CENTRALNEWS.ID, TANJUNGPINANG – Menjelang pelantikan pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang, dinamika pemerintahan kian menguat.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan bahwa seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut mampu menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam kerja nyata dan terukur.
Lis menyampaikan, pejabat yang akan dilantik tidak cukup hanya menjalankan rutinitas birokrasi.
Mereka harus berani keluar dari zona nyaman serta mampu beradaptasi dengan tuntutan perubahan demi memastikan program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kepala OPD harus memiliki inovasi dan improvisasi. Mereka dituntut mampu menjalankan visi dan misi Lis–Raja secara konkret, bukan sekadar slogan,” ujar Lis.
Ia juga mengakui bahwa hingga saat ini masih terdapat kepala OPD yang belum sepenuhnya mampu mengimplementasikan visi dan misi pemerintah daerah.
Salah satu penyebabnya adalah penempatan pejabat yang tidak selaras dengan kompetensi dan latar belakang keahliannya.
“Prinsip the right man on the right place belum sepenuhnya terpenuhi. Ada pejabat berlatar belakang kesehatan ditempatkan di bidang teknis, dan itu tentu berdampak pada kinerja,” ungkapnya.
Terkait waktu pelantikan serta rencana rotasi jabatan Eselon II, Lis belum bersedia memberikan keterangan rinci.
Ia meminta semua pihak menunggu pengumuman resmi dari pemerintah daerah.
“Kita tunggu saja. Yang jelas, mereka yang mampu dan berkinerja baik tentu masih akan dipercaya,” katanya singkat.
Lebih lanjut, Lis juga mengungkapkan rencana pemerintah kota untuk melakukan perampingan struktur OPD setelah pelantikan berlangsung.
Kebijakan ini diambil sebagai upaya efisiensi anggaran, sekaligus menindaklanjuti masukan terkait penggabungan OPD yang disampaikan DPRD Kota Tanjungpinang.
“Jika bisa dikurangi empat atau lima OPD, tentu akan ada penghematan anggaran yang cukup signifikan,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima, sejumlah kepala OPD diperkirakan akan mengalami pergeseran jabatan.
Pelantikan pejabat Eselon II sendiri direncanakan berlangsung pada 10 Januari 2026.
Publik pun menanti siapa saja yang akan tetap menduduki posisi strategis dan siapa yang akan berganti peran dalam struktur pemerintahan kota.(ndn)


