CENTRALNEWS.ID, BATAM – Upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Kota Batam mendapat dukungan melalui kegiatan Eduxplore Batam – JPK UiTM PG Knowledge Outreach yang melibatkan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Pasir Gudang, Johor Bahru, Malaysia.
Kegiatan yang berlangsung dari 22 – 25 Oktober 2026 di kawasan Ekowisata Pandang Tak Jemu, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, ini menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove.
Pemerintah Kecamatan Nongsa menyambut positif kunjungan tersebut. Kolaborasi lintas negara ini dinilai dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir sekaligus membuka peluang pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan.
Camat Nongsa, Amuri, SE., MH., mengatakan bahwa keberadaan mangrove memiliki peran strategis, bukan hanya bagi keseimbangan ekosistem, tetapi juga bagi masa depan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.
“Pelestarian mangrove harus menjadi tanggung jawab bersama. Mangrove bukan sekadar kekayaan alam, melainkan aset penting yang melindungi kawasan pesisir, menjadi habitat berbagai biota, serta memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi dan ekowisata,” kata Camat Nongsa.
Mangrove Nongsa, Aset Lingkungan yang Perlu Dijaga
Di tengah perkembangan industri, permukiman, dan infrastruktur di Batam, perlindungan kawasan mangrove menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir.
Kawasan Sambau yang memiliki potensi hutan mangrove sekitar 150 hektare dinilai dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi lingkungan sekaligus destinasi wisata berbasis alam.
Melalui kegiatan di Pandang Tak Jemu, peserta diajak membangun kesadaran bahwa pengembangan pariwisata tidak semestinya hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Kelestarian lingkungan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal juga harus menjadi bagian dari pembangunan pariwisata.
Penasihat Program EduXplorer Indonesia: JPK UiTM PG Knowledge Outreach, Dr. Jamaliah binti Muhammad Said, menyampaikan kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pesan mengenai pentingnya pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang pendidikan, kepedulian lingkungan, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Program knowledge outreach seperti ini diharapkan menjadi jembatan pertukaran ilmu dan pengalaman antara institusi pendidikan dengan masyarakat. Melalui kegiatan langsung di lapangan, kepedulian terhadap lingkungan dapat ditumbuhkan sekaligus mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Malaysia,” kata Dr. Jamaliah.
Pendidikan Lingkungan dan Kepedulian Sosial
Selain kegiatan yang berfokus pada lingkungan, rangkaian Eduxplore Batam juga diisi kegiatan sosial berupa makan bersama masyarakat serta penyerahan bantuan kepada Panti Asuhan Restu Ilahi Muhammadiyah di Sambau.
Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara rombongan UiTM Pasir Gudang dan masyarakat setempat.
Bagi Pemerintah Kecamatan Nongsa, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan lingkungan dan sosial merupakan modal penting untuk membangun kawasan yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam dan kesejahteraan bersama.
Pemerintah Kecamatan Nongsa juga mendorong keterlibatan kelompok sadar wisata, generasi muda, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi wisata lokal.
Kawasan Pandang Tak Jemu diharapkan dapat terus berkembang sebagai destinasi yang memadukan pelestarian mangrove, edukasi, budaya Melayu, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Memperkuat Persahabatan Batam dan Johor
Kunjungan UiTM Pasir Gudang juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan persahabatan antara Batam dan Johor Bahru yang memiliki kedekatan geografis serta keterikatan budaya Melayu.
Camat Nongsa Amuri mengatakan pertukaran pengetahuan, kegiatan edukasi lingkungan, pengabdian masyarakat, dan promosi potensi wisata dinilai dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara kedua wilayah.
Pemerintah Kecamatan Nongsa berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Nongsa, Amuri menyampaikan apresiasi kepada rombongan UiTM Pasir Gudang, panitia, pengelola Pandang Tak Jemu, masyarakat, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam kegiatan sosial di Panti Asuhan Restu Ilahi Muhammadiyah Sambau,” ujar Amuri.
Melalui Eduxplore Batam, semangat menjaga lingkungan, memperkuat kepedulian sosial, dan mengembangkan pariwisata berkelanjutan diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat.
“Hijau Nongsa, mangrove terjaga, masyarakat sejahtera, pariwisata Batam mendunia,” katanya. (bur)

