16.4 C
New York
Kamis, November 5, 2026

Demi Porprov Tetap Berjalan, Empat Atlet Panjat Tebing Batam Korbankan Hak Bertanding

CENTRALNEWS.ID, TANJUNGPINANG  – Kabar yang menyebut empat atlet panjat tebing asal Batam didiskualifikasi dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) VI Tahun 2026 di Tanjungpinang dinilai tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

KONI Batam menegaskan, keempat atlet tersebut bukan didiskualifikasi. Mereka sebelumnya telah tercatat dalam buku besar PB Porprov, memiliki kartu identitas (ID Card) peserta, bahkan dua di antaranya pernah memperkuat kontingen Batam pada Porprov Kepri V Tahun 2022 di Kabupaten Bintan.

Wakil Ketua Umum I KONI Batam, Rinaldi Samjaya, mengatakan keputusan kontingen Batam untuk tidak melanjutkan polemik keikutsertaan empat atlet tersebut bukan karena tidak memiliki dasar administrasi. Sebaliknya, keputusan itu diambil sebagai bentuk pertimbangan demi menjaga kelangsungan pertandingan dan nama baik penyelenggaraan Porprov Kepri VI.

“Tidak benar jika disebut empat atlet panjat tebing Batam didiskualifikasi. Mereka sudah terdaftar dalam buku besar PB Porprov, memiliki ID Card, bahkan dua di antaranya pernah membela Batam pada Porprov 2022. Mereka akhirnya memilih mengalah demi kepentingan pertandingan dan menjaga psikologis seluruh atlet panjat tebing se-Kepri yang sudah hadir serta siap bertanding di Tanjungpinang,” tegas Rinaldi.

Baca Juga :  Ajang Bergengsi Turnamen Futsal Bermasa Cup II Tahun 2026 Resmi Dimulai

Ia menjelaskan, persoalan bermula ketika PB Porprov mencoret keempat atlet tersebut setelah proses keabsahan peserta diselesaikan. Padahal, para atlet sudah berada di Tanjungpinang dan mengantongi kartu kepesertaan.

Pencoretan itu dilakukan dengan alasan keempat atlet dinilai bukan merupakan atlet Batam. Menanggapi hal tersebut, KONI Batam kemudian menyampaikan bukti administrasi dan sejumlah fakta pendukung untuk memperjuangkan keikutsertaan mereka.

Setelah menerima penjelasan dan bukti dari KONI Batam, KONI Kepri menerbitkan surat Nomor 155/KONI-KEPRI/Sek/XI/2026. Surat tersebut pada intinya memberikan izin dan kesempatan kepada keempat atlet untuk mengikuti pertandingan.

Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Sejumlah kontingen FPTI kabupaten/kota di luar Batam tetap menyatakan keberatan terhadap keikutsertaan empat atlet tersebut. Bahkan, muncul ancaman dari sejumlah kontingen untuk mundur apabila mereka tetap diperbolehkan bertanding.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 03/Mandau Maksimalkan Patroli Pencegahan Karhutla di Jalan Rangau - Duri

Menghadapi situasi tersebut, KONI Batam memilih mengedepankan kepentingan olahraga secara keseluruhan.

Pertimbangan tidak hanya menyangkut hak empat atlet, tetapi juga kondisi psikologis seluruh peserta yang telah menjalani persiapan panjang dan datang ke Tanjungpinang untuk mengikuti kompetisi.

Atas arahan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, kontingen Batam diminta mencari jalan keluar terbaik agar pertandingan tetap berlangsung tanpa mengorbankan kepentingan atlet maupun mencederai reputasi Porprov Kepri VI.

Ketua Umum KONI Batam, Rani Rafitriyani, bersama jajaran pengurus FPTI Batam dan keempat atlet akhirnya mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan polemik dan memilih mengalah.

Rinaldi menegaskan, keputusan tersebut sama sekali bukan pengakuan bahwa keempat atlet tidak memenuhi persyaratan ataupun menerima sanksi diskualifikasi.

Baca Juga :  Polantas Bengkalis Gercep Bereskan Pohon Tumbang di Lintas Duri - Pekanbaru, Arus Lalin Kembali Lancar

“Ini bukan karena mereka tidak memiliki dasar untuk memperjuangkan haknya. Mereka justru memilih mengorbankan kepentingan pribadi demi pertandingan tetap berjalan. Kepentingan olahraga dan seluruh atlet harus ditempatkan di atas segalanya,” ujarnya.

Menurut Rinaldi, sikap tersebut mencerminkan kedewasaan, jiwa besar, dan sportivitas dalam dunia olahraga. Mengalah dalam situasi tertentu bukan berarti kalah, terlebih lagi bukan berarti didiskualifikasi.

Ia berharap masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan persoalan tersebut berdasarkan informasi yang berkembang tanpa memahami kronologi dan fakta administrasi yang ada.

“Jangan sampai pengorbanan empat atlet ini justru dipersepsikan sebagai kekalahan atau diskualifikasi. Mereka telah menunjukkan patriotisme olahraga. Memilih mengalah demi pertandingan tetap berlangsung merupakan keputusan yang patut dihormati,” tutup Rinaldi yang juga menjabat Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepri.(mzi)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles