CENTRALNEWS.ID, DURI – Hamparan semak dan hutan serta perkebunan karet yang berada di sekeliling fasilitas pendidikan (Sekolah) Swasta Dharma Bhakti di jalan Karet, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau – Duri, Bengkalis, Riau terbakar hebat sekira pukul 15.30 WIB, Senin sore (23/3/2026).
Kebakaran tersebut meluas di tengah teriknya matahari disertai deruan angin kencang. Peristiwa tersebut segera dilaporkan tim Central News kepada Danramil 03 Mandau Kapten Czi. Suratmin, kepada Kapolsek Mandau Kompol Primadona serta ke jajaran UPT Dinas Damkar Mandau untuk segera ditindaklanjuti.
Bergerak Cepat, TNI-Polri serta tim Damkar segera tiba di lokasi dan lakukan pemadaman. Api nan gahar nampak meluas ke belakang bangunan sekolah yang membuat situasi makin genting.
Saking besarnya kobaran api, fasilitas sekolah tersebut nyaris terbakar. Beruntung Babinsa Koramil 03 Mandau bersama Bhabinkamtibmas Polsek Mandau serta tim. Damkar sigap berjibaku sehingga api dapat dipadamkan lebih cepat.

“Setelah mendapat laporan dari rekan media, kami langsung meluncur. Setelah dipastikan info A1, upaya pemadaman langsung dikerahkan bersama personel Polsek Mandau dan tim Damkar,” kata Babinsa Sertu Firman Sihotang.
Selain Babinsa, Kanit Lantas Polsek Mandau bersama Bhabinkamtibmas Brigpol. Amos Purba turut terjun ke lokasi guna membantu pemadaman serta menelusuri penyebab kebakaran.
Dalam penelusuran di lapangan, diketahui penyebab kebaran diketahui akibat ulah seorang pria dengan latar belakang gangguan mental atau orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ).

Kepada petugas, pria ODGJ tersebut mengakui telah membakar semak tersebut atas suruhan pihak lainnya. Barang bukti berupa pemantik api turut disita petugas.
“Bapak tersebut ada keterbelakangan (ODGJ, red), dia ngaku bakar semak karena disuruh orang. Dari pria tersebut kita amankan satu buah korek atau pemantik api yang digunakan untuk membakar semak,” kata Brigpol. Amos.
Akibat ulah sang pria tersebut, sekitar setengah hektare lahan bervegetasi semak dan pepohonan akasia serta karet di lokasi tersebut terbakar.

“Beruntung laporan rekan media cepat masuk dan kita bisa segera meluncur kemari. Kalau terlambat sedikit saja, sekolah DB ini bisa terbakar. Beruntung situasi dapat kita kendalikan dengan baik,” ungkap petugas Damkar Mandau.
Sekira pukul 17.00 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan. Giat pendinginan dilakukan agar api tak kembali menyala saat ditinggalkan.
Meski berstatus ODGJ, petugas tetap memberi teguran agar kedepan tak lagi melakukan perbuatan yang sama guna mencegah kebakaran serupa di waktu mendatang. “Ya meskipun ada keterbelakangan mental, si Bapak tersebut tetap kita tegur agar kedepan tidak kembali mengulangi perbuatannya,” terang Sertu Firman. (Bres)


