CENTRALNEWS.ID, BENGKALIS – Jajaran Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau akhirnya tiba di Dusun II Tanjung Potai, Desa Tasik Tebing Serai, Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis, Rabu (13/4) sore.
Setibanya disana, tim BBKSDA langsung disambut oleh Danramil 03 Mandau, Distrik (Kodim) 0303 Bengkalis, Kapt (Arh) Jemirianto, personel Bhabinkamtibmas Polsek Pinggir, Resor Bengkalis dan warga sekitar.
Jelang Rabu petang, seluruhnya berkoordinasi guna memasang box trap atau kandang jebak. Alat itu dipasang guna menangkap binatang buas jenis Harimau Sumatera yang berkeliaran dan beberapa kali meneror warga sekitar.

Parahnya, satwa langka dilindungi inilah yang diduga menyerang seorang warga sekitar beberapa waktu lalu dan membuat kepala terputus dari badan. Setelah itu, sang raja hutan ini tak henti menyatroni perkampungan warga hingga videonya viral di berbagai sosial media (Sosmed).
“Bersama tim BBKSDA Riau, kita dari Koramil 03 Mandau ikut serta mengamankan lokasi dan memasang kandang jebak. Tujuannya, agar satwa ini bisa ditangkap dan dipindahkan ke habitat aslinya. Tujuannya, agar warga tak lagi resah dan merasakan teror Harimau,” kata Danramil 03 Mandau, Kapt (Arh) Jemirianto, Rabu petang.
Kandang jebak, kata Jemi, dipasang tepat di wilayah perlintasan sang Harimau. Pemasangan box trap dilakukan berdasarkan pertimbangan, pengamatan, penilaian dan perlintasan si belang. Hingga jelang magrib tiba, satu kandang jebak diproses pemasangannya.

“Saat sedang dipasang, waktu sudah relatif petang. Nyaris gelap, jadi tim bergegas menjauh. Resiko beraktifitas pada malam hari sangat tinggi, kita putuskan melanjutkan rencana esok hari,” ujarnya.
Sesuai rencana, umpan pada kandang jebak bakal dipasangkan esok hari. Menunggu waktunya tiba, tim berupaya menjauh dan mengulur waktu guna beristirahat sejenak. “Kita lanjut besok, malam ini kita istirahat sejenak sambil memantau. Kita berjaga di salah satu rumah warga, tetap siaga sampai pagi,” ujarnya.
Terpisah, Dandim 0303 Bengkalis, Letkol (Inf) Endik YH kala dihubungi lewat telepon selularnya mengaku terus memantau prajurit yang berjibaku di Talang Muandau. “Kita monitor terus, semangat untuk Danramil Mandau dan jajaran serta seluruh tim di lapangan. Tetap utamakan keselamatan. Di waktu malam, kurangi intensitas patroli, sebab resiko tinggi. Tetap waspada, tetaplah siaga,” singkat Letkol Endik. (Bres)