CENTRALNEWS.ID, BENGKALIS – Dalam rangka mendukung kelestarian ekosistem Gambut sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut RI) Raja Juli Antoni kunjungi ‘Rumah Runding Restorasi’ di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (30/9).
Bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjend. TNI. Agus Hadi Waluyo, Kapolda Riau Irjend. Pol. Herry Heryawan, dan sejumlah pihak terkait lainnya, rombongan Menhut disambut hangat oleh Dandim 0303/Bengkalis Letkol. Inf. Haris Nur Priatno, Bupati Bengkalis Kasmarni, Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto dan perangkat OPD lainnya.

Dalam kesempatan itu, Menhut RI mengatakan bahwa Desa Tanjung Leban menjadi bagian penting dalam sejarah panjang penanganan Karhutla di Kabupaten Bengkalis. “Dimana pada tahun 2014 silam terjadi kebakaran besar yang menghanguskan sekitar 1.500 hektare dari total luas wilayah gambut sekitar 5.439 hektare. Kemudian periode 22 September 2026 tercatat sekitar 946 hektare lahan terbakar dengan 87 titik api berdasarkan hasil ground checking,” kata Menhut RI, Raja Juli Antoni.
Sebagai upaya maksimal mencegah bencana Karhutla di wilayah yang berbatasan dengan Kota Dumai tersebut, Menhut mengajak seluruh pihak untuk aktif melakukan pencegahan sebelum terjadinya kebakaran. Selain pencegahan, pengelolaan sumber air juga menjadi tajuk prioritas yang dikupas mendalam.

“Pengelolaan gambut ini kompleks, semua terlibat dan harus saling peduli. Kita harus bergotong-royong agar Karhutla tidak terjadi. Dan atas capaian kinerja baik yang telah ditorehkan, kami sampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau, Pangdam, Kapolda, Bupati, Dandim 0303 dan Kapolres Bengkalis, beserta seluruh lapisan masyarakat,” haturnya.
“Pembangunan dan perlindungan areal gambut harus kita upayakan beriringan, agar pertumbuhan ekonomi dapat terus berlangsung untuk generasi mendatang,” tukasnya. (Bres)

