18.7 C
New York
Selasa, Oktober 6, 2026

Ahmad Muzani Soroti Persoalan Natuna: Gas Subsidi, Harga Pangan hingga Layanan Kesehatan

CENTRALNEWS.ID, NATUNA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa kehadiran negara di wilayah perbatasan tidak boleh hanya diwujudkan melalui aspek keamanan dan pertahanan. Kehadiran negara, kata dia, juga harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat melalui pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.

Hal itu disampaikan Ahmad Muzani saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (30/9/2026).

Menurut Ahmad Muzani, Natuna memiliki posisi strategis karena berada di kawasan perbatasan Indonesia. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu alasan Natuna dipilih sebagai tujuan kunjungan kerja MPR RI.

“Dipilihnya Natuna karena ini adalah bagian dari daerah perbatasan dan berbatasan langsung dengan delapan negara sekaligus,” kata Ahmad Muzani.

Ia menyebut sejumlah negara yang berada di kawasan sekitar Natuna, di antaranya Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Filipina dan China. Kondisi tersebut menjadikan Natuna sebagai salah satu kawasan yang memiliki arti strategis bagi Indonesia, baik dari sisi keamanan, pertahanan maupun pengelolaan potensi sumber daya alam.

Baca Juga :  Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin Kunker ke Natuna, Sinergi Forkopimda Jadi Fokus

Selain persoalan perbatasan, Ahmad Muzani juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Natuna. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam tersebut harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Daerah perbatasan itu dalam pandangan kami bukan hanya dijaga secara keamanan dan pertahanannya, tapi juga dari sisi kemakmuran masyarakat yang ada di daerah tersebut harus tetap dijaga,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Muzani bersama delegasi MPR RI berdialog dengan Bupati Natuna Cen Sui Lan dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Natuna. Sejumlah persoalan daerah turut dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari ketersediaan energi, pelayanan kesehatan, harga pangan hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah ketersediaan gas subsidi bagi masyarakat Natuna. Ahmad Muzani mengatakan, berdasarkan laporan yang disampaikan pemerintah daerah, Natuna sebagai daerah penghasil gas belum mendapatkan kuota gas subsidi.

“Natuna meskipun menghasilkan gas yang cukup besar dalam skala nasional, ternyata di Kabupaten Natuna ini kuota gas subsidi belum didapatkan,” katanya.

Baca Juga :  DBH Kurang Bayar Capai Rp89 Miliar, Bupati Natuna: Kami Hanya Minta Hak Dikembalikan

Menurut Ahmad Muzani, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian pemerintah pusat. Ia menilai daerah penghasil gas semestinya memperoleh perhatian dalam pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

“Daerah penghasil gas, lalu mestinya mendapatkan prioritas untuk mendapatkan kuota gas subsidi. Ini belum ada kuota gas subsidi menurut laporan dan keterangan yang disampaikan oleh Bupati kepada kami,” ujarnya.

Selain persoalan energi, pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan juga menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut. Ahmad Muzani mengatakan peningkatan pelayanan kesehatan menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian serius, mengingat masyarakat di kawasan perbatasan juga memiliki hak untuk memperoleh pelayanan publik yang memadai.

Ia menyebut Wakil Menteri Kesehatan telah menyatakan komitmen untuk memberikan perhatian terhadap persoalan kesehatan di daerah perbatasan. Hal itu, kata dia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan menjadi perhatian pemerintah.

Persoalan lain yang turut disampaikan pemerintah daerah adalah tingginya harga pangan di Natuna. Ahmad Muzani mengatakan harga sejumlah kebutuhan pangan di daerah tersebut relatif lebih mahal dibandingkan daerah lain.

Baca Juga :  HUT ke-81 TNI, Ketua PJN Natuna Apresiasi Dedikasi TNI Jaga Kedaulatan di Perbatasan

“Di sini relatif lebih mahal antara 20 sampai 30 persen berbeda dengan di tempat-tempat yang lain,” katanya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyampaikan kebutuhan dukungan terhadap sarana transportasi, fasilitas pendidikan, perbaikan jembatan serta pembangunan cold storage untuk mendukung aktivitas nelayan di sejumlah kampung pesisir.

Berbagai persoalan tersebut, kata Ahmad Muzani, akan menjadi bahan yang dibawa dalam pembahasan di tingkat pemerintah pusat. Ia berharap aspirasi yang disampaikan pemerintah daerah dan masyarakat Natuna dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan dukungan pembangunan yang lebih konkret.

Ahmad Muzani juga berharap kunjungan MPR RI ke Natuna dapat membantu mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan kawasan perbatasan.

“Mudah-mudahan kehadiran kami ini bisa memberikan solusi dari beberapa persoalan yang ada di lapangan sehingga ini bisa menjadi garda terdepan dari wilayah perbatasan kita dan negara akan semakin dirasakan dan kedaulatan kita akan semakin kuat,” katanya.(Herry)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles