29.9 C
New York
Senin, Juli 22, 2024

Sekolah Tatap Muka Belum Diizinkan, Wakil Wali Kota Batam : Kami Lebih Prioritaskan Keselamatan Anak

CENTRALNEWS.ID, BATAM – Proses belajar mengajar tatap muka masih belum diizinkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Hal ini mengingat kondisi Batam masih level 3 dikhawatirkan ada penyebaran di kalangan pelajar.

Walaupun dalam Inmendagri disebutkan diperbolehkan. Namun pemerintah daerah diperbolehkan membuat kebijakan, demi keselamatan peserta didik.

“Kita lebih memprioritaskan keselamatan adik-adik,” ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Selasa (7/9/2021).

Amsakar berharap ke depan Kota Batam bisa segera turun level, dan wilayah Kepri secara keseluruhan. Penurunan level ini merupakan bukti, daerah berhasil menekan angka kasus, dan tentunya ada dampak yang lebih besar jika pengendalian Covid-19 di Batam semakin membaik.

“Sekarang kita jalani saja dulu. Bagaimana level 3 ini bisa segera menjadi level 2,” tuturnya.

Baca Juga :  Terkait 4 Tersangka Kasus Pengadaan Gedung BPJS Ketenagakerjaan, Eko : Kami Hormati Proses Hukum

Sementara itu, terkait Batam yang tidak kunjung turun level, dan sudah diperpanjang sebanyak dua kali.

Hal ini disebabkan karena penentuan turun level memperhatikan grafik perkembangan kasus berskala provinsi bukan hanya kota Batam saja. Sehingga hal ini membuat secara keseluruhan Kepri masih berada di level 3.

“Kalau menurut perhitungan kami, harusnya sudah turun level. Namun Imendagri terbaru masih menetapkan Batam level 3,” sebutnya.

Sesuai dengan hal tersebut, kebijakan tetap merujuk pada aturan tersebut. Termasuk soal kapasitas pengunjung di pusat perbelanjaan yang 50 persen. Mereka yang masuk mal jua diminta bisa memperlihatkan kalau sudah vaksin.

Terkait aplikasi peduli lindungi, Amsakar menjelaskan tetap meminta pengelola mal untuk mempelajari Surat Edaran Wakil Wali Kota Batam nomor 49 Tahun 2021 terkait pengendalian Covid-19.

Baca Juga :  Perusahaan Tunggak Iuran, BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Surat Kuasa Khusus ke Kejari Batam

“Di bandara ada kode batang atau barcode, jadi langsung scan saja. Untuk mal juga bisa menerapkan hal yang sama. Kendati demikian apa pun itu, intinya kebijakan ini hanya ingin memastikan pengunjung mal terlindungi dengan cara sudah mengikuti vaksin,” katanya.(dkh)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles