CENTRALNEWS.ID, BENGKALIS – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo menegaskan sistem Pembelajaran Jarak Jauh atau ‘PJJ’ terpaksa diperpanjang lantaran semakin menurunnya kualitas udara akibat terpapar polusi asap, Kamis (8/10).
Berdasarkan konfirmasi yang dilakukan tim Central News melalui pesan digital pribadinya, Hadi mengatakan bahwa penerapan PJJ tak lagi berskala lokal atau per-Kecamatan, namun telah berlaku massal se-Kabupaten Bengkalis.
“Benar, seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP yang tersebar di 11 Kecamatan se-Kabupaten Bengkalis resmi memperpanjang PJJ esok hari, Jumat (9/10/2026),” kata Hadi Prasetyo.
Kebijakan tersebut ditembuh berdasarkan hasil koordinasi bersama dengan seluruh Kepala Sekolah hingga Ketua Koorwilcam masing-masing terkait pemantauan kualitas udara di seluruh Kecamatan di Negeri Junjungan.
Di tenggarai meratanya paparan asap dengan kepekatan yang memprihatinkan bahkan menyimpan risiko kesehatan terhadap warga sekolah, perpanjangan PJJ dinilai penting dilakukan sebagai langkah antisipatif jangkitan penyakit seperti batuk, iritasi mata dan kulit, bahkan ISPA terhadap seluruh warga sekolah.
“Mengingat kualitas udara yang menurun dan berisiko menyebabkan penyakit, maka PJJ diperpanjang demi kebaikan bersama,” tegasnya.
“Untuk memastikan penyerapan ilmu dan mencegah ketertinggalan materi pembelajaran, seluruh orangtua murid diimbau aktif serta mendukung siswa-siswi dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh atau dalam jaringan. Seraya itu, mari sama-sama kita berdoa agar keadaan ini lekas membaik,” pinta Hadi. (Bres)

