CENTRALNEWS.ID, ANAMBAS – Wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Anambas kembali terdampak banjir rob akibat pasang air laut tinggi sejak Jumat (2/1/2026).
Fenomena alam ini menyebabkan genangan air laut di sejumlah kawasan pesisir, terutama pada malam hari hingga menjelang dini hari.
Banjir rob dipicu oleh naiknya muka air laut yang dipengaruhi siklus pasang surut serta kondisi cuaca ekstrem.
Permukiman warga yang berada di dataran rendah dan dekat dengan garis pantai menjadi kawasan paling merasakan dampaknya.
Berdasarkan informasi prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pasang air laut di wilayah Anambas diperkirakan mencapai titik tertinggi pada Minggu malam (4/1/2026).
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat air laut berada pada fase pasang maksimum.
Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, menjadi salah satu wilayah yang kerap terdampak.
Letak permukiman warga yang sangat dekat dengan laut membuat kawasan ini mudah tergenang ketika air laut naik.
Dalam beberapa hari terakhir, genangan air laut merendam ruas jalan serta halaman rumah warga di Tarempa.
Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, yang harus melintasi air rob untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.
Lurah Tarempa, Syamsir, menyampaikan bahwa ketinggian air rob dalam dua malam terakhir mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Situasi tersebut dinilai berisiko, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia.
“Selama dua malam terakhir, ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa. Sejak 2 Januari kami telah melakukan patroli siaga,” ujar Syamsir, Senin (5/1/2026).
Dalam kegiatan patroli, petugas juga menemukan seekor ular liar yang masuk ke kawasan permukiman warga akibat terdorong naiknya air laut.
Hewan tersebut sempat terlihat menuju rumah warga sebelum berhasil diamankan oleh petugas.
Syamsir menambahkan, kemunculan satwa liar menjadi potensi bahaya tambahan saat banjir rob melanda.
Oleh karena itu, patroli difokuskan tidak hanya pada pemantauan kondisi air laut, tetapi juga untuk mengantisipasi ancaman dari hewan liar.
“Kondisi ini mengingatkan kita pentingnya gotong royong dan kewaspadaan bersama. Alhamdulillah, untuk gelombang laut tadi malam masih dalam batas aman,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk meningkatkan kesiapsiagaan di sejumlah wilayah rawan banjir rob.
Beberapa kawasan yang menjadi fokus pengamanan meliputi Tarempa, Jemaja Barat, Jemaja Timur, Palmatak, dan Siantan Timur. Wilayah-wilayah tersebut dinilai rawan karena berada di kawasan pesisir yang kerap terdampak pasang air laut.
“Kita menetapkan status siaga penuh karena kondisi cuaca ekstrem. Ada kekhawatiran air laut naik bersamaan dengan gelombang, yang berpotensi merusak bahkan merobohkan rumah warga,” ujar Aneng.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan meminta seluruh unsur terkait untuk bergerak cepat apabila terjadi keadaan darurat.
“Jangan menunggu kondisi memburuk. Keselamatan warga harus menjadi yang utama,” tegasnya.(asy)


