29.9 C
New York
Senin, Juli 22, 2024

Diduga Sakit, Gajah Betina Seberat 2 Ton Mati di Pelalawan – Riau

CENTRALNEWS.ID, RIAU – Setelah sempat mendapatkan pengobatan oleh tim medis dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), seekor Gajah Sumatera betina dikabarkan mati.

Hal ini dijelaskan Kepala BBKSDA Riau melalui Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro lewat siaran pers yang diterima tim CentralNews.id, Selasa (2/11).

Disebutnya, satwa terancam punah bernama latin Elephas Maximus Sumatranus ini ditemukan mati di areal Bukit Apolo, Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan – Riau.

“Sekira pukul 15.00 WIB, Kepala Resort Air Hitam Bagan Limau (AHBL), Balai TNTN menerima informasi dari masyarakat terkait temuan seekor gajah yang mati di Bukit Apolo, Rabu (27/10) lalu. Gajah ini berjenis kelamin betina,” kata Heru, Selasa siang.

Gajah mati di Bukit Apolo, Pelalawan – Riau | Foto: Bres

Atas informasi itu, Balai TNTN selanjutnya berkoordinasi dengan BBKSDA Riau untuk segera melakukan penanganan ke lokasi yang dimaksudkan.

Kemudian sekira pukul 22.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA Riau, Balai TNTN dan masyarakat sekitar melangkah menuju lokasi dan tiba sskira pukul 03.15 WIB.

“Sampai di lokasi, tim langsung melakukan Nekropsi terhadap bangkai gajah,” ujarnya.

Adapun kesimpulan yang diperoleh saat itu, diketahui satwa langka ini berjenis kelamin betina dengan tinggi badan 2,17 meter, berat 2 ton, tebal kulit perut 0,4 cm dan memiliki kulit punggung setebal 1,2 cm.

Dari ciri fisiknya, gajah malang ini adalah satwa yang telah mendapatkan penanganan medis oleh tim BBKSDA Riau dan Balai TNTN, Sabtu (28/10) lalu.

Tim gabungan sempat mengobati Gajah sebelum akhirnya ditemukan mati di Bukit Apolo, Pelalawan – Riau | Foto: Bres

“Benar, sebelumnya gajah ini sudah diobati oleh tim gabungan. Tapi malangnya, hari ini kita dengar kabar kematiannya, kita semua berduka,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, gajah ini diperkirakan mati Selasa (26/10) pagi. Penyebab kematiannya diduga akibat infeksi organ pencernaan, malnutrisi dan dehidrasi.

“Dalam tindakan Nekropsi, sampel tidak diambil karena semua bagian organ dalam tubuh satwa ini telah rusak (lisis). Langsung dikuburkan,” pungkasnya.(Bres)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles