9.2 C
New York
Minggu, April 19, 2026

Respon Kemunculan Harimau, BBKSDA Riau akan Pasang Kamera Trap di Area PHR Duri

CENTRALNEWS.ID, DURI – Pasca beredarnya rekaman video amatir yang menayangkan kemunculan satwa buas jenis Harimau Sumatera di Area 9 3T-73 DSF PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Duri pada Sabtu sore lalu (4/4), Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui Tim Seksi Wilayah 3 Duri langsung mengambil langkah cepat.

Zulmi Gusrul, Kepala Seksi Wilayah 3 Duri mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan manajemen PT PHR sebagai tindak lanjut pasca viralnya kemunculan Si Belang yang tak jauh dari wilayah Karang Anyer, Kecamatan Mandau – Duri.

“Karena lokasi tersebut merupakan area terbatas yang tak boleh sembarangan dimasuki, jadi kami sudah koordinasi dengan Manajemen PT PHR untuk bersama-sama meninjau langsung ke lokasi yang disebutkan sebagai titik kemunculan Harimau Sumatera,” kata Zulmi, Minggu (5/4).

Baca Juga :  Wakil Kepala BP Batam Turun Tangan Tindak Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi

Pihaknya merencanakan melakukan pemasangan kamera trap guna mengawasi lokasi tersebut secara terperinci. “Rencana besok (Senin, red) kita akan sama-sama kesana untuk memasang kamera trap. Ada sekitar dua unit kamera yang akan kita pasang untuk memantau pergerakan satwa langka terancam punah tersebut,” tegasnya.

Zulmi mengatakan, bila nantinya kamera trap berhasil menangkap keberadaan atau perlintasan hewan soliter tersebut, pihaknya bakal mengambil langkah lebih lanjut guna menghindari konflik antara Harimau dengan masyarakat, utamanya pekerja yang beraktifitas di sekitar lokasi.

Secara spesifik dia mengatakan tengah mempersiapkan sejumlah langkah penanganan. Mulai dari penghalauan agar satwa tersebut kembali memasuki habitat aslinya dengan menggunakan peralatan berbunyi-bunyian, atau bahkan melakukan relokasi agar kejadian serupa tak kembali terulang di lain waktu.

Baca Juga :  Kapal Terseret Arus Hingga Malaysia, Dua Nelayan Karimun Diselamatkan Lewat Diplomasi

“Kalau semisal (Harimau) masih terpantau, kita bisa melakukan penghalauan agar satwa ini dapat kembali ke habitatnya. Namun kalau sudah sangat urgent, langkah relokasi atau pemindahan satwa ke habitat yang lebih aman, jauh dari keberadaan manusia serta lebih banyak sumber pakan alaminya dapat kita lakukan demi kebaikan bersama,” beber Zulmi.

Menunggu adanya tindakan lebih lanjut, Zulmi mengimbau agar seluruh masyarakat, khususnya pekerja agar mengurangi aktifitas di sekitar lokasi tersebut.

Selain itu, pihaknya juga menyarankan agar aktifitas pekerjaan pada jam-jam rawan, yakni waktu subuh jelang pagi serta sore jelang malam untuk dapat diindahkan agar terhindar dari potensi pertemuan langsung dengan Harimau.

“Mari lebih tingkatkan kewaspadaan. Untuk sementara ini, mohon kurangi aktifitas di lokasi tersebut. Bila memang harus, maka beraktifitaslah dalam kelompok kerja, jangan seorang diri. Yang paling penting, jauhi lokasi yang berhadapan langsung dengan kawasan hutan atau semak belukar tempat Harimau biasa berkamuflase dan berburu. Mari sama-sama kita indahkan imbauan ini demi kebaikan bersama,” ajaknya. (Bres)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles