22.1 C
New York
Senin, Mei 20, 2024

Gunakan Seutas Tali, ODGJ Diduga Gantung Diri di Kelurahan Babussalam – Duri

CENTRALNEWS.ID, MANDAU – Az, seorang pria berusia 60 tahun yang tinggal di jalan Sampurna, Gang Afdal RT001/RW001, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau – Duri ditemukan tewas dalam posisi tergantung di kediamannya, Senin (4/10).

Temuan menggemparkan ini pertama kali didapati Za (55) yang merupakan adik kandung korban. Hal ini dibenarkan Kapolsek Mandau, AKP. Jaliper LT, S.AP saat dikonfirmasi, Kamis siang

“Awalnya Saksi I (Za) sekira pukul 08.00 WIB pagi tadi hendak berkunjung ke kediaman yang dihuni Az. Seperti biasanya, sang adik selalu membawa rokok dan buah tangan untuk sang kakak,” kata AKP. Jaliper.

Saat membuka pintu, Za terkejut bukan main melihat sang kakak tewas dalam posisi tergantung dengan seutas tali berwarna kuning di bagian dalam rumahnya.

Panik, Za segera memanggil beberapa warga untuk membantunya mengevakuasi dan menurunkan Az dari belitan tali yang menjerat di bagian leher.

“Saat itu saksi I memanggil warga dan saksi II (Ma), III (Ro) dan IV (Rs). Setelahnya, mereka menurunkan korban dari belitan tali yang diduga membuatnya meregang nyawa,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kajari Bintan; Apakah Jaksa Punya Wewenang Dengan Mongrove?

Dikonfirmasi mendalam, Kanitreskrim IPTU. Firman, SH pun menjelaskan bahwa korban diakui sanak keluarganya mengalami keterbelakangan kejiwaan atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Dengan keterbelakangan yang dialami, ia bahkan tinggal sendiri di tempat kejadian perkara (TKP). Sehari-harinya ia dirawat oleh sang adik, hingga kemudian ia (diduga) nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

“Dari pengakuan si adik, korban ini ODGJ. Almarhum tinggal sendiri di rumah dan sehari-harinya dirawat oleh saksi I. Ia diduga bunuh diri dengan menggunakan seutas tali,” ujar IPTU. Firman menambahkan.

Usai menurunkan korban, pihak keluarga dan warga sekitar langsung melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Mandau sekira pukul 09.00 WIB. Berselang 15 menit kemudian, Kanitres Mandau ini tiba di lokasi bersama jajaran lainnya.

Baca Juga :  Hadiri MCP KPK, Siswandi Ingatkan Seluruh OPD Gunakan Anggaran Sebaik Mungkin

“Saat kita tiba di lokasi, korban telah diturunkan dari gantungan tali (tempat diduga) gantung diri. Sudah banyak pula warga yang datang untuk melayat,” ucap dia.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan setempat dan meminta keterangan dari para saksi. Sekira pukul 10.45 WIB, ambulan RSUD Mandau tiba di lokasi dan kemudian mengevakuasi korban guna kepentingan Visum et Repertum (VeR).

Diduga gantung diri, ODGJ tewas di Kelurahan Babussalam, Duri | Foto: Bres

Sekira pukul 11.05 WIB, paramedis di RSUD Mandau yang dipimpin dr. Saleh Wahyudi langsung melakukan pemeriksaan (Visum) dan mendapati fakta bahwa jenazah telah mengalami kaku mayat pertama dan diperkirakan meningga 12 jam lamanya.

“Sudah mengeluarkan aroma tak sedap, tubuh bagian siku, tumit dan kuku dalam keadaan bersih. Terdapat tiga bekas belitan tali dan mengakibatkan lebam di bagian leher, lidah dalam keadaan tergigit dan keluar sepanjang 1 cm, dari kelamin atau di bagian celana dalam korban ditemukan bekas air mani (sperma). Kemudian dokter menyimpulkan penyebab kematian akibat jeratan di leher sebanyak 3 lilitan 1 simpul,” papar Kanitres Mandau ini.

Baca Juga :  Pengakuan Warga! Kesejahteraan Masyarakat Bintan Adalah Prioritas Roby Kurniawan

Terpisah, Lurah Air Jamban Rio, S.STP menambahkan bahwa korban langsung dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka guna disemayamkan dan kemudian dimakamkan.

Pasca visum di RSUD Mandau, pihak keluarga menyatakan tak melakukan penuntutan dan kemudian membuat surat pernyataan di Mapolsek Mandau. “Almarhum langsung dibawa pulang oleh keluarga usai divisum. Dari koordinasi dengan pihak polsek, keluarga tak menuntut apapun yang ditandai dengan dibuatnya surat pernyataan,” ujar Rio.

Berdasarkan laporan dari perangkat RT/RW setempat, imbuh Rio, korban memang mengalami gangguan kejiwaan dan tinggal sendiri di rumahnya. Sehari-harinya memang sang adiklah yang merawat sampai akhirnya ditemukan meninggal dalam posisi tergantung.

“Almarhum sudah dimakamkan. Kita mengimbau agar warga tetap tenang dan kedepan sedapatnya segera melaporkan segala bentuk peristiwa atau kejadian ke perangkat RT/RW, Kelurahan dan pihak berwajib,” pungkasnya.(*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles