13.3 C
New York
Jumat, Oktober 30, 2026

Surya Makmur Nasution Bantah Isu Reses Tanpa Logo PKB, Pertimbangkan Lapor ke Dewan Pers

CENTRALNEWS.ID, BATAM – Anggota DPRD Kota Batam, Surya Makmur Nasution (SMN), memberikan klarifikasi terkait pemberitaan sejumlah media online yang menyebut kegiatan reses yang dilaksanakannya tidak mencantumkan logo Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

SMN menegaskan bahwa logo PKB terpampang jelas pada materi publikasi kegiatan reses tersebut.

Ia menjelaskan, posisi logo PKB berada tepat di atas foto dirinya di sisi kiri, sementara logo Pemerintah Kota Batam berada di bagian tengah.

“Saya sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang menyebut kegiatan reses saya tidak menggunakan logo PKB. Faktanya sangat jelas, logo PKB ada dan dapat dilihat dengan mudah pada banner kegiatan,” ujar Surya Makmur Nasution dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga :  Komitmen Bebas Narkoba, Kapolres Bengkalis dan Belasan PJU Jalani Tes Urine

Menurut SMN, pemberitaan yang diterbitkan tanpa melakukan verifikasi menyeluruh berpotensi menyesatkan publik.

Ia menilai media seharusnya mengedepankan prinsip jurnalistik dengan melakukan pengecekan fakta (check and recheck) serta memberikan ruang konfirmasi kepada pihak yang diberitakan sebelum informasi dipublikasikan.

Pria yang mengaku pernah berkarier sebagai jurnalis Harian Kompas selama sekitar 10 tahun itu mengingatkan pentingnya penerapan prinsip cover both sides dalam setiap produk jurnalistik.

“Sebagai orang yang pernah bekerja sebagai jurnalis, saya memahami betul bahwa sebuah pemberitaan harus berdasarkan fakta, bukan asumsi. Prinsip check and recheck serta cover both sides merupakan bagian dari etika jurnalistik yang wajib dijalankan,” tegasnya.

Atas pemberitaan yang dinilai tidak sesuai fakta tersebut, SMN mengaku tengah mempertimbangkan langkah lanjutan.

Baca Juga :  Berulang-kali Gauli Anak Sendiri, 'Bapak Ruting' asal Duri Diringkus Polisi

Ia berharap media yang bersangkutan segera memberikan klarifikasi atau melakukan koreksi terhadap berita yang telah dipublikasikan.

“Apabila tidak ada klarifikasi maupun perbaikan dari media yang bersangkutan, saya akan mempertimbangkan untuk menempuh mekanisme yang tersedia dengan melaporkan persoalan ini ke Dewan Pers,” katanya.

SMN berharap polemik ini menjadi pengingat bagi seluruh insan pers agar tetap mengedepankan profesionalisme, akurasi, serta keberimbangan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap media tetap terjaga.(dkh)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles