CENTRALNEWS.ID, NATUNA – Kecamatan Subi kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Natuna. Wilayah yang berada di kawasan perbatasan tersebut ditegaskan Bupati Natuna Cen Sui Lan sebagai salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam agenda pembangunan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Natuna Cen Sui Lan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu pagi (7/10/2026).
Cen mengatakan, pembangunan di wilayah kepulauan seperti Subi membutuhkan perhatian khusus karena kondisi geografis yang dipisahkan oleh laut. Infrastruktur penghubung menjadi salah satu kebutuhan penting yang berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi jembatan penghubung antara Subi Besar dan Subi Kecil. Jembatan yang dibangun sejak 2006 tersebut saat ini mengalami penurunan dan membutuhkan penanganan agar tetap dapat digunakan masyarakat secara aman dan layak.
“Jembatan itu sudah turun. Kita usahakan tahun depan,” tegas Cen.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Natuna akan berupaya mendorong penanganan jembatan tersebut melalui dana reguler Bina Marga. Pemerintah daerah akan memperjuangkan agar kebutuhan perbaikan maupun pembangunan kembali infrastruktur tersebut dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan.
Bagi masyarakat Subi, keberadaan jembatan tersebut memiliki arti penting. Jembatan bukan hanya bangunan fisik yang menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menjadi akses yang menunjang mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan pemerintahan hingga berbagai kebutuhan sosial lainnya.
Karena itu, kondisi jembatan penghubung Subi Besar dan Subi Kecil menjadi salah satu persoalan yang perlu segera mendapat perhatian. Pemerintah berharap penanganan yang dilakukan nantinya dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan akses tersebut setiap hari.
Perhatian Pemerintah Kabupaten Natuna terhadap Kecamatan Subi juga tidak hanya sebatas pembangunan dan perbaikan infrastruktur penghubung. Cen Sui Lan menyampaikan adanya rencana pembangunan masjid besar di Kecamatan Subi sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan dan fasilitas umum.
Rencana pembangunan masjid besar tersebut diharapkan dapat menghadirkan fasilitas ibadah yang lebih representatif bagi masyarakat Subi. Selain sebagai tempat ibadah, masjid tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial dan kemasyarakatan.
Dengan adanya rencana tersebut, pembangunan di Subi diharapkan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial dan keagamaan masyarakat.
Cen menegaskan, pembangunan di Kabupaten Natuna tidak boleh hanya berpusat di kawasan perkotaan atau pusat pemerintahan. Wilayah-wilayah terluar dan perbatasan juga harus mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan serta kemampuan anggaran daerah.
Kecamatan Subi memiliki posisi strategis karena berada di wilayah perbatasan Indonesia. Masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan kawasan perbatasan sekaligus menjadi wajah Indonesia di wilayah terdepan.
Namun, karakter geografis kepulauan membuat pembangunan di Subi memiliki tantangan tersendiri. Jarak antarpulau, keterbatasan akses serta kebutuhan pembangunan yang cukup banyak menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan skala prioritas.
Meski demikian, Cen Sui Lan memastikan berbagai kebutuhan masyarakat Subi yang disampaikan kepada pemerintah akan menjadi bahan perjuangan dalam agenda pembangunan. Termasuk dalam pertemuan Bupati Natuna dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), kebutuhan pembangunan di wilayah Subi kembali menjadi bagian dari aspirasi yang perlu diperjuangkan.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan wilayah perbatasan memiliki arti penting. Masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar bukan berada di luar pembangunan, melainkan merupakan bagian penting dari pembangunan Kabupaten Natuna dan Indonesia.
Cen menyadari bahwa mewujudkan pembangunan di wilayah kepulauan bukan perkara mudah. Keterbatasan anggaran daerah dan banyaknya kebutuhan pembangunan mengharuskan pemerintah menyusun skala prioritas secara matang.
Namun, kebutuhan dasar masyarakat di wilayah perbatasan tetap menjadi perhatian. Penanganan jembatan yang mengalami penurunan diharapkan dapat memberikan kembali rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Sementara rencana pembangunan masjid besar diharapkan dapat menghadirkan fasilitas keagamaan yang lebih representatif bagi masyarakat Subi.
Bagi masyarakat di kawasan perbatasan, pembangunan bukan semata-mata tentang gedung besar atau proyek berskala besar. Pembangunan juga hadir melalui infrastruktur yang digunakan masyarakat setiap hari.
Sebuah jembatan yang menghubungkan dua wilayah memiliki arti besar bagi masyarakat. Begitu pula sebuah masjid yang menjadi pusat ibadah dan kegiatan sosial dapat menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Karena itu, upaya Pemerintah Kabupaten Natuna untuk mendorong pembangunan di Kecamatan Subi diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas dan pelayanan di wilayah perbatasan.
Tahun depan menjadi target yang sedang diupayakan untuk penanganan jembatan tersebut. Bersamaan dengan itu, rencana pembangunan masjid besar di Kecamatan Subi juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dari Subi, pesan pembangunan kembali ditegaskan. Wilayah perbatasan harus tetap mendapatkan perhatian, konektivitas harus terus diperkuat, dan masyarakat di pulau-pulau terluar harus merasakan kehadiran pembangunan secara nyata.
(Herry)

