CENTRALNEWS.ID, BENGKALIS – Mencermati situasi dan kondisi udara di Kabupaten Bengkalis yang telah berstatus ‘Tidak Sehat’ sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus terjadi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo mengambil langkah tegas dengan menerbitkan surat edaran (SE) bernomor 1184 tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan yang Terdampak Kabut Asap, Senin (24/8).
Benar, edaran tersebut diterbitkan Kadisdik untuk menyikapi indeks kualitas udara di Kabupaten Bengkalis yang saat ini berada pada level tidak sehat, serta mempertimbangkan kondisi kesehatan Peserta Didik, Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
“Mempertimbangkan hal tersebut, maka kami imbau kepada seluruh Peserta Didik, Pendidik hingga Tenaga Kependidikan di Satuan Pendidikan masing-masing agar menggunakan Masker selama berada di lingkungan sekolah,” kata Hadi Prasetyo.
Selain itu, Hadi juga menegaskan kepada seluruh Satuan Pendidikan dari jenjang PAUD, SD hingga SMP, baik Negeri maupun Swasta se-Kabupaten Bengkalis untuk mengurangi kegiatan pembelajaran dan aktifitas lainnya di luar ruangan.

Ketersediaan sirkulasi udara yang baik, menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan anjuran memperbanyak minum air putih juga ditekankan Kadisdik Bengkalis ini, sebagai upaya menjaga kesehatan Peserta Didik, Pendidik hingga Tenaga Kependidikan.
“Penting kami ingatkan, bagi yang mengalami keluhan kesehatan seperti batuk, sesak napas, pusing, iritasi mata, agar segera dibantu untuk mendapatkan penanganan medis,” tegasnya.
Tak lupa, Kadisdik juga mengajak seluruhnya untuk aktif dan cermat memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan warga sekolah, serta mengambil langkah cepat dan tepat apabila diperlukan. (Bres)

