11.9 C
New York
Sabtu, April 20, 2024

COVID-19 Meradang, Kelurahan Air Jamban Resmi Terapkan PPKM dan Penyekatan Wilayah

CENTRALNEWS.ID, DURI – Terhitung mulai malam hari ini, wilayah Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau resmi menerapkan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro, Rabu (14/7).

PPKM berujung penyekatan akses lalu lintas dilakukan lantaran semakin melonjaknya paparan wabah pandemi COVID-19 di beberapa sektoral kelurahan tersebut. Dikonfirmasi, Lurah Air Jamban, Zama Rico Dakanahay, S.Sos., M.Si membenarkannya.

Posko PPKM di Kelurahan Air Jamban | Foto: Bres

Ia menyebut, wilayah terdampak COVID-19 yang bakal diterapkannya PPKM Mikro meliputi wilayah RW03, RW10 dan RW20 atau tepatnya di jalan Karang Anyer, jalan Babussalam dan jalan Tegal Sari, Kelurahan Air Jamban – Duri. Adapun dasarnya, lantaran kian meroketnya jumlah kasus di tiga wilayah ini.

“Untuk Kelurahan Air Jamban, ada tiga wilayah yang akan menerapkan PPKM Mikro. Pertama, wilayah Karang Anyer, kedua wilayah Babussalam, ketiga wilayah Tegal Sari. Di tiga wilayah ini, akan dilakukan penyekatan mulai pukul 20.00 sampai dengan pukul 00.00 WIB. Secara resmi, PPKM dan penyekatan dimulai malam ini,” kata Zama Rico, Rabu sore.

Baca Juga :  Sertu Alinaspi Sosialisasikan Pengamalan Nilai Luhur Pancasila di Kelurahan Balik Alam
Posko PPKM di Kelurahan Air Jamban | Foto: Bres

 

Sebagaimana diketahui, tiga wilayah ini disebut menyumbang kasus positif COVID-19 tertinggi di Kelurahan Air Jamban. Oleh karenanya, penyekatan pun dilakukan guna memantau mobilitas warga sekaligus menekan laju penularan wabah mendunia ini.

Penyekatan sebagaimana dimaksud Zama, hanya dilakukan di wilayah terdekat dengan kediaman warga yang terjangkit virus corona. “Contoh, seperti di jalan Babussalam. Kan tak mungkin kita sekat di simpang utamanya. Itu hanya akan mengganggu mobilitas warga dan perekonomian nantinya. Jadi, penyekatan cukup dilakukan di dekat permukiman warga yang terpapar COVID-19, seperti di depan Gang rumahnya atau di pinggir jalan utama. Jadi pemantauan bisa lebih maksimal dilaksanakan oleh tim Satgas di lapangan,” terang dia.

Di tiga titik tersebut, masih kata Zama, telah didirikan posko PPKM sebagai titik perkumpulan petugas pemantau dan pelaksana pembatasan kegiatan masyarakat, sekaligus penyekatan lalu lintas. Penempatan posko di tiga wilayah itu bukan tanpa alasan, ia menyebut, wilayah Karang Anyer merupakan kawasan padat penduduk dan berbatasan langsung dengan Kelurahan Duri Timur dan Gajah Sakti.

Baca Juga :  Serda AT. Silaban Sosialisasikan Pengamalan Nilai Luhur Pancasila di Desa Beringin
Lurah Air Jamban, Zama Rico Dakanahay, S.Sos., M.Si | Foto: Bres

Dengan demikian, penempatan posko disana dinilai efektif guna memantau mobilitas warga. Kemudian, juga ditempatkan satu posko di wilayah Tegal Sari. “Karena di wilayah Tegal Sari itu ada sekitar 1.200 Kepala Keluarga (KK) dan berbatasan langsung dengan Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan,” papar Zama Rico.

Serupa dengan Tegal Sari, wilayah jalan Babussalam pun memiliki jumlah KK yang relatif banyak dan kemudian dipilih menjadi lokasi pendirian posko PPKM.

Posko PPKM di Kelurahan Air Jamban | Foto: Bres

Sebagai posko induk dari tiga posko tersebut, masih kata Lurah Air Jamban ini, dipilihlah wilayah jalan Desa Harapan. Ya, di wilayah inilah posko utama didirikan dan bakal memantau mobilitas warga sekitar, termasuk interaksi warga di jalan Sudirman, jalan Rokan dan jalan Sejahtera.

“Pelaksanaan pembatasan dan penyekatan hanya dilaksanakan mulai pukul 20.00 – 00.00 WIB mulai malam ini, sampai dengan waktu tertentu yang telah ditetapkan, atau sampai paparan COVID-19 mampu ditanggulangi. Kemudian, PPKM dan penyekatan tidak akan mengganggu roda perekonomian. Hanya saja, petugas di lapangan akan ekstra ketat dan teliti dalam menerapkan prorokol kesehatan (Prokes),” ucapnya.

Baca Juga :  Sertu SDG. Barus Gencarkan Sosialisasikan Pencegahan Wabah PMK di Talang Mandi
Camat Mandau, Riki Rihardi, S.STP., M.Si | Foto: Bres

Terpisah, Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si juga membenarkan hal itu. Ia menegaskan, PPKM dan penyekatan dinilai perlu untuk memantau mobilitas warga dan menekan laju penularan virus yang telah banyak memakan korban jiwa ini.

“Semoga dengan dilaksanakannya PPKM dan penyekatan, mata rantai COVID-19 bisa dientaskan. Dengan ini pula kami mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Mandau untuk ikut serta dan mendukung kegiatan ini. Seraya itu, tetaplah disiplin melaksanakan prokes agar kita terhindar dari jangkitan virus corona. Bersama tim Satgas, Pemerintah dan Masyarakat, kita pasti bisa mengentaskan polemik mendunia ini,” tambah Riki menegaskan.(*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

22,921FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles