-6.7 C
New York
Senin, Februari 2, 2026

Sempat Dirawat, Pasien yang Terjun Bebas dari Lantai II RSUD Mandau Meninggal Dunia

CENTRALNEWS.ID, DURI – Seorang pasien berinisial An (44) dari fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Mandau – Duri dikabarkan terjun bebas dari lantai II, Minggu (18/9).

Pasien berjenis kelamin laki-laki tersebut dikabarkan nekat terjun sekira pukul 13.30 WIB. Pasca aksi nekatnya, pasien yang diduga depresi tersebut terhempas ke lobby utama RSUD Mandau dan akhirnya kritis.

Hal itu dibenarkan Direktur RSUD Mandau, dr. Chairiah Hafid melalui Kepala Bidang (Kabid) Humas, Iwan Ridwan, Senin (19/9). Dikatakan Iwan, pasca (diduga) melompat dari lantai II, pasien tersebut tak sadarkan diri dan dievakuasi oleh tim IGD serta petugas keamanan rumah sakit.

Dalam keadaan kritis, pria tersebut dibawa ke fasilitas IGD untuk selanjutnya mendapat penanganan medis darurat. “Setelah (diduga) melompat dari lantai dua, pasien langsung dibawa kembali ke fasilitas IGD kita. Sempat dirawat oleh tim dokter,” kata Iwan.

Baca Juga :  Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Babinsa Koramil 03/Mandau Gencarkan Patroli di Desa Petani

Namun sayang, takdir berkata lain. Pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia sekira pukul 19.06 WIB di ruang IGD. “Benar, meninggal dunia semalam pukul 19.06 WIB. Kemudian pihak keluarga memutuskan membawa almarhum pulang ke rumah duka untuk disemayamkan sekira pukul 20.50 WIB,” ujarnya.

Iwan menyebut, sejak awal pasien tersebut memang dibawa ke IGD RSUD Mandau dengan diagnosa (diduga) menenggak cairan pembersih lantai. Tiba disana, pasien langsung ditangani. Pasca penanganan darurat, pasien perlahan pulih dan hendak dirawat lebih lanjut menuju kamar rawat inap.

Tak lupa, pihaknya menyematkan gelang pasien bertanda-keterangan khusus agar tenaga medis dapat lebih awas mengamati perkembangan pasien. “Memang awalnya dibawa ke IGD karena sebelumnya (dari rumah) diduga meminum cairan pembersih lantai. Itu dijelaskan dokter yang menangani dan kemudian An ini ditangani secara medis. Juga sudah diberi tanda dan keterangan khusus berupa gelang, supaya nakes kita mengawasi dengan cermat,” ujar Iwan.

Baca Juga :  Praka Indro K. Sinaga Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Wabah PMK di Desa Pinggir

Belum sempat dinaikkan ke kamar rawat inap, pasien disebut hendak ke kamar kecil alias toilet. Ditemani sang isteri, pasien menuju ke kamar kecil yang berjarak beberapa meter dari ruang IGD. Pada saat itu, pasien masuk ke toilet, sementara sang isteri menunggu di luar dan kemudian memanggil kerabat lainnya.

“Saat isterinya pergi memanggil keluarga lainnya, pasien diduga keluar dari toilet dan naik ke lantai II (arah lobby utama). Saat itulah, pasien diduga melompat dan terjatuh di antara kursi pengunjung di dekat lobby. Padahal kondisinya sudah sempat membaik setelah dirawat sebelumnya,” ujarnya.

Tersebab aksi nekatnya, pasien tersebut tak sadarkan diri dan segera dievakuasi menuju ruang IGD. Sekira pukul 19.06 WIB, An dikabarkan meninggal dunia “Info terakhir, pasien meninggal pukul 19.06 WIB di-IGD dan dibawa pulang oleh keluarga sekira pukul 20.50 WIB,” tukasnya. (Bres)

 

Baca Juga :  Amankan 29 Unit Sepeda Motor, Polres Bengkalis Sukses Cegah Balapan Liar di ‘Kota Minyak’

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles