CETRALNEWS.ID, NATUNA — Di tengah padatnya agenda menyerap aspirasi masyarakat, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Marzuki, S.H., menunjukkan bahwa kerja politik tidak selalu harus berlangsung di ruang-ruang formal. Bagi dirinya, menjadi wakil rakyat berarti hadir, menyapa, mendengar, sekaligus membangun kedekatan langsung dengan masyarakat.
Hal itu terlihat saat Marzuki didampingi Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Natuna, Arifin, turun langsung menyambangi rumah-rumah warga secara door-to-door di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bunguran Barat, Natuna, Selasa (11/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan di sela-sela agenda reses sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat. Namun, kehadiran Marzuki di tengah warga tidak sekadar menjalankan agenda formal sebagai legislator.
Ia memilih mendatangi masyarakat secara langsung, menyapa warga dari rumah ke rumah, serta membangun komunikasi dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban.
Kedatangan Marzuki pun mendapat sambutan antusias dari masyarakat Desa Mekar Jaya. Dalam kesempatan tersebut, ia turut membagikan sejumlah bingkisan sebagai buah tangan kepada warga.
Bagi Marzuki, pemberian tersebut bukanlah persoalan nilai atau besar kecilnya bantuan. Lebih dari itu, bingkisan tersebut menjadi simbol kepedulian sekaligus sarana untuk mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya.
“Ini hanya untuk buah tangan kita berbagi dengan masyarakat, meski nilainya tak seberapa tapi ini merupakan alat untuk lebih dekat lagi dengan masyarakat,” ungkap Marzuki, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, momentum reses harus dimanfaatkan secara maksimal untuk benar-benar mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Penyerapan aspirasi, kata dia, tidak cukup hanya dilakukan dengan menerima laporan ataupun berdiskusi dalam forum resmi.

Justru dengan turun langsung ke tengah masyarakat, seorang wakil rakyat dapat melihat dan merasakan secara lebih nyata berbagai persoalan yang dihadapi warga dalam kehidupan sehari-hari.
“Reses itu bukan hanya soal duduk dan mendengarkan laporan. Kita harus turun langsung, bertemu masyarakat, mendengarkan apa yang mereka sampaikan dan melihat kondisi mereka secara nyata,” demikian semangat yang ditunjukkan Marzuki dalam lawatannya tersebut.
Pendekatan door-to-door yang dilakukan Marzuki mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai kehadiran wakil rakyat secara langsung di lingkungan tempat tinggal mereka memberikan kesan tersendiri.
Turun ke gang-gang permukiman, menyapa warga dari rumah ke rumah, hingga berdialog secara langsung dinilai menjadi bentuk komunikasi politik yang lebih dekat dan humanis.
Bagi masyarakat di wilayah perbatasan seperti Natuna, kehadiran wakil rakyat secara langsung juga menjadi pesan penting bahwa suara dan persoalan mereka tetap menjadi bagian dari perhatian pemerintah dan legislatif daerah.
Langkah Marzuki tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa politik kerakyatan tidak berhenti pada momentum kampanye atau agenda seremonial. Kedekatan dengan masyarakat justru perlu dibangun secara berkelanjutan melalui kehadiran dan komunikasi langsung.
Usai menyelesaikan agenda kunjungan dan berbagi bersama warga di Desa Mekar Jaya, Marzuki tidak langsung mengakhiri aktivitasnya.
Ia melanjutkan agenda reses menuju Desa Sebuton, yang juga berada di Kecamatan Bunguran Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan memastikan berbagai aspirasi dari lapisan warga di wilayah perbatasan dapat dihimpun secara maksimal.
Bagi Marzuki, perjalanan reses bukan sekadar rangkaian agenda kerja seorang legislator. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk kembali menyatu dengan masyarakat, mendengar suara dari akar rumput, dan membawa aspirasi tersebut ke meja kebijakan.(Herry)

