-6.7 C
New York
Senin, Februari 2, 2026

HPN 2026 di Banten, Presiden Prabowo dan Menteri Kebudayaan Siap Hadir

CENTRALNEWS.ID – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026, di Provinsi Banten dipastikan akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kepastian tersebut mengemuka dalam audiensi pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, yang digelar pada Jumat (23/1/2026) di Jakarta.

Audiensi tersebut diterima oleh Muhammad Asrian Mirza, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik.

Informasi ini disampaikan oleh Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, dalam keterangan persnya, Jumat malam.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menjadwalkan kehadiran pada puncak peringatan HPN 2026 di Banten. Selain itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, juga menyatakan kesiapannya untuk hadir dan melakukan peletakan batu pertama Museum Siber SMSI,” ujar Muhammad Asrian Mirza.

Rangkaian kegiatan HPN 2026 yang digelar SMSI, sebagai salah satu konstituen Dewan Pers, juga akan ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Museum Siber SMSI pada 8 Februari 2026 di Kota Serang, Banten.

Baca Juga :  Polisi Ringkus 4 Lelaki dalam Penggerebekan Praktek Judi Togel di Kecamatan Mandau

Agenda tersebut dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Dalam audiensi tersebut, SMSI Pusat diwakili oleh sejumlah pengurus, antara lain Prof. Dr. Taufiqurochman, A.Ks., S.Sos., M.Si (Dewan Penasihat), Ilona Juwita (Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Media Siber dan Digital), dr. Nishal (Direktur Media Crisis Center), serta Dyah Kristiningsih (Wakil Direktur Departemen Kesekretariatan dan Keuangan).

Wakil Ketua Umum SMSI, Ilona Juwita, menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Menteri Kebudayaan dalam agenda peletakan batu pertama Museum Siber SMSI.

Ia menegaskan bahwa museum tersebut akan menjadi museum media siber pertama di Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif itu juga membahas penguatan kemitraan strategis antara media siber dan negara dalam membangun peradaban berbasis kebudayaan.

Baca Juga :  Pratu Daniel Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Wabah PMK di Kecamatan Mandau

Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan nasional, bukan sekadar sektor pendukung.

Media siber dinilai memiliki peran penting dalam merawat, mendokumentasikan, dan menyebarluaskan nilai-nilai kebudayaan, termasuk tradisi lokal, bahasa daerah, serta pengetahuan komunitas yang selama ini kurang mendapat ruang dalam arus utama pembangunan.

Menurut Firdaus, pembangunan Museum Siber SMSI di Banten diharapkan menjadi simbol kolaborasi antara negara dan media dalam menjaga memori kolektif, identitas, serta perjalanan pers Indonesia di era digital.

Sejarah Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kekuatan cerita dan tulisan. Dari kisah-kisah rakyat yang diwariskan lintas generasi hingga tradisi jurnalistik di media massa, kata-kata telah menjadi perekat nilai dan identitas bangsa.

Baca Juga :  Bantu Jaga Daya Beli Masyarakat, Makmur Elok Graha Gelar Pasar Murah Artha Peduli di Batam, Rempang dan Galang

Dalam lintasan sejarah, wartawan tidak hanya berperan sebagai pencatat peristiwa, tetapi juga turut membangun kesadaran kolektif dan imajinasi kebangsaan. Peran tersebut terus berlanjut di era digital, ketika media siber menjadi ruang kebudayaan baru.

Dengan jejaring media yang menjangkau hingga daerah, SMSI berada pada posisi strategis untuk memastikan narasi Indonesia tetap berakar pada nilai-nilai lokal dan kebhinekaan.

Firdaus menegaskan, audiensi dengan Kementerian Kebudayaan kembali mengingatkan pentingnya peran pers sebagai penjaga ingatan kolektif bangsa.

Di tengah derasnya arus informasi, wartawan dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga beretika, berakar pada budaya, serta berpihak pada nilai-nilai kebangsaan.

Dari cerita rakyat hingga berita digital, pers tetap menjadi penjaga narasi Indonesia agar jati diri bangsa terus hidup dan berdaulat atas maknanya sendiri. (bur)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles