1 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Natuna, Raja Darmika, menyampaikan bahwa angka tersebut menunjukkan tingginya intensitas kebakaran yang terjadi di wilayah perbatasan tersebut.

“Saat ini status Natuna masih siaga darurat karhutla. Karena itu, upaya mitigasi dan patroli terus kami intensifkan di lapangan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Baca Juga :  Garda Pemuda NasDem Kepri Kritik Framing Tempo, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Ia menjelaskan, meningkatnya kejadian karhutla tidak terlepas dari kondisi cuaca ekstrem yang melanda Natuna dalam beberapa waktu terakhir.

Fenomena El Nino menyebabkan musim kemarau berkepanjangan, sehingga vegetasi menjadi kering dan mudah terbakar.

Minimnya curah hujan juga memperparah situasi, membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Raja Darmika mengungkapkan, pada 26 Maret 2026 lalu status penanganan sempat ditingkatkan menjadi tanggap darurat.

Hal itu dipicu oleh meluasnya kebakaran yang mencapai ratusan hektare dalam waktu singkat.

Namun, berkat upaya penanganan intensif, termasuk dukungan helikopter water bombing serta pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari BNPB, kondisi mulai terkendali.

Status pun diturunkan kembali menjadi siaga darurat sejak 2 April 2026.

Baca Juga :  AS Jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026

Meski demikian, BPBD menilai potensi kebakaran masih tinggi, terutama di wilayah dengan vegetasi kering dan akses yang sulit dijangkau.

Sepanjang Maret 2026 saja, tercatat 30 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 339,82 hektare.

Kebakaran tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, baik di lahan milik masyarakat maupun kawasan hutan.

Dari hasil evaluasi di lapangan, sebagian besar kejadian diduga dipicu oleh aktivitas manusia, terutama pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Pencegahan menjadi hal paling penting. Banyak kejadian diduga akibat pembakaran lahan oleh masyarakat,” tegasnya.

Untuk menekan angka karhutla, BPBD terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Selain itu, pemerintah desa hingga kecamatan didorong aktif melakukan patroli guna mendeteksi titik api sejak dini.

Baca Juga :  Wakil Kepala BP Batam Turun Tangan Tindak Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi

Raja Darmika juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati. Jika terpaksa melakukan pembakaran, harus dilakukan secara terbatas, terkendali, dan diawasi agar tidak merembet ke area lain.

Dengan kondisi cuaca yang masih panas dan curah hujan yang rendah, kewaspadaan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran yang lebih luas.

BPBD Natuna berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat meminimalisir kejadian karhutla, sehingga tidak terus berulang sebagai bencana tahunan di wilayah tersebut.(herry)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles