13 C
New York
Jumat, Oktober 30, 2026

Kodaeral IV Batam Musnahkan 1,3 Ton Ketamin, Menko Polkam Soroti Celah Jalur Laut Indonesia

CENTRALNEWS.ID, BATAM — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menilai keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau tidak semestinya hanya dilihat dari besarnya jumlah narkotika yang berhasil diamankan.

Menurut Djamari, keberhasilan yang lebih penting terletak pada kemampuan aparat mendeteksi pergerakan jaringan sejak awal, menghentikan jalur distribusi, serta membaca pola yang digunakan pelaku untuk menyelundupkan narkotika melalui wilayah perairan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Djamari saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika di Mako Kodaeral IV, Kota Batam, Kepulauan Riau.

“Menurut kami, ini bukan semata-mata persoalan besar jumlah barang bukti yang di sini. Yang jauh lebih penting adalah untuk mendeteksi,” ujar Djamari.

Baca Juga :  Cegah Balap Liar hingga Kejahatan C3, Polisi Gencarkan Operasi Cipta Kondisi di Duri

Ia menegaskan, pengungkapan kasus tersebut menjadi peringatan keras bagi jaringan narkotika dan pelaku kejahatan lintas negara agar tidak menjadikan Indonesia sebagai lokasi penyimpanan maupun jalur distribusi barang terlarang.

Djamari menyebut kondisi geografis Indonesia dengan wilayah pesisir yang sangat luas menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan.

Jalur laut, kata dia, harus mendapatkan perhatian serius karena berpotensi dimanfaatkan sebagai akses masuk barang-barang ilegal.

“Kita pahami pintu masuk untuk barang-barang ilegal ini luas di negeri ini. Ini baru kita bicara pada jalur laut. Kita sudah berada pada titik bongkar, ini juga kita waspadai,” katanya.

Menurut Djamari, pemberantasan peredaran narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu lembaga.

Baca Juga :  ​Polisi Ringkus Penadah Sepeda Motor Hasil Penggelapan di Balai Raja - Pinggir

Pengawasan dan penindakan membutuhkan koordinasi yang kuat antara aparat penegak hukum, instansi pemerintah terkait, serta partisipasi masyarakat.

Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengungkapan kasus penyelundupan ketamin tersebut.

“Ini salah satu bukti betapa pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik. Kita bekerja satu dengan yang lainnya,” ujarnya.

Djamari menilai sinergi lintas institusi menjadi kekuatan penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.

Terlebih, jaringan penyelundup terus berupaya mencari celah baru untuk memasukkan barang terlarang ke Indonesia.

Karena itu, ia mengajak seluruh unsur terkait untuk mempertahankan pola kerja bersama dan memperkuat deteksi terhadap berbagai potensi ancaman keamanan.

“Oleh karena itu, sekali lagi, saya ingin memberikan perhatian kepada kita semua. Bangsa ini bisa kita selesaikan dengan menghadapi dan bekerja bersama-sama,” tegasnya.

Baca Juga :  Komitmen Bebas Narkoba, Kapolres Bengkalis dan Belasan PJU Jalani Tes Urine

Sebelumnya, aparat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau setelah mendeteksi pergerakan sebuah kapal yang diduga membawa narkotika.

Pengungkapan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kemampuan deteksi dan pengawasan jalur laut dalam mengantisipasi masuknya narkotika serta kejahatan transnasional ke wilayah Indonesia.(bur)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles