14.9 C
New York
Kamis, Mei 14, 2026

Ikhtiar Majukan Negeri, Kodim Bengkalis Gebrak Pembangunan hingga Pelosok Desa

CENTRALNEWS.ID, BENGKALIS  – Negeri Junjungan, Kabupaten Bengkalis kembali terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan program terpadu TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD yang ke-128 tahun anggaran 2026. Sebagai tim pelaksana pembangunan, Kodim 0303 Bengkalis di bawah komando Letnan Kolonel Haris Nur Priatno, S.Sos., M.I.P langsung menyusun langkah strategis guna menggebrak kemajuan negeri lewat rangkaian pembangunan strategis di pelosok desa.

Mantan Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 125/Si’mbisa wilayah Kodam I Bukit Barisan ini segera kumpulkan pasukan untuk mulai merinci kemana arah pembangunan bakal dipusatkan untuk memajukan peradaban masyarakat dari berbagai lini kehidupan. Bukan sebagai kinerja yang asal jadi dan tidak memberikan manfaat bagi khalayak, namun program yang dirancangnya dalam bingkai TMMD ke-128 ini difokuskan untuk memberi dampak baik beristilah ‘efek domino’.

Step by step, Letkol Haris meniti langkah untuk mensukseskan program yang juga digalakkan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dengan tujuan memberi manfaat yang besar bagi kemajuan peradaban masyarakat. Hingga kemudian, Dandim 0303 Bengkalis itu mengumpulkan seluruh jajarannya untuk menyusun strategi jitu.

Tujuan Dandim mengumpulkan awaknya tidak lain untuk memetakan di wilayah mana sasaran demi sasaran dalam program TMMD ke-128 ini akan difokuskan. Untuk memantapkan strategi yang dimaksud, Dandim Bengkalis ini turut melibatkan Bupati Bengkalis, Kasmarni dan jajaran kedinasannya seperti Dinas Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Bengkalis.

Sinergi lintas sektoral yang terbangun kala itu akhirnya merujuk dan memutuskan lokasi sasaran TMMD ke-128 tahun anggaran 2026 di wilayah Kodim 0303 Bengkalis yang diajukan sebagai titik pembangunan adalah desa Balai Pungut dan desa Tengganau di kecamatan Pinggir. Bukan sembarang memilih tanpa dasar yang jelas, faktanya, kedua lokasi tersebut memang merupakan kawasan terisolir yang jauh dari kesan kemajuan peradaban, baik di bidang pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), kemandirian ekonomi, hingga pembangunan infrastruktur yang mengkoneksikan desa pedalaman menuju kemajuan saat ini.

Rapat demi rapat, paparan demi paparan, pertemuan demi pertemuan ditajak serta dihadiri Dandim Bengkalis mulai dari tingkat lokal, regional bahkan nasional hanya untuk mengkoneksikan desa-desa terisolir dengan kemajuan pembangunan sempena program TMMD ke-128 di dua titik lokasi tersebut. Segala usaha diupayakan Letkol Haris dan akhirnya mendapat titik terang, kedua lokasi di wilayah tersebut akhirnya disepakati sebagai tempat dimana TMMD ke-128 mulai berkisah.

“Alhamdulillah, langkah awal kita mendapat sambutan yang baik dari setiap pihak termasuk dari Bapak Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjend. TNI. Dr. Agus Hadi Waluyo, S.AP., M.M., CHRMP dan Bapak Danrem 031/Wira Bima Brigjend. TNI. Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han saat paparan demi paparan berlangsung. Pusat kegiatan TMMD kita gelar di desa Balai Pungut dan Tengganau, serta areal perkantoran di desa Tengganau yang menjadi episentrum Posko TMMD ke-128 di wilayah Kodim 0303 Bengkalis,” kata Letkol. Inf. Haris Nur Priatno, Dandim Bengkalis memulai kisahnya terhadap TMMD ke-128.

Pasca dilantik menjadi Dandim Bengkalis oleh beberapa waktu lalu, Letkol Haris langsung diperhadapkan dengan program skala nasional yang peruntukkannya memang benar-benar ditujukan demi kemajuan masyarakat. Meski baru beberapa saat berada di Negeri Junjungan, taktik tangguh Letkol Haris tidak mau kalah dengan keadaan. Perhitungannya sangat jitu, sebab bila salah langkah, program yang ditujukan untuk memajukan peradaban masyarakat malah akan berubah menjadi buah bibir atau cibiran.

Tibalah waktunya, Bupati Bengkalis Kasmarni didampingi Wakil Bupati Bagus Santoso secara resmi membuka pelaksanaan TMMD ke-128 tahun anggaran 2026 di wilayah Kodim 0303 Bengkalis dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” pada tanggal 22 April 2026 lalu.

Sejak resmi dimulai, Dandim Bengkalis kemudian kerahkan puluhan bahkan ratusan personel dari berbagai unsur meliputi TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Polres Bengkalis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, masyarakat, perangkat RT/RW, desa, hingga kecamatan untuk memulai progres pembangunan dengan tujuan mengoneksikan desa-desa terpencil dengan kemajuan peradaban dan teknologi sebagaimana telah lama dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Bengkalis pada umumnya.

Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat berpangkat melati dua di pundaknya ini tak pandang waktu untuk segera meninjau titik-titik sasaran di kedua desa tersebut. Berdasarkan peninjauan bersama para anggotanya, Dandim mendapati beberapa lokasi yang alami kendala cukup rumit dan membutuhkan penanganan segera.

Total terdapat sejumlah sasaran fisik yang dirumuskan Letkol Haris dan jajaran dalam pelaksanaan TMMD tahun ini di Negeri junjungan, ia merincikannya meliputi pembangunan Sarana Drainase, Peningkatan Jalan, Bedah RTLH, Manunggal Air Bersih, Rehab Rumah Ibadah, Rehab MCK serta banyak program Non-Fisik lainnya yang juga dikerjakan.

Pembangunan drainase di jalan Bunta | Foto: Bresly

Bangun Drainase di jalan Bunta – Tengganau untuk Atasi Banjir

Letkol Haris menjelaskan, pembuatan sistem drainase di jalan Bunta dan jalan Batu Bata, Desa Tengganau, Kecamatan Pinggir tersebut merupakan langkah nyata TNI Angkatan Darat untuk mengatasi banjir yang kerap melanda. Penampakan di lokasi, sisi kiri dan kanan jalan Bunta maupun tak luput dari keberadaan kanal perkebunan yang dibelah keberadaan jalan.

Acap kali hujan lebat mengguyur, ruas jalan tersebut tak pernah luput dari luapan debit air dan membuat masyarakat sekitar kesulitan melintas. Terlebih saat anak-anak hendak berangkat sekolah melalui kedua ruas jalan tersebut, genangan air bercampur lumpur memaksa kalangan pelajar untuk melepas sepatu ketimbang terperosok ke dalam lumpur.

Selain membuat jalan menjadi licin dan kotor, luapan air di sekitar badan jalan turut menyimpan potensi bahaya. Beberapa hewan melata seperti ular, kadal besar seperti biawak, hewan penghisap darah seperti lintah dan pacet bisa membahayakan para pelajar yang hendak melintas menuju sekolahnya.

Saking buruknya fasilitas infrastruktur pada lokasi tersebut, anak-anak sekitar terpaksa bangun tidur lebih awal hanya untuk menyusuri jalan alternatif yang lebih bagus namun dengan jarak yang lebih memakan waktu dengan berjalan kaki. Hal inilah yang kemudian menjadi bahan pertimbangan oleh Dandim Bengkalis dan jajaran untuk membuat drainase yang lebih elok pada lokasi dan jalan tersebut.

Pengecoran drainase di jalan Batu Bata | Foto: Bresly

Pihaknya ingin akses perlintasan warga setempat, terkhusus para pelajar lebih mudah dan tak lagi terbebani rintangan banjir atau gangguan lainnya. Memastikan debit air tidak lagi meluber ke permukaan jalan, ditajaklah pembuatan drainase tersebut. Pembuatan infrastruktur ini dimulai dengan menggali tanah sebagai wadah peletakan rangka besi dan pengecoran beton. Sinergitas lintas sektoral termasuk masyarakat setempat dilibatkan untuk memulai pekerjaan.

Baca Juga :  Satgas TMMD 128 Kodim Bengkalis Sukses Entaskan Rehab Musholla di Balai Pungut

“Tujuan kita membuat drainase di jalan Bunta ini memang ditujukan untuk memudahkan perlintasan masyarakat. Selama ini mereka, termasuk anak-anak sekolah sangat kesulitan melintasi jalan karena sering terendam banjir. Nah kalau sudah banjir, ada saja ular, biawak atau lintah yang terbawa luapan air dan terdampar di ruas jalan. Ketiadaan drainase ini membuat air meluber. Inilah dasar kita membuat drainase di jalan ini sempena program TMMD ke-128 wilayah Kodim 0303 Bengkalis,” ujar Letkol Haris.

Berdasarkan perkembangan di lapangan, pembuatan drainase tersebut terus berlanjut. Untuk unit drainase yang dibangun di jalan Bunta saat ini telah masuk dalam pembuatan lantai dan dinding beton periode 10 Mei 2026. Dalam waktu dekat, seluruh tahap pekerjaan bakal rampung 100%. “Insha Allah bila cuaca cerah, progres pekerjaan bisa lebih cepat dikerjakan. Kita harap dengan pembangunan drainase ini masyarakat dapat lebih leluasa dan aman mengakses jalan ini tanpa perlu takut tergelincir karena luapan air,” harapnya.

Peningkatan kualitas jalan Bunta lewat metode Base | Foto: Bres

Tingkatkan Kualitas Jalan, Koneksikan Desa Terpencil dengan Kemajuan Zaman

Selain sasaran fisik drainase Dansatgas TMMD ke-128 wilayah Kodim 0303 Bengkalis, Letkol. Inf. Haris Nur Priatno juga memaparkan bahwa pihaknya turut meningkatkan kualitas jalan yang ada di desa Tengganau, kecamatan Pinggir, Bengkalis – Riau.

Lewat kemanunggalan TNI – Rakyat dan dibantu sinergitas lintas sektoral, jalan Bunta digagas peningkatan kualitasnya. Sempena program TMMD ke-128 tahun anggaran 2026 ini, tim satuan tugas menajak peningkatan kualitas jalan guna mengkoneksikan desa-desa terisolir dengan pusat keramaian, pusat perdagangan, pusat pemerintahan, pusat pendidikan dan pusat pelayanan kesehatan yang ada di kecamatan Pinggir.

Dikatakan Letkol Haris, jauh sebelum TMMD dilaksanakan keadaan jalan tersebut nampak hancur lebur. Tidak sedikit kendaraan warga sekitar tergelincir bebatuan dan terpapar debu saat musim kering, bahkan terjebak lumpur saat musim penghujan tiba.

Sebagai masyarakat yang menumpukan garis ekonomi kehidupannya pada bidang perkebunan dan pertanian, distribusi hasil panen pun terkendala dengan buruknya sarana perlintasan. Rata-rata masyarakat yang ada di bilangan jalan Bunta pasti selalu terjebak lumpur saat memaksakan kendaraannya menerjang jalan berdasar tanah merah.

Padahal, jalan tersebut menjadi akses terdekat dan tercepat yang mengoneksikan warga di lingkungan perkampungan Tengganau dalam menuju ke kantor pelayanan pemerintahan, terdekat ke Pasar Rakyat, jarak tersingkat ke UPT Puskesmas Pinggir, paling dekat ke Pos Rayon Militer (Posramil) Pinggir – Koramil 03 Mandau, serta merupakan jarak paling singkat dan pintas menuju berbagai sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat yang ada di kecamatan Pinggir.

Peningkatan kualitas jalan Bunta ujung | Foto: Bresly

Tersebab tidak mumpuninya jalan Bunta, tidak sedikit harga kebutuhan pokok yang merangkak naik akibat rumitnya jalur distribusi yang dinilai menelan cost terlampau banyak. Selain itu, cukup banyak anak-anak sekolah yang mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Atas dasar pertimbangan tersebut pula kemudian Dansatgas TMMD wilayah Kodim 0303 Bengkalis memantapkan program peningkatan dan pengerasan kedua jalan tersebut menggunakan material Base-B.

“Memandang urgensi jalan ini menjadi akses tercepat dan sering digunakan masyarakat mendistribusikan hasil panen serta menjadi tumpuan ekonomi, terlebih banyak anak-anak yang harus bersekolah tanpa harus berkotor-kotoran dengan debu dan lumpur, makanya kita tajak juga peningkatan jalan Bunta ini,” ungkap Dansatgas TMMD wilayah Kodim 0303 Bengkalis ini.

Sejak TMMD ke-128 diresmikan oleh Bupati Bengkalis, pekerjaan pada bidang jalan tersebut langsung digesa oleh anggota satgas. Berdasarkan laporan pertanggal 12 Mei 2026, progres pekerjaan jalan itu telah berangsur lebih dari 50 persen.

Tebaran material Base-B yang diperkuat dengan pengoperasian alat berat jenis grader dan compactor membuat pekerjaan di lapangan alami percepatan. Saat seluruh anggota satgas bekerja, tak sedikit anak-anak sekitar yang memberi semangat. Tidak itu saja, warga setempat bahkan berlomba-lomba menyajikan aneka minuman mulai dari teh manis, kopi, hingga minuman segar berpadukan sirup dan buah-buahan yang tentu tentu saja menghilangkan dahaga seketika.

Penampakan awal salah satu rumah tidak layak huni yang selanjutnya dibedah oleh Satgas TMMD Bengkalis | Foto: Bresly

Satgas TMMD ke-128 Sulap Gubuk Reot jadi Rumah Layak Huni

Di bawah komando komandan satuan tugas (Dansatgas) TMMD ke-128 wilayah Kodim 0303 Bengkalis, Letkol. Inf. Haris Nur Priatno, program yang berjalan tidak semata hanya berkutat pada pembangunan infrastruktur atau fasilitas umum belaka. Pasalnya, para Tentara dan unsur satgas ini juga laksanakan pembedahan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak lima unit, salah satunya adalah milik Laspinah (45).

Warga yang berdomisili di desa Balai Pungut, kecamatan Pinggir ini bak dapat durian runtuh kala prajurit meninjau kondisi awal kediamannya. Bersandarkan dinding atau bilik dari anyaman bambu yang telah usang, lantai beralaskan tanah, bias cahaya matahari merongrong lewat maraknya kebocoran atap, hingga tiang kayu penyanggah utama nyaris ambruk membuat tim peninjau prihatin.

Lewat skema dan pembahasan panjang, kediaman Laspinah dan sejumlah warga tidak mampu lainnya terpilih untuk dibedah. Adapun hal yang menyokong pembedahan kediaman tersebut, lantaran lengkapnya legalitas kepemilikan tanah atas rumah tersebut oleh warga lanjut usia ini. “Syarat berupa surat tanah lengkap dan atas nama sendiri, kondisi huni rumah jauh dari kesan layak, lantai berdasar tanah. Secara umum keadaannya tidak layak, makanya ditajaklah pembedahan terhadap kediaman ibu Laspinah dan empat rumah lainnya karena termasuk dalam program sasaran fisik sempena TMMD ke-128 di wilayah Kodim 0303 Bengkalis,” kata Letkol Haris.

Sejak saat itu, pembedahan mulai dilakukan oleh anggota satuan tugas dengan membongkar setiap sudut bangunan yang kondisinya telah usang dimakan waktu. Rumah reot yang tadinya berdiri miring sontak dibongkar habis-habisan. Nyaris tak ada material yang bisa dipergunakan ulang saking lapuknya.

Penampakan rumah layak huni yang hampir rampung dikerjakan, kualitasnya lebih kokoh | Foto: Bresly

Seiring berjalannya waktu, material demi material bangunan terus dirakit dan dipasangkan. Wujud rumah permanen berdiri kokoh dan gagah mulai menampakkan kharisma kelayak-huniannya. Melihat wujud rumah barunya terus berproses, Laspinah acapkali menangis haru. “Ya Allah, terima kasih atas berkah yang Engkau berikan melalui dedikasi bapak-bapak TNI ini. Rumah hamba sudah mulai diperbaiki, sudah nampak lebih bagus dari sebelumnya,” ucap Laspinah terbata-bata beriring pelupuk mata berkaca-kaca.

Warga dengan kondisi ekonomi tidak mampu dan telah mendiami lokasi tersebut dalam kurun belasan tahun ini sangat senang bahkan ikut membantu tim satgas semampu tenaganya. Di tengah kesederhanaan dan keterbatasan ekonomi, ia tak segan sembelih ayam peliharaannya untuk dijadikan sajian makan siang seluruh pihak yang ikut bertungkus-lumus membedah rumah reotnya.

Baca Juga :  Sertu Ahmad Junaidi Suluhkan Nilai Luhur Pancasila di Kalangan Warga Air Jamban

Meski sebenarnya Laspinah bisa menjual ayam peliharaannya demi kelangsungan hidup sehari-hari, namun ia tak sampai hati hanya duduk, diam dan mengamati tim satgas merehab kediamannya. “Saya enggak tega jual ayamnya, makanya saya sembelih, dimasak enak supaya bapak-bapak dan adik-adik tentaranya lahap makan. Kalau mereka senang dan kenyang, saya juga lega. Itu wujud ungkapan dan rasa terima kasih saya kepada bapak-bapak tentara sekalian. Sebenarnya apa yang saya sajikan tidak sebanding dengan tenaga mereka memperbaiki rumah saya, namun inilah kesanggupan dan keikhlasan hati saya. Semoga rasanya enak dan nagih,” harap dia sembari sajikan makan siang kepada tim satgas yang tengah istirahat siang.

Laspinah, salah satu penerima manfaat bedah rumah oleh Satgas TMMD Bengkalis | Foto: Bresly

“Saya bangga sama TNI, terima kasih sudah memilih rumah saya untuk diperbaiki. Sekarang kehidupan kami sudah lebih baik, tak sabar menunggu rumah ini jadi. Sangat-sangat senang sekali,” ungkapnya dengan raut wajah haru.

Sempena itu, Dansatgas terus mengarahkan agar seluruh anggotanya kerahkan kemampuan agar kediaman Laspinah segera rampung pembedahannya. “Satgas tetap saya semangati, bahkan tim Wasev juga ikut meninjau serta memberi semangat kepada anggota. Kita semua berharap ibu Laspinah dan keluarga lainnya bisa terbantu dengan bedah RTLH yang kita gagas ini. Sekarang kediamannya sudah lebih bagus, meskipun belum selesai 100 persen,” imbuh Dansatgas TMMD.

“Sekarang kalau hujan tidak kebocoran lagi, kalau panas tidak kegerahan. Lantainya juga akan disemenisasi serta berkeramik, jadi kediaman warga penerima manfaat dalam program TMMD ini akan lebih bagus dan kokoh serta layak huni. Kami harap apa yang sedang kita kerjakan dan akan segera rampung dalam waktu dekat ini bisa bermanfaat dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” harap Haris.

Sinergi lintas sektoral dalam mensukseskan TMMD ke-128 di wilayah Kodim 0303 Bengkalis | Foto: Bresly

Lintas Sektoral Bersinergi Wujudkan Pembangunan Negeri sempena TMMD ke-128

Sepanjang pengerjaan berbagai sasaran fisik di wilayah Pinggir, satuan tugas lintas sektoral yang meliputi unsur TNI, Polri, Instansi Pemerintah dan masyarakat turut terlibat secara langsung. Kerja sama yang ditonjolkan sejak awal terkesan kuat dan membanggakan.

Bupati Bengkalis, Kasmarni saat membuka resmi TMMD ke-128 wilayah Kodim 0303 Bengkalis bahkan menegaskan dan meminta agar seluruh pihak dapat bekerja sama dalam mendukung proses pembangunan yang digagas oleh TNI Angkatan Darat hingga ke pelosok Negeri Junjungan dalam mewujudkan kemajuan peradaban masyarakat dari berbagai sektor.

“Karena dengan program TMMD ini akan ada banyak hal yang mendapatkan manfaat kemajuan seperti terkoneksinya desa-desa pedalaman dengan kemajuan di pusat kota, terselenggaranya akses infrastruktur secara merata yang dapat dirasakan secara langsung manfaatnya oleh masyarakat dalam menjangkau modernisasi pelayanan publik, memudahkan masyarakat memasarkan hasil kebun dan pertanian, memudahkan anak-anak sekolah menempuh jarak dengan waktu singkat menuju sekolah serta banyak keunggulan lainnya yang dapat diwujudkan bersama-sama lewat kesuksesan program TNI Manunggal Membangun Desa yang ke-128 di wilayah Kodim 0303 Bengkalis tahun anggaran 2026 ini,” kata Kasmarni, Bupati Bengkalis.

“Oleh karena itu, marilah kita saling bekerja sama untuk mensukseskan TMMD di Negeri Junjungan dengan harapan akselerasi pembangunan bisa kita kebut sebagai upaya membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ajaknya.

Sebagai wujud dukungan lintas sektoral, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar juga turut terlibat dan kerahkan pasukan dari Polres Bengkalis bahkan Polsek Pinggir dalam menyukseskan program-program yang ditonjolkan dalam bingkai kerja TMMD ke-128. Mulai dari menyasar pekerjaan fisik, menggalakkan sasaran non-fisik seperti penyuluhan bahaya Narkoba sampai dengan pencegahan kebakaran hutan serta lahan (Karhutla).

Kapolres mengatakan, proses pembangunan baik fisik maupun non-fisik secara umum juga membantu tugas pokok dan fungsi kepolisian di Negeri Junjungan. “Sebagai contoh, kalau jalannya bagus anggota kita kan akan lebih mudah lakukan patroli untuk mencegah kejahatan sampai ke pelosok desa. Kemudian pencegahan banjir dengan pembuatan drainase juga membantu meringankan tugas kita untuk mencegah adanya korban jiwa atau kerugian materiil yang dialami masyarakat. Hal yang paling penting, penyuluhan-penyuluhan yang ada serta diselenggarakan dalam TMMD seperti pencegahan Karhutla dan bahaya Narkoba juga sangat brilian dan lagi-lagi membantu kami di kepolisian dalam mengayomi masyarakat serta mencegah terjadinya kejahatan. Oleh karena itu, Polres Bengkalis mendukung program TMMD dan siap mensukseskannya dengan dasar sinergi lintas sektoral yang termuat dalam tema kegiatan ini,” beber AKBP Fahrian.

Sinergi lintas sektoral hadirkan TMMD yang berdampak luas bagi masyarakat | Foto: Bresly

Kekuatan yang dimunculkan satgas TMMD Bengkalis dalam menjalankan program-program strategis tersebut terbilang sangat baik. Hal ini terbukti dengan akselerasi pembangunan berkelanjutan lewat TMMD yang disambut baik oleh masyarakat sekitar. Camat Pinggir, Zama Rico Dakanahay turut sumringah kala tempat kedinasannya dijadikan locus TMMD ke-128 tahun 2026 ini.

Mantan Camat Bathin Solapan tersebut mengapresiasi kinerja Dansatgas dalam memboyong pembangunan di lewat kemanunggalan TMMD. Saking senangnya, Zama Rico tak segan mempersilahkan kantor bahkan rumah dinasnya dijadikan pusat komando pengendali (Puskodal) kegiatan TMMD di Negeri Junjungan.

“Selaku Camat Pinggir, saya sangat senang, jujur saja warga saya banyak mendapat manfaat dan keuntungan dari berbagai bidang. Mulai dari kemudahan mobilisasi hasil panen, harga bahan pokok yang mulai normal dengan semakin membaiknya fasilitas dan infrastruktur serta kemudahan anak-anak menjangkau sekolah tanpa berkotor-kotoran di jalan dan hemat waktu membuat saya bangga kepada TNI,” kata Camat.

“Makanya sejak awal waktu Pak Dandim Bengkalis jalin komunikasi terkait TMMD ini, saya langsung setuju. Silahkan pakai kantor dan rumah dinas saya untuk mendukung kelancaran kegiatan, itu yang saya ungkapkan secara langsung ke Pak Dandim. Karena saya senang, mereka juga ikut bantu saya untuk mensejahterakan masyarakat. Perangkat kecamatan, desa, RT/RW sampai dengan seluruh masyarakat kecamatan Pinggir sangat mendukung TMMD. Semoga lancar dan sukses hingga akhir acara,” haturnya.

Kedatangan Ketua Tim Wasev Brigjend. TNI. Eko Hariyanto di wilayah Kodim 0303 Bengkalis untuk meninjau pelaksanaan TMMD ke-128 | Foto: Bresly

Kunjungi Locus TMMD Bengkalis, Tim Wasev Mabesad Berdecak Kagum!

Pertengahan pelaksanaan TMMD ke-128 wilayah Kodim 0303 Bengkalis di kecamatan Pinggir, tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD dari Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) yang dipimpin Waasrena Kasad Bidang Pengendalian dan Manajemen, Brigadir Jenderal TNI. Eko Hariyanto bertandang ke Negeri Junjungan, Senin (11/5/26). Didampingi sejumlah Pejabat Kodam XIX/TT dan Korem 031/WB, pengawasan dan peninjauan kinerja satgas dilakukan.

Baca Juga :  Sertu Sutiman Suluhkan Nilai Luhur Pancasila di Kalangan Warga Desa Balai Makam

Satu persatu sasaran fisik didatangi Brigjend. Eko dan beserta seluruh pihak terkait lainnya yang hadir kala itu. Sepanjang peninjauan lokasi, tim Wasev mengaku senang melihat hasil kerja satgas TMMD ke-128 wilayah Kodim 0303 Bengkalis. “Pekerjaannya sangat rapih dan sangat memerhatikan aspek manfaat dan keselamatan bagi masyarakat. Sangat kami apresiasi, walaupun belum 100% rampung. Kebetulan masih ada waktu, masih bisa diselesaikan baik sasaran fisik ataupun non-fisiknya,” kata Brigjend. TNI. Eko, ketua tim Wasev TMMD dari Mabesad.

Sembari menelusuri setiap titik sasaran, Brigjend. Eko menjelaskan bahwa TMMD atau TNI Manunggal Membangun Desa merupakan program nasional yang dilaksanakan oleh TNI secara terpadu dan lintas sektoral bersama Kementerian atau Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, Pemda serta seluruh komponen masyarakat.

Tim Wasev tinjau sasaran fisik TMMD ke-128 di wilayah Kodim 0303 Bengkalis | Foto: Bresly

Kegiatan yang dulunya disebut dalam istilah Abri Masuk Desa (AMD) ini dilaksanakan secara serentak dan berskala nasional di seluruh wilayah Indonesia sebagai upaya untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah dan meningkatkan kesejahteraan serta taraf perekonomian masyarakat sampai ke pelosok desa terpencil sekalipun.

TMMD dilaksanakan melalui kegiatan sasaran fisik maupun non fisik guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan khususnya daerah yang tergolong tertinggal, miskin, terisolasi atau terpencil, daerah perbatasan atau pulau-pulau terluar dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena akibat bencana.

“Contoh kegiatan sasaran fisik dilaksanakan diantaranya yaitu peningkatan kualitas jalan, pembangunan tempat ibadah, pembuatan jembatan, pembuatan drainase atau titik sumber air, rehab sekolah, pembuatan sanitasi, pembuatan talud dan pembuatan poskamling. Sasaran kedua TMMD adalah sasaran Non Fisik. Beberapa contoh kegiatan sasaran non fisik diantaranya yaitu penyuluhan yang disesuaikan dengan tipologi di wilayah seperti penyuluhan pertanian, perkebunan, kesehatan, penyuluhan tentang bahaya narkoba, hukum, penyuluhan wawasan kebangsaaan dan bela negara, pemutaran film kebangsaan, pelayanan kesehatan, penurunan angka stunting, serta pembagian sembako dalam rangka membantu mengatasi permasalahan ekonomi masyarakat,” kata Brigjend. Eko.

Tim Wasev Mabesad dan Dandim 0303 Bengkalis tinjau hasil pembangunan sarana air bersih di Desa Tengganau | Foto: Bresly

Ditegaskannya, selain untuk membantu percepatan pembangunan di daerah , TMMD juga digesa untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat serta sebagai sarana untuk mempererat kemanunggalan TNI – Rakyat. Program TMMD dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat di lokasi sasaran TMMD dengan melibatkan semua unsur-unsur yang terkait, dimulai dari tingkat Desa/Kelurahan sampai dengan tingkat Kabupaten/Kota.

“Selanjutnya kami mengajak mari kita semua bersama-sama untuk meningkatkan kepedulian dalam memelihara dan merawat hasil dari TMMD sehingga dapat memiliki masa pakai yang panjang untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat ke arah yang lebih baik, maju, sejahtera dan mandiri. Saya dan tim wasev mewakili pimpinan TNI mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Bupati beserta unsur pemerintah daerah dan komponen masyarakat atas kerjasama dalam mendukung kelancaran kegiatan TMMD ke-128 di wilayah Kodim 0303 Bengkalis ini,” tuturnya.

Tim Satgas TMMD wilayah Kodim Bengkalis bersama masyarakat berhasil rampungkan rehab rumah ibadah di Desa Balai Pungut | Foto: Bresly

Masyarakat Pelosok Desa Tuai Manfaat Berlimpah dari Program TMMD ke-128

Dengan adanya program TMMD di desa Balai Pungut dan desa Tengganau, kecamatan Pinggir, masyarakat setempat mengaku mendapat banyak manfaat. Sugeng (56) salah satunya. Warga desa Tengganau ini mengatakan bahwa program-program yang dijalankan sepanjang 22 April sampai dengan 21 Mei 2026 ini merupakan kegiatan positif dan konstruktif.

Di kampungnya saja, ruas jalan Bunta sepanjang ratusan meter telah ditingkatkan dengan metode pengerasan menghunakan material Base-B. Sejak pekerjaan dilakukan, lalu lintas di wilayah itu disebut Sugeng sangat baik dan cenderung lebih aman. Bila sebelumnya jalan tanah yang ada penuh lubang dan kubangan yang berbahaya bagi pengendara terutama pesepeda motor, kali ini keadaannya lebih nyaman dilalui serta bebas potensi kecelakaan.

“Untuk jalan Bunta sekarang ini sudah bagus. Tidak ada lagi lubang dan kubangan berlumpur yang membahayakan pengguna jalan. Sekarang sudah mulus dan lebih kuat. Kami selaku masyarakat setempat mendapat manfaat yang sangat besar atas terlaksananya acara ini. Terima kasih TNI dan Kodim 0303 Bengkalis, berkat program TMMD ke-128 ini jalan di kampung kami lebih bagus dan aman dilalui. Pemasaran hasil kebun kami pun lebih mudah, apalagi anak-anak yang mau berangkat sekolah, sudah tidak ada lagi alasan terlambat atau bahkan bolos sekolah. TMMD di wilayah Kodim 0303 Bengkalis sangat luar biasa,” seru Sugeng.

Rahmatika (61) pun mengaku demikian. Warga yang bermukim di bilangan jalan Bunta ini juga menyebutkan bahwa saat ini jalan menuju ke rumahnya sudah jauh lebih baik berkat sentuhan peningkatan kualitas yang dilaksanakan oleh satgas TMMD. Berkat kegiatan tersebut pula, warga lanjut usia ini jadi lebih mudah menjangkau pasar tradisional untuk memasarkan hasil kebunnya.

“Kondisi sekarang ini sudah sangat baik dari sebelumnya. Kalau kemarin saya tak bisa pakai alas kaki karena takut terjatuh di jalan yang berlumpur, sekarang tidak lagi. Jangankan jalan kaki, pakai sepeda motor saja sudah sangat aman dan nyaman, jadi ke pasar bisa lebih cepat untuk berjualan. Saya enggak menyangka jalan ini bisa sebagus sekarang. Saya berterima kasih kepada bapak-bapak TNI atas program yang dijalankan di desa bahkan kampung kami ini,” kata Rahmatika.

Dandim 0303 Bengkalis bersama Babinsa tinjau progres pembangunan rumah layak huni di Desa Balai Pungut | Foto: Bresly

“Dulunya kampung kami ini sangat terpencil dan ketinggalan dalam berbagai hal, kalau sekarang sudah lebih maju. Bahkan kami sebagai pedagang atau petani sayur-sayuran pun mendapat keuntungan, karena untuk memasarkan hasil panen tidak kesusahan lagi. Kampung kami sekarang ini sudah lebih maju berkat program TMMD,” tukasnya.

Secara umum, program TMMD ke-128 wilayah Kodim 0303 Bengkalis yang dilaksanakan di kecamatan Pinggir menuai decak kagum dari seluruh lapisan masyarakat. Selain ramah membantu mengatasi kesulitan yang dialami masyarakat, program-program yang dijalankan pun terbilang sangat pro-rakyat.

Mulai dari peningkatan dan pengerasan jalan serta pembuatan drainase di jalan Bunta, sejumlah pembangunan rumah layak huni, rehab rumah ibadah, rehab MCK, manunggal air bersih, hingga berbagai sasaran non-fisik telah berdampak nyata pada kemajuan peradaban masyarakat di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Tak salah bila akhirnya program TMMD ke-128 yang terlaksana di Negeri Junjungan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga pemerintah daerah. “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”. (Bresly)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles