14.1 C
New York
Jumat, Maret 27, 2026

Diwarnai Lemparan Batu hingga Petasan, Polres Bengkalis Bubarkan ‘Asmara Subuh’ di Duri

CENTRALNEWS.ID, DURI – Asmara Subuh berwujud aksi ugal-ugalan dan balap liar di wilayah berjuluk ‘Kota Minyak’ Duri kian meresahkan. Aktifitas tidak terpuji yang melibatkan kalangan remaja hingga kawula muda tersebut terkesan brutal ketika petugas Kepolisian dari Satuan Lalu Lintas Polres Bengkalis dan Sektor Mandau melakukan penertiban, Sabtu pagi (21/02).

Dalam penertiban yang dilakukan di sejumlah titik rawan sejak subuh hingga Sabtu pagi, petugas berhasil mengamankan sebanyak 11 unit sepeda motor terindikasi ugal-ugalan hingga aksi balap liar, lengkap dengan knalpot brongnya.

Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, suara bising dari knalpot tidak standar tersebut juga menimbulkan keresahan warga karena mengganggu ketenangan dan waktu istirahat masyarakat. Namun, upaya penertiban tidak berjalan mulus. Sejumlah oknum terekam kamera awak media melakukan perlawanan hingga berujung anarkis.

Unit mobil milik Polsek Mandau dan Satlantas menjadi sasaran lemparan batu hingga petasan. Bahkan, beberapa anggota kepolisian turut menjadi target pelemparan batu saat berusaha membubarkan kerumunan.

Personel di lapangan, Kanit Turjawali, Ipda Musdiono menyampaikan bahwa tindakan tegas dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, namun tindakan tidak terpuji mengarah ke tindak pidana tersebut malah terjadi saat petugas menjaga komitmennya dalam memelihara Kamtibmas di Negeri Junjungan.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 03/Mandau Gencarkan Patroli Pencegahan Karhutla di jalan Rangau

“Kami hanya melaksanakan tugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, namun yang kami peroleh justru perlawanan yang tidak patut dicontoh. Anggota kami dilempari batu, begitu juga kendaraan dinas kami. Untuk penertiban seperti ini, kami membutuhkan tambahan personel agar situasi dapat dikendalikan dengan maksimal,” ujarnya.

Benar saja, sejumlah titik bodi kendaraan patroli petugas nampak ringsek terkena lemparan batu. Tidak hanya itu saja, salah satu kaca spion kendaraan petugas juga pecah dihujani serangan anarkis para bocah nakal tidak patuh aturan.

Meski niat baik dibalas deruan hujan batu, namun petugas tetap berdiri tegap dan berupaya humanis membubarkan massa ‘Cilik’ yang tidak terima khidmat asmara subuhnya harus dibubarkan oleh petugas. “Tolong bubar ya adik-adik, tidak ada gunanya lempar batu dan petasan terhadap kami. Niat kami hanya menjaga supaya kalian tidak kecelakaan di jalan karena ugal-ugalan dan tidak terluka terkena petasan, bukan karena jahat terhadap kalian. Justru kami peduli, jadi tolong bubar,” seru Musdiono.

Baca Juga :  PT TIMAH Dukung Pelestarian Adat dan Budaya, Perkuat Identitas Lokal Masyarakat

Meski telah bersikap humanis sembari menahan amarah, petugas tetap saja dilempari batu. Tindakan tidak terpuji tersebut menjadi contoh nyata kurangnya pengawasan orangtua terhadap anak-anak dan kegiatan yang dilakukan di luar rumah. Hal ini kemudian memancing perhatian tegas Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP. Shandra Amalia.

Dikatakan Shandra, setiap orangtua harusnya lebih ketat memantau serta mengawasi perilaku dan keseharian anak-anaknya, baik di dalam maupun ketika sedang berada di luar rumah. Setiap tindakan yang dilakukan sang buah hati, dinilai menjadi tanggung jawab orangtua sebagai aktor intelektual serta spiritual yang seharusnya mampu mengajarkan anak-anak untuk berbuat kebaikan, bukan sebaliknya.

“Namun faktanya, apa yang terjadi hari ini sangat di luar batas. Bukannya membubarkan diri, anak-anak yang terlibat asmara subuh hari ini di wilayah jalan Jenderal Sudirman – Duri malah anarkis dan melempari anggota kami dengan batu serta petasan. Tindakan ini sangat tidak baik, jadi kami harap orangtua lebih aktif mengawasi anak-anaknya agar hal serupa tidak terulang,” kata AKP. Shandra.

Baca Juga :  Istri Dipukul Suami, Jajaran Polsek Batam Kota Turun Langsung Usai Laporan 110

Kedepan, kata Shandra, hal tersebut tidak akan ditolerir. “Dan bilamana masih terjadi hal demikian dalam setiap penindakan di lapangan, akan segera kami lakukan tindakan tegas dan terukur. Kami tidak ingin Kabupaten Bengkalis menjadi rumah yang nyaman bagi setiap orang yang tidak taat hukum serta aturan. Ingat, berani berbuat harus berani bertanggung jawab,” pesan Kasat Lantas.

“Apa yang terjadi hari ini tidak akan menyurutkan tekat kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Peningkatan jadwal patroli, khususnya pada jam-jam rawan menjelang subuhakan dimaksimalkan guna mencegah aksi balap liar dan kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif melaporkan ke call centre 110 jika menemukan aktifitas serupa demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” tandasnya. (Bres)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles