15.7 C
New York
Jumat, Maret 27, 2026

Kabut Tebal Selimuti Dumai, Kapolda Riau Minta Pendinginan Lahan Dimaksimalkan

CENTRALNEWS.ID, DUMAI – Kota Dumai, Provinsi Riau, sejak pagi hari diselimuti kabut tebal yang membuat jarak pandang di sejumlah ruas jalan menurun, Jumat (27/3/2026).

Kabut tampak menyelimuti kawasan permukiman warga, jalan protokol hingga area pelabuhan sejak matahari terbit.

Pantauan di beberapa titik Kota DumaiĀ  menunjukkan kabut cukup pekat, sehingga pengendara harus memperlambat laju kendaraan.

Kondisi tersebut diduga kuat merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau, termasuk di sekitar Kota Dumai.

Kabut asap tipis hingga sedang ini membuat langit Dumai terlihat pucat dan udara terasa lebih pekat dibanding hari-hari sebelumnya.

Meski aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa, warga diminta tetap waspada terhadap potensi gangguan kesehatan akibat asap.

Sehari sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melakukan pemantauan langsung kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai.

Peninjauan dilakukan di lokasi kebakaran yang berada di dekat Perumahan Althaf Regency, Jalan Arifin Ahmad, Kelurahan Tanjung Palas RT 04, Kecamatan Dumai Timur, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga :  Tiga Orang Langsung Bebas, 1.000 Warga Binaan Dapat Remisi Idulfitri di Batam

Selain meninjau lokasi kebakaran, rombongan juga mengunjungi Posko Karhutla Polres Dumai untuk melakukan analisa dan evaluasi terkait langkah-langkah penanganan kebakaran lahan di wilayah hukum Polres Dumai.

Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang mengatakan kunjungan Kapolda Riau tersebut untuk melihat langsung proses pemadaman dan pendinginan lahan yang terbakar sekaligus memberikan motivasi kepada personel di lapangan.

Menurutnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menekankan pentingnya meningkatkan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

ā€œKapolda Riau menekankan pentingnya sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, hingga pihak perusahaan agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan efektif,ā€ ujar Angga.

Ia menambahkan, kesolidan seluruh pihak sangat diperlukan untuk menghadapi potensi kebakaran yang masih mungkin terjadi, terutama saat kondisi cuaca kering melanda sejumlah wilayah di Riau.

Baca Juga :  Pemko Batam Siapkan Nikah Massal, Benahi Data Penduduk Hingga Tekan Pengangguran

Dalam kunjungan tersebut, tim juga masih menemukan beberapa titik lahan yang berpotensi menimbulkan asap sehingga diperlukan proses pendinginan lanjutan secara intensif.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan juga meminta agar proses pendinginan dilakukan secara maksimal guna mencegah munculnya kembali titik api di lokasi kebakaran.

Berdasarkan data pemantauan titik panas dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau, kebakaran hutan dan lahan masih terpantau di sejumlah daerah di Provinsi Riau.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain:

  • Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan jumlah titik panas tertinggi.
  • Kabupaten Pelalawan juga tercatat memiliki puluhan titik panas, terutama di kawasan lahan gambut.
  • Kota Dumai terpantau memiliki sejumlah hotspot yang sebagian berada di wilayah Dumai Timur dan Medang Kampai.
  • Kabupaten Rokan Hilir dan Siak turut terdeteksi beberapa titik panas berdasarkan pantauan satelit.
Baca Juga :  Usai Shalat Id, Bupati Bintan Roby Kurniawan Silaturahmi ke Kediaman Wabup Deby Maryanti

Secara keseluruhan, ratusan titik panas masih terdeteksi di wilayah Provinsi Riau dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi cuaca panas, minimnya curah hujan, serta karakteristik lahan gambut menjadi faktor utama yang membuat api mudah menyebar dan sulit dipadamkan.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni serta pemerintah daerah terus melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik kebakaran.

Selain upaya pemadaman di darat, pemantauan udara dan patroli terpadu juga terus dilakukan untuk memastikan tidak muncul titik api baru.

Pemerintah dan aparat penegak hukum juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut dapat memperparah kondisi kabut asap dan berpotensi menimbulkan bencana yang lebih luas.

Dengan masih munculnya kabut di pagi hari seperti yang terjadi di Dumai, kewaspadaan seluruh pihak diharapkan semakin ditingkatkan guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.(bur)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles