13 C
New York
Jumat, Oktober 30, 2026

Unik, Tapi Jitu! Tim Penyuluh Mabes TNI Serukan Pencegahan Karhutla di Tengah ‘Pesta Adat’ di Bengkalis

CENTRALNEWS.ID, DURI – Bila biasanya Tim Penyuluh Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hanya berkutat pada aksi penyuluhan di kantor-kantor Desa/Kelurahan hingga Kecamatan, bahkan meninjau langsung lokasi kebakaran, kali ini aksinya berbeda. Unik bahkan diluar dugaan, hajatan ‘Pesta Adat’ Batak yang tengah berlangsung di Sopo Sola Gracia, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau seketika didatangi, Selasa (1/9).

Benar, di hadapan sekitar 1.300an masyarakat yang tengah hanyut dalam momen sakral adat pernikahan mempelai Pendeta Gortap Sinaga dan Fitria Afriyani Sirait, Tim Penyuluh yang di-Ketuai Staf Khusus Kasal sekaligus Ketua Tim Penyuluh Karhuta, Brigjend. TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi serukan pesan dari Presiden RI dan Panglima TNI untuk bersama-sama, serta aktif dalam mencegah, atau bahkan menanggulangi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan.

Baca Juga :  TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

Didampingi Kolonel Tek. I Wayan Joni Nugraha, Mayor Inf. Sugianto, Danramil 03/Mandau Kapten Czi. Suratmin serta sejumlah Babinsa, pihaknya mengajak seluruh hadirin dan tamu undangan untuk tidak membuka lahan perkebunan atau pertanian dengan cara membakar sampah atau belukar di atasnya.

“Horas!!! Pertama-tama, kami mengucapkan selamat berbahagian bagi kedua mempelai. Kami berterima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan. Kami dari Mabes TNI, menyampaikan pesan dari Bapak Presiden dan Bapak TNI, mari sama-sama kita cegah kebakaran hutan dan lahan agar lingkungan kita tetap terjaga dan udara yang kita hirup terbebas dari asap,” kata Brigjend. FJH. Pardosi yang diserukan dalam bahasa dan logat Batak, sebagai wujud penghormatan terhadap hajatan yang tengah berlangsung.

Baca Juga :  ​Polisi Ringkus Penadah Sepeda Motor Hasil Penggelapan di Balai Raja - Pinggir

Brigjend. Pardosi mengatakan, dampak Karhutla sangat nyata dan merugikan. Di beberapa kejadian, kasus-kasus Karhutla bahkan sampai menelan kerugian fantastis, dan potensinya harus dicegah sedini mungkin.

“Dan bilamana diantara kita semua memiliki lahan, terlebih yang fisiknya adalah lahan gambut, mari sama-sama dijaga agar tidak terbakar. Selain merugikan, dampak hujumnya juga ada dan siap menjerat siapa saja yang melakukan pembakaran, atau bahkan membiarkan terjadinya Karhutla,” tegasnya.

“Bila melihat adanya kebakaran, segera laporkan kepada pejabat setempat, atau melalui Babinsa. Jangan cuek, sama-sama kita jaga alam, agar alam turut memberikan kebaikan kepada kita,” ajaknya.

Mendapat kunjungan serta penyuluhan nan edukatif, pihak penyelenggara hajatan mengaku senang dan berterima kasih. “Kami sangat bangga, acara pernikahan kami dapat dikunjungi Bapak Jenderal dan jajaran, sekaligus menjadi wadah penyuluhan yang sangat bermanfaat bagi semua masyarakat. Kami sangat senang, terima kasih atas kehadirannya,” kata Pendeta Gortap Sinaga.

Baca Juga :  Serma Fauzi Suluhkan Nilai Luhur Pancasila di Kalangan Warga Kelurahan Air Jamban

Sepanjang penyuluhan yang digencarkan Tim Penyuluh dari Mabes TNI, ribuan tamu undangan bertepuk tangan sekaligus menyatukan persepsi untuk bersama-sama mencegah Karhutla, demi masa depan anak-cucu yang lebih sehat dengan lingkungan yang terjaga. (Bres)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles